Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Model AI DeepSeek: Manfaat atau Ancaman? Kemkomdigi Akan Pelajari Lebih Lanjut

Amin Fauzie • Selasa, 11 Februari 2025 | 20:35 WIB
Model AI DeepSeek, Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur serupa dengan ChatGPT dari OpenAI.
Model AI DeepSeek, Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur serupa dengan ChatGPT dari OpenAI.

RADARBONANG.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) saat ini tengah mempelajari lebih dalam tentang manfaat dan potensi ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) buatan DeepSeek, perusahaan perangkat lunak asal China.

Langkah ini diambil setelah aplikasi tersebut semakin populer dan digunakan oleh banyak orang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan Strategis Kemkomdigi, Oky Suryowahono, menjelaskan bahwa kementerian akan berhati-hati dalam merespons kehadiran DeepSeek.

Selain itu, menanggapi keputusan beberapa negara yang membatasi atau bahkan menutup akses ke aplikasi DeepSeek, kemkomdigi masih akan mempelajari lebih lanjut situasi ini.

“Apakah memang benar menjadi suatu ancaman seperti itu, atau mungkin sebenarnya kita enggak tahu ada masalah apa antara DeepSeek ini dengan kompetitor-kompetitornya,” ujar Oky di Jakarta Pusat pada Selasa (11/2).

Kemkomdigi menekankan bahwa mereka tidak akan mengeluarkan kebijakan terburu-buru tanpa melakukan kajian mendalam.

Tentang Model AI Deepseek Chatbot

DeepSeek adalah aplikasi chatbot yang menggunakan model AI V3 buatan China.

Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur serupa dengan ChatGPT dari OpenAI, seperti kemampuan untuk menganalisis berkas, menjawab pertanyaan, dan mencari informasi dari web.

Selain itu, aplikasi ini memungkinkan pengguna mengunggah berkas dan menyinkronkan riwayat obrolan di berbagai perangkat.

Keunggulan-keunggulan tersebut membuat DeepSeek populer, bahkan menempati posisi teratas di App Store dan Play Store.

Namun, ada kekhawatiran mengenai masalah privasi dan keamanan data pengguna.
DeepSeek menyimpan data di server yang berada di China, yang menimbulkan potensi risiko kebocoran data kepada pemerintah China.

Isu ini telah memicu beberapa negara dan perusahaan untuk memblokir aplikasi tersebut, dengan alasan perlindungan data pengguna.

Meskipun begitu, Kemkomdigi masih berkomitmen untuk mempelajari situasi ini secara hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil tindakan.

Apakah DeepSeek akan menjadi ancaman nyata atau hanya masalah antara aplikasi tersebut dengan kompetitor-kompetitornya, masih menjadi pertanyaan yang perlu dijawab lebih lanjut. (*)

Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#DeepSeek #manfaat #Model AI #kecerdasan buatan #kebocoran data #keunggulan #aplikasi #Kemkomdigi #chatbot #ancaman