Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Startup Flint Perkenalkan 'Baterai Kertas' Ramah Lingkungan dari Selulosa

Adib Turmudzi • Jumat, 13 Juni 2025 | 12:15 WIB
Photo
Photo

RADARBONANG.ID - Inovasi ramah lingkungan kembali mencuri perhatian dunia teknologi. Kali ini datang dari startup teknologi energi asal Skandinavia, Flint, yang memperkenalkan terobosan terbarunya: “baterai kertas” berbahan dasar selulosa—material organik yang diambil dari serat tumbuhan.

Produk ini diberi nama Adaptive Power Mode (APM), dan diklaim menjadi solusi masa depan untuk kebutuhan energi portabel yang ramah lingkungan, mudah didaur ulang, dan memiliki jejak karbon rendah.

Pengumuman resmi dilakukan dalam ajang teknologi tahunan CES 2025 di Las Vegas, Amerika Serikat.

“Kami percaya bahwa masa depan energi tidak hanya efisien, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar CEO Flint, Lars Nyström, dalam presentasi resminya.

Teknologi Baterai Kertas: Ringan, Fleksibel, dan Biodegradable

Baterai ini memiliki bentuk menyerupai selembar kertas tipis namun mampu menyimpan energi layaknya baterai litium konvensional. Dengan memanfaatkan selulosa yang telah dimodifikasi, baterai ini mampu menghasilkan tegangan hingga 1,5V dengan daya tahan penggunaan ringan hingga 72 jam.

Keunggulan utama dari baterai APM adalah kemampuannya untuk terurai secara alami dalam waktu 45 hari, menjadikannya sangat cocok untuk perangkat wearable, label pintar, sensor IoT sekali pakai, hingga perangkat medis non-permanen.

Respon Pasar dan Potensi Global

Meskipun masih dalam tahap prototipe, beberapa perusahaan manufaktur elektronik dari Jepang, Jerman, dan Korea Selatan dikabarkan telah menunjukkan minat untuk bekerja sama dalam tahap pengembangan lanjutan.

Hal ini memperkuat posisi Flint sebagai pelopor energi hijau di tengah kebutuhan global terhadap teknologi berkelanjutan.

“Kami sedang menjajaki kolaborasi dengan beberapa perusahaan elektronik untuk integrasi baterai ini ke produk-produk mereka dalam dua tahun ke depan,” tambah Nyström.

Baca Juga: Mengenal Apple Intelligence: Live Translation dan AI On‑Device di iOS 26

Tantangan dan Prospek

Meski menjanjikan, tantangan utama baterai kertas adalah keterbatasan kapasitas dan stabilitas di suhu ekstrem.

Namun Flint optimis dapat mengatasi hambatan ini dengan riset lanjutan.

Pakar energi dari Chalmers University of Technology di Swedia menilai inovasi ini sebagai langkah awal penting dalam mengurangi ketergantungan pada logam berat dan kimia berbahaya yang selama ini digunakan dalam produksi baterai konvensional.

Editor : Adib Turmudzi
#Baterai Kertas #teknologi #inovasi #Baterai Kertas Mutakhir