RADARBONANG.ID – Dunia maya Indonesia terus bergerak dinamis.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan meningkatnya penetrasi internet, sejumlah platform media sosial terus bersaing menjadi yang paling digemari netizen Tanah Air.
Data terbaru yang dihimpun dari laporan Digital 2025 oleh We Are Social dan Meltwater mengungkapkan, ada perubahan signifikan dalam peta kekuatan media sosial di Indonesia.
Berikut ini lima besar media sosial yang paling banyak digunakan warganet Indonesia beserta persentase penggunanya.
1. WhatsApp – 92,3% Pengguna Internet Aktif Tak tergantikan! Aplikasi
perpesanan milik Meta ini masih merajai komunikasi digital di Indonesia.
Tak hanya untuk ngobrol santai, WhatsApp kini juga dimanfaatkan untuk bisnis, layanan publik, hingga komunitas sekolah.
Fitur-fitur seperti WA Bisnis, status, hingga grup keluarga menjadi alasan kuat kenapa pengguna terus setia.
2. Instagram – 87,1% Visual masih jadi raja. Instagram tetap memikat
hati netizen Indonesia, terutama generasi muda dan milenial.
Meski sempat mendapat saingan berat dari TikTok, kekuatan Instagram ada di fitur Story, Reels, dan tentunya estetikanya yang cocok untuk portofolio digital hingga jualan online.
Instagram juga makin banyak digunakan untuk konten edukatif dan personal branding.
3. Facebook – 85,5% Masih jadi rumah digital bagi banyak orang, khususnya usia 30 tahun ke atas.
Facebook tetap relevan berkat komunitas aktif, grup hobi, dan marketplace.
Meski dianggap ‘lawas’ oleh sebagian Gen Z, nyatanya Facebook masih punya basis pengguna setia di Indonesia yang luar biasa besar.
4. TikTok – 83,6% Pendatang baru yang langsung tancap gas!
Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok berhasil menyalip banyak pemain lama berkat algoritmanya yang cerdas dan konten video pendek yang adiktif.
Tak cuma tempat joget, TikTok kini jadi platform utama edukasi ringan, promosi UMKM, hingga diskusi sosial. Banyak kreator muda bermunculan dari sini.
5. Telegram – 63,3% Privasi dan kecepatan jadi nilai jual utama Telegram.
Meski tak sepopuler WhatsApp dalam komunikasi sehari-hari, Telegram tumbuh subur di kalangan pengguna tech-savvy, komunitas crypto, hingga penyebaran konten-konten alternatif.
Fitur channel dan bot juga jadi daya tarik tersendiri.
Dari data tersebut terlihat bahwa media sosial bukan lagi sekadar alat komunikasi, tapi juga wadah ekonomi, promosi, hiburan, dan ekspresi diri.
Dominasi Meta lewat WhatsApp, Instagram, dan Facebook juga menunjukkan betapa raksasa teknologi ini masih mencengkeram kuat jagat digital Indonesia.
Sementara itu, kehadiran TikTok dan Telegram membuktikan bahwa inovasi dan pendekatan konten yang segar tetap mampu menggoyang tatanan lama. (*)
Editor : Amin Fauzie