Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tencent Lirik Lagi Nexon, Raksasa Game MapleStory Diincar Usai Warisan Sang Pendiri Dipertaruhkan

Tulus Widodo • Sabtu, 14 Juni 2025 | 03:05 WIB
Ilustrasi logo tencent dan Nexon.
Ilustrasi logo tencent dan Nexon.

RADARBONANG.ID – Raksasa teknologi asal Tiongkok, Tencent Holdings Ltd., kembali menyalakan radar akuisisinya.

Kali ini, perusahaan mengarahkan fokus pada Nexon Co., pengembang game asal Korea Selatan yang dikenal lewat game legendaris MapleStory.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Tencent masih agresif memperkuat lini bisnis gaming global, meski industri game saat ini berada dalam fase dinamis dengan tantangan yang tak sedikit.

Menariknya, momen ini muncul di tengah kekosongan kepemimpinan strategis di Nexon, menyusul wafatnya pendiri Nexon, Kim Jung-ju, pada 2022 silam.

Dikutip dari Bloomberg, Tencent telah melakukan pendekatan dengan keluarga Kim Jung-ju yang mengendalikan mayoritas saham Nexon melalui perusahaan induk NXC Corp dan afiliasinya, NXMH BV.

Mereka menguasai total 44,4 persen saham Nexon per Juni 2025.

NXC sendiri kini dikelola oleh istri dan dua putri Kim, yang tercatat memiliki sekitar 67,6 persen saham NXC.

Pasca wafatnya Kim, keluarga ini bahkan menyumbangkan sebagian sahamnya ke pemerintah Korea Selatan untuk melunasi pajak warisan, sekaligus menjual saham treasury ke induk perusahaan senilai 478 juta dolar AS.

Belum ada struktur kesepakatan yang disepakati hingga kini, dan pihak Tencent, Nexon, maupun NXC belum memberikan pernyataan resmi.

Namun kabar ini langsung membuat saham Nexon melonjak hingga 10 persen saat pembukaan bursa Tokyo, Jumat (7/6) lalu.

Tencent sendiri sempat membidik Nexon pada 2019, namun rencana tersebut batal karena perbedaan valuasi.

Kini, dengan struktur kepemilikan yang berubah dan naiknya valuasi Nexon yang saat ini mencapai US$15 miliar, peluang akuisisi kembali terbuka.

Gerak Tencent ini juga menjadi bagian dari ekspansi besar-besaran ke industri hiburan Korea Selatan.

Mei lalu, anak perusahaannya resmi membeli hampir 10 persen saham di SM Entertainment, label besar K-pop.

Aksi ini terjadi di tengah mencairnya ketegangan budaya antara Tiongkok dan Korea, termasuk berakhirnya larangan tidak resmi terhadap K-pop di Tiongkok.

Nexon, Legenda Lama yang Masih Relevan

Didirikan di Seoul pada 1994, Nexon merupakan pelopor game online multiplayer dan dikenal luas lewat MapleStory, Dungeon & Fighter, dan KartRider.

Perusahaan ini melantai di bursa saham Jepang pada 2011, dalam IPO teknologi terbesar di masa itu.

Meski sudah cukup lama eksis, Nexon masih tampil kuat. Pada kuartal pertama 2025, Nexon mencetak penjualan bersih ¥114 miliar dan laba bersih ¥26 miliar.

Mereka juga masih bekerja sama dengan Tencent mengembangkan Dungeon & Fighter, salah satu mesin pendapatan terbesar dalam ekosistem gaming.

Namun jalan akuisisi tidak akan mulus. Selain nilai valuasi yang besar, kompleksitas warisan saham Kim Jung-ju dan ketidakpastian persetujuan dari pemerintah Korea menjadi variabel penting.

Apalagi, upaya penjualan NXC oleh otoritas Korea Selatan tahun lalu juga kandas karena belum ada pembeli yang cocok.

Tencent sendiri telah menunjukkan keseriusannya dalam dunia gaming dengan membeli 25 persen saham unit Ubisoft pada Maret lalu senilai US$1,3 miliar. (*)

Editor : Amin Fauzie
#saham #Baumata #tiongkok #Tencent akuisisi Nexon #Investasi Korea Selatan #Kim Jung ju #k-pop #Perusahaan Game