Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tips Belanja di Social Commerce: Pastikan Lakukan Ini Sebelum Checkout agar Terhindar dari Penipuan Phishing

Amin Fauzie • Rabu, 26 Maret 2025 | 18:10 WIB
Sebelum Checkout belanja di Social Commerce, penting untuk melakukan langkah-langkah keamanan terlebih dahulu agar terhindar dari penipuan phishing. Foto adalah ilustrasi.
Sebelum Checkout belanja di Social Commerce, penting untuk melakukan langkah-langkah keamanan terlebih dahulu agar terhindar dari penipuan phishing. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - Belanja online makin gampang dengan hadirnya social commerce atau s-commerce seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

Nggak heran kalau tren ini makin digemari, apalagi menjelang Lebaran, saat orang-orang berburu kebutuhan dengan cepat dan praktis.

Bahkan, data Statista memprediksi bahwa pada 2028, 22 persen transaksi e-commerce akan berasal dari s-commerce.

Tapi, di balik kemudahan itu, ada ancaman yang nggak boleh dianggap remeh: phishing.

Penipu makin pintar memanfaatkan celah keamanan, mulai dari membuat halaman TikTok Shop palsu hingga menyebarkan tautan berbahaya melalui pesan teks atau media sosial.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat bahwa sepanjang 2024 saja, teknologi anti-phishing mereka telah mendeteksi lebih dari delapan juta upaya penipuan yang menyasar pengguna Indonesia.

Modus phishing ini beragam. Bisa saja seseorang tiba-tiba menerima pesan dari akun yang terlihat resmi, meminta untuk mengklik tautan, membayar tagihan, atau mengisi data pribadi.

Yang bikin makin bahaya, pelaku sering menyamar sebagai perwakilan bank, marketplace, atau bahkan teman dekat korban.

Kalau sampai terjebak, data sensitif bisa dicuri dan digunakan untuk tindakan kriminal.

Lalu, bagaimana cara tetap aman saat belanja di social commerce?

Hal pertama yang perlu diingat adalah selalu berhati-hati dengan tautan yang dikirim lewat pesan atau media sosial.

Jangan asal klik, apalagi jika pengirimnya tidak dikenal atau terlihat mencurigakan.

Penting juga untuk mengenali saluran komunikasi resmi bank atau platform digital yang digunakan, agar tidak tertipu oleh akun palsu yang meniru layanan keuangan.

Saat berbelanja, pastikan situs yang digunakan aman.

Ciri-cirinya adalah alamat URL yang diawali dengan "https://" dan ikon gembok pada bilah alamat browser.

Menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko pembobolan akun.

Jika memungkinkan, gunakan pengelola kata sandi agar lebih praktis dan aman.

Selain itu, jangan pernah memberikan informasi pribadi lebih dari yang diperlukan saat bertransaksi.

Jika ada permintaan data sensitif seperti nomor kartu kredit atau rekening bank melalui pesan atau telepon, sebaiknya abaikan.

Kalau memang harus belanja menggunakan Wi-Fi publik, gunakan VPN agar koneksi tetap terlindungi.

Setiap transaksi juga sebaiknya dicatat dan diperiksa secara berkala.

Membaca laporan transaksi dengan teliti bisa membantu mendeteksi jika ada tagihan mencurigakan yang perlu segera dilaporkan.

Terakhir, jangan lupa pasang solusi keamanan yang mumpuni, seperti perangkat lunak antivirus yang bisa memblokir situs phishing dan mencegah serangan malware.

Belanja online memang praktis, tapi tetap harus cermat agar tidak jadi korban kejahatan siber.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, pengalaman belanja di social commerce bisa tetap nyaman dan aman.

Jadi, sebelum checkout barang incaran, pastikan sudah menerapkan tips keamanan ini! (*)

Editor : Amin Fauzie
#penipuan #phishing #tips #Sebelum Checkout #sosial commerce #online #belanja #daring