RADARBONANG.ID - WhatsApp menjadi aplikasi chatting paling populer di dunia, namun juga rentan dibajak jika pengguna tidak menerapkan pengamanan ekstra.
Jika akun Anda diretas, data pribadi, pesan penting, hingga akses ke layanan lain bisa disalahgunakan.
Karena itu, penting mengetahui cara mengamankan akun WhatsApp dari hacker dan pembajakan.
Berikut panduan lengkap dan terbaru tahun 2025 untuk melindungi akun WhatsApp Anda dari peretasan.
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah WhatsApp
Langkah pertama dan paling penting adalah mengaktifkan verifikasi dua langkah (two-step verification).
- Buka Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah > Aktifkan
- Buat PIN 6 digit yang kuat
- Tambahkan alamat email untuk pemulihan
Dengan fitur ini, meskipun peretas memiliki OTP Anda, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa PIN tambahan ini.
2. Jangan Pernah Berikan Kode OTP
Kode OTP adalah kunci masuk utama ke akun WhatsApp. Banyak korban pembajakan yang tertipu karena memberikan kode ini ke orang yang mengaku sebagai teman atau pihak resmi.
- WhatsApp tidak pernah meminta OTP melalui chat
- Waspadai modus penipuan yang meminta kode OTP untuk klaim hadiah atau alasan darurat
3. Rutin Cek Perangkat yang Terhubung
WhatsApp Web dan Desktop memungkinkan akses dari laptop atau komputer. Tapi jika tidak waspada, peretas bisa memata-matai Anda dari sana.
- Masuk ke Pengaturan > Perangkat Tertaut
- Hapus perangkat mencurigakan dengan klik Keluar
Lakukan ini secara berkala agar akun tetap aman.
4. Kunci WhatsApp dengan Sidik Jari atau Face ID
Gunakan fitur biometrik agar WhatsApp hanya bisa dibuka oleh Anda sendiri.
- Pengaturan > Privasi > Kunci Sidik Jari / Face ID
- Pilih waktu penguncian otomatis agar lebih aman
Jika ponsel dicuri, aplikasi tetap tidak bisa diakses.
5. Hindari Tautan Mencurigakan
Peretas sering menyebar link palsu atau tautan phising yang bisa mencuri data Anda saat diklik.
- Jangan asal klik link dari nomor tidak dikenal
- WhatsApp juga punya fitur “Tautan Mencurigakan” untuk memperingatkan Anda
Jika ragu, lebih baik abaikan atau hapus tautannya.
6. Gunakan Nomor Aktif dan Selalu Terkontrol
Akun WhatsApp sangat tergantung pada nomor telepon. Jika nomor sudah tidak aktif atau diberikan ke orang lain, risiko pembajakan sangat tinggi.
- Hindari memakai nomor sementara atau yang tidak Anda kontrol langsung
- Jika nomor hilang, segera ganti nomor di pengaturan WhatsApp
7. Edukasi Keluarga dan Teman
Banyak korban pembajakan berasal dari ketidaktahuan. Karena itu, edukasi orang sekitar juga penting.
- Bagikan informasi keamanan ini ke grup keluarga
- Waspadai modus baru dan selalu verifikasi informasi yang mencurigakan
Cara mengamankan akun WhatsApp bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kesadaran.
Dengan mengikuti 7 langkah di atas, Anda dapat menghindari risiko pembajakan akun WhatsApp alias WA kena hack.
Jangan tunda! Aktifkan perlindungan sekarang sebelum akun Anda jadi korban berikutnya. (*)
Editor : Amin Fauzie