RADARBONANG.ID - Tren sewa ponsel pintar, terutama iPhone semakin populer, terutama saat momen lebaran atau liburan.
Banyak orang memilih untuk menyewa perangkat ini untuk tampil percaya diri di depan keluarga atau mengabadikan momen-momen berharga.
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ada risiko besar yang mengintai, yaitu pencurian data dan pembajakan akun—atau yang dikenal dengan istilah Account Takeover.
Ponsel pintar memang kini tak sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup dan identitas digital.
Sayangnya, banyak pengguna yang belum menyadari bahwa perangkat sewaan menyimpan celah keamanan yang serius.
Memang, menyewa ponsel untuk keperluan sesaat terdengar praktis, tetapi pengguna harus berhati-hati.
Perangkat sewaan ini dapat menyimpan jejak data pribadi yang sangat berisiko, mulai dari data login hingga foto pribadi.
Tanpa sadar, banyak orang yang mengakses akun digital mereka atau mengisi data sensitif seperti KTP atau selfie menggunakan ponsel sewaan.
Hal ini membuka pintu bagi para pelaku kejahatan online untuk melakukan Account Takeover.
Para penipu tidak perlu repot-repot meretas sistem, karena celah-celah yang terbuka sangat banyak.
Mulai dari data yang tersimpan otomatis, cache aplikasi, hingga akses residual ke akun iOS atau Android dari pemilik sebelumnya.
Dalam hitungan menit, akun seseorang bisa dibajak tanpa perlu upaya peretasan yang rumit.
Kewaspadaan pun harus ditingkatkan, terutama ketika menggunakan perangkat sewaan untuk mengakses layanan-layanan penting, seperti perbankan digital, dompet digital, e-commerce, hingga media sosial.
Risiko keamanan perangkat sewaan sangat tinggi, terlebih jika digunakan untuk login, bertransaksi, atau melakukan verifikasi identitas.
Berdasarkan temuan terbaru dari VIDA, penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan, sebanyak 97 persen perusahaan di Indonesia melaporkan insiden pengambilalihan akun dalam 12 bulan terakhir.
Tak hanya itu, 67 persen konsumen juga menjadi korban transaksi tidak sah di akun digital mereka.
Lebih mengejutkan lagi, tujuh dari sepuluh kasus serangan siber terhadap bisnis dan individu melibatkan akses tidak sah melalui perangkat atau lokasi yang tidak dikenal.
Bahkan, 71 persen insiden pengambilalihan akun berujung pada kerugian finansial atau transaksi yang tidak sah.
Langkah Cegah Account Takeover dari Tren Sewa Ponsel
Untuk menghindari risiko Account Takeover, pengguna ponsel sewaan harus menerapkan beberapa langkah pencegahan penting:
1. Jangan Simpan Data Sensitif di Perangkat Sewaan
Hindari menyimpan informasi penting seperti password, PIN, atau data perbankan pada perangkat sewaan.
Pastikan perangkat telah melalui proses reset (factory reset) sebelum dan setelah digunakan untuk menghapus jejak data pribadi.
2. Gunakan Autentikasi Berlapis
Pastikan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor atau verifikasi berlapis saat mengakses akun digital.
Langkah ini akan memberikan perlindungan ekstra jika terjadi upaya masuk yang tidak sah ke akun Anda.
3. Hindari Login di Perangkat Bukan Milik Pribadi
Sebisa mungkin, hindari login ke akun penting di perangkat sewaan atau perangkat milik orang lain.
Gunakan perangkat pribadi yang lebih aman untuk mengakses layanan digital Anda.
4. Reset Ponsel Setelah Penggunaan
Jangan lupa untuk melakukan reset pabrik (factory reset) pada ponsel setelah digunakan, terutama jika ponsel tersebut digunakan untuk mengakses akun pribadi atau mengisi data sensitif.
Hal ini akan mengurangi risiko data pribadi Anda jatuh ke tangan yang salah.
Meskipun sewa ponsel menawarkan kenyamanan, penting bagi kita untuk lebih berhati-hati dan menyadari potensi ancaman yang bisa terjadi.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita bisa mengurangi risiko kebocoran data dan menjaga akun digital tetap aman. (*)
Editor : Amin Fauzie