Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Meta Kini Lebih Ketat Tindak Konten Spam, Kreator yang Ngakalin Algoritma Demi Monetisasi

Amin Fauzie • Jumat, 25 April 2025 | 16:35 WIB
Meta akan lebih tegas menindak konten spam dari kreator yang mengakali algoritma demi monetisasi.
Meta akan lebih tegas menindak konten spam dari kreator yang mengakali algoritma demi monetisasi.

RADARBONANG.ID - Meta semakin tegas dalam upayanya memberantas konten spam di platform media sosialnya, terutama Facebook.

Lewat pengumuman resmi yang dirilis pada Kamis (24/4), perusahaan teknologi ini menyampaikan bahwa mereka akan mulai mengambil tindakan terhadap akun-akun yang mencoba "menipu" algoritma demi menjangkau lebih banyak audiens atau mendapatkan cuan dari kontennya.

Salah satu bentuk pelanggaran yang disorot Meta adalah kiriman dengan teks panjang dan penuh tagar yang sebenarnya tak ada hubungannya dengan gambar yang dibagikan.

Contohnya, ada akun yang memposting foto anjing lucu tapi diberi keterangan “10 Fakta #PESAWAT TERBAIK”—jelas nggak nyambung.

Contoh lainnya, postingan soal mobil yang dibumbui dengan hashtag seperti #VIRALCONTENT, #LIKEFORLIKE, hingga #BOOST.

Kalau ketahuan, Meta tak segan-segan membatasi distribusi konten semacam ini hanya untuk para pengikut akun tersebut.

Lebih dari itu, mereka juga akan mencoret akun-akun tersebut dari daftar yang layak dimonetisasi. Artinya? Tidak ada lagi uang yang masuk dari konten seperti itu.

Menurut Meta, konten spam seperti ini tak hanya mengganggu kenyamanan pengguna, tapi juga bisa menutup ruang untuk suara-suara lain yang lebih otentik dan layak didengar.

Karena itu, mereka fokus menindak pola distribusi dan monetisasi yang dianggap “nakal”.

Tak cuma konten, Meta juga memantau aktivitas mencurigakan seperti pengguna yang membuat ratusan akun demi menyebarkan konten yang sama berulang kali.

Praktik semacam ini pun akan membuat akun-akun tersebut kehilangan kesempatan untuk dimonetisasi.

Meta juga akan mengurangi jangkauan komentar yang dianggap sebagai bagian dari upaya keterlibatan palsu yang dilakukan secara terorganisir.

Bahkan, mereka sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna memberi tahu jika komentar tertentu dirasa tidak bermanfaat.

Tak hanya itu, pemilik halaman akan diberi alat moderasi tambahan untuk mendeteksi dan menyembunyikan komentar dari akun yang diduga berpura-pura menjadi orang lain.

Pembaruan kebijakan ini hadir tak lama setelah Meta meluncurkan fitur “Friends Tab” di Facebook untuk pengguna di Amerika Serikat.

Fitur ini memungkinkan pengguna hanya melihat konten dari teman mereka, tanpa campur tangan rekomendasi algoritma. (*)

Editor : Amin Fauzie
#monetisasi #meta #facebook #konten spam #pelanggaran #Algoritma #media sosial