RADARBONANG.ID - Di era digital saat ini, promosi buku tidak lagi terbatas pada toko fisik, pameran literasi, atau festival buku.
Platform media sosial seperti TikTok kini menjadi senjata ampuh bagi para penulis, baik penulis independen maupun penulis pemula untuk memperkenalkan karya mereka secara lebih luas, murah, dan praktis.
Tren ini mulai berkembang pesat sejak pandemi COVID-19 membatasi ruang gerak masyarakat.
Kreativitas para penulis pun diarahkan ke ruang digital, termasuk dalam membangun komunitas pembaca dan jejaring sesama penulis lewat konten video singkat di TikTok.
TikTok terbukti menjadi platform inklusif yang bisa diakses dari berbagai daerah, bukan hanya kota besar.
Ini membuka peluang besar bagi penulis lokal maupun penulis pemula dari berbagai latar belakang untuk menjangkau audiens lebih luas.
Dengan fitur video pendek misalnya, salah satu cara yang ringan dan mudah dikreasikan, penulis dapat berbagi:
- Cuplikan isi buku
- Rekomendasi bacaan
- Ulasan buku dengan gaya personal
- Cerita di balik proses kreatif penulisan
Tak hanya itu, diskusi seputar literasi juga mulai ramai di TikTok lewat kolaborasi antarpenulis, konten kreatif bersama pembaca, hingga live session yang membahas dunia penulisan dan buku.
Dan, salah satu kekuatan TikTok ada pada tagar atau hashtag populer yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah jangkauan konten.
Tagar seperti #BookTok dan #SerunyaMembaca misanya, telah digunakan dalam lebih dari 55 juta unggahan yang berisi video seputar aktivitas membaca, rekomendasi buku, hingga review menarik dari pembaca dan penulis.
Lewat tagar-tagar populer tersebut, dapat dimanfaatkan penulis untuk:
- Membangun komunitas pembaca loyal
- Menjangkau pembaca dari berbagai usia dan daerah
- Meningkatkan visibilitas buku di kalangan pengguna TikTok
Selain menjangkau pembaca, TikTok juga menjadi ruang baru untuk membangun relasi dengan:
- Sesama penulis independen
- Penerbit progresif yang terbuka terhadap karya eksperimental
- Penyelenggara festival literasi dan pasar buku
Selain itu, baru-baru ini beberapa komunitas bahkan memanfaatkan TikTok sebagai sarana untuk menggelar lokakarya, peluncuran buku secara daring, serta promosi kolektif untuk buku-buku bertema inspiratif yang tak selalu mengandalkan kesempurnaan.
Tips Cara Promosi Buku di TikTok untuk Penulis Pemula
- Buat konten yang relate – Ceritakan pengalaman pribadi saat menulis buku atau tantangan yang dihadapi.
- Gunakan tagar populer seperti #BookTok, #BukuIndonesia, #SerunyaMembaca.
- Kolaborasi dengan pembaca atau book influencer untuk memperluas jangkauan.
- Konsisten unggah video dengan gaya khas agar mudah dikenali audiens.
- Manfaatkan fitur Live dan duet video untuk interaksi langsung dengan calon pembaca.
Nah, itulah gambaran salah satu cara penulis mempromosikan bukunya melalui platform TikTok.
Artinya, TikTok saat ini bukan sekadar platform hiburan, tapi kini berkembang menjadi ruang produktif yang bisa dimanfaatkan penulis independen ataupun penulis pemula untuk promosi buku secara luas dan inklusif.
Dengan strategi konten yang tepat dan pemanfaatan tagar populer, siapa pun bisa memperkenalkan bukunya kepada ribuan bahkan jutaan orang, hanya lewat video pendek berdurasi beberapa detik. (*)
Editor : Amin FauzieSumber : Radar Bonang