RADARBONANG.ID - Revolusi teknologi jaringan memasuki babak baru. Beberapa negara di Asia dan Eropa secara resmi memulai uji coba jaringan 6G, yang diklaim memiliki kecepatan hingga 100 kali lebih cepat dari 5G.
Teknologi ini membuka era baru konektivitas ultra-cepat yang mampu mengubah berbagai sektor—dari industri hingga gaya hidup digital.
Pengujian awal dilakukan di Korea Selatan, Jepang, Jerman, dan Finlandia.
Negara-negara ini diketahui menjadi pionir dalam pengembangan teknologi jaringan generasi berikutnya melalui kolaborasi antara perusahaan telekomunikasi besar seperti Samsung, Nokia, Ericsson, dan Huawei.
“Kami menargetkan bahwa 6G akan menjadi tulang punggung untuk sistem AI masa depan, metaverse, dan industri robotik,” ungkap Jae-Hoon Lee, CTO dari SK Telecom Korea, dalam konferensi teknologi di Seoul.
Apa Itu Jaringan 6G?
Jaringan 6G adalah evolusi dari 5G yang menawarkan latensi ultra-rendah (di bawah 0,1 ms), kecepatan transfer data lebih dari 1 Tbps, serta kemampuan konektivitas simultan miliaran perangkat dengan efisiensi energi tinggi.
Tidak hanya itu, 6G dirancang untuk mendukung komunikasi holografik real-time, sistem kendali kendaraan otonom antarkota, hingga jaringan komunikasi satelit terintegrasi di orbit rendah (LEO).
Potensi Aplikasi: Dari Kota Pintar hingga Metaverse
Dengan kecepatan luar biasa, 6G diharapkan mendorong realisasi kota pintar (smart city) yang sepenuhnya terkoneksi, termasuk sistem lalu lintas berbasis AI, layanan publik otomatis, dan sistem keamanan terintegrasi.
Dunia hiburan dan pendidikan juga diperkirakan akan mengalami lonjakan transformasi melalui realitas virtual 16K dan metaverse interaktif skala global.
“Kita akan menyaksikan perubahan besar dalam 10 tahun ke depan, di mana koneksi antar manusia dan mesin akan menjadi lebih natural dan instan,” kata Prof. Dr. Klaus Werner, ahli jaringan dari Technical University of Munich.
Tantangan dan Prediksi Peluncuran Global
Meskipun pengujian telah dimulai, peluncuran komersial jaringan 6G secara global diperkirakan baru akan berlangsung sekitar tahun 2030.
Tantangan besar termasuk pengembangan infrastruktur, regulasi lintas negara, dan kebutuhan energi yang besar.
Namun dengan investasi riset dan pengembangan yang terus meningkat, banyak pihak optimis 6G akan menjadi fondasi utama bagi transformasi digital dekade berikutnya.
Editor : Adib Turmudzi