RADARBONANG- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus melaju pesat, terutama dalam bidang chatbot yang kini menjadi alat bantu utama dalam berbagai tugas sehari-hari.
Tiga chatbot AI yang saat ini paling banyak digunakan adalah Meta AI, ChatGPT, dan Google Gemini. Namun, dari ketiganya, mana yang terbaik?
Menurut laporan The Straits Times (20/5) dan Tech Radfar (22/6), masing-masing chatbot memiliki keunggulan dan kelemahan dalam berbagai aspek tugas. Berikut perbandingan performa mereka:
1. Kemampuan Meringkas Teks
Saat diminta meringkas teks panjang dalam format PDF menjadi 50 kata:
Google Gemini memberikan ringkasan paling akurat dengan istilah yang familiar dan parafrase sesuai teks asli.
ChatGPT memberikan ringkasan dengan kata-kata umum dan terkadang menambahkan istilah yang tidak ada dalam teks asli.
Meta AI memberikan ringkasan yang kurang akurat karena ada kesalahan dalam isi teks.
2. Menyusun Rencana Perjalanan
Untuk membuat itinerary sehari di Johor Bahru:
Google Gemini unggul dengan integrasi Google Maps, memberikan rekomendasi wisata yang akurat meskipun perkiraan waktunya tidak selalu tepat.
Meta AI dan ChatGPT hanya menyusun itinerary secara kronologis tanpa memberikan navigasi atau informasi lebih lanjut.
3. Menulis Email Undangan
Saat diminta menulis undangan pesta dengan gaya anak muda:
Meta AI menghasilkan format yang lebih rapi dan informatif, dengan rincian acara dalam poin-poin yang jelas.
ChatGPT dan Gemini memberikan undangan dengan format lebih sederhana.
4. Mencari Resep Masakan
Dalam pencarian resep sambal:
Meta AI dan Google Gemini mencantumkan sumber asli dari situs resep.
ChatGPT hanya menuliskan resep tanpa menyertakan sumbernya.
5. Mengerjakan Matematika
Untuk soal matematika dasar, ketiga chatbot bisa menyelesaikannya dengan baik. Namun, saat soal semakin sulit:
ChatGPT menuliskan langkah-langkah penyelesaian tetapi tidak memberikan jawaban akhir.
Gemini memberikan jawaban teoretis.
Meta AI satu-satunya yang memberikan jawaban tepat.
6. Membuat Wawancara Tiruan
Ketiga chatbot bisa menghasilkan wawancara tiruan dengan format yang baik, tetapi perintah dari pengguna harus sangat rinci agar hasilnya optimal.
7. Deepface dan Etika Keamanan
Saat diminta membuat deepface:
Meta AI menolak membuat gambar yang mencemarkan nama baik seseorang.
Google Gemini tidak dapat menampilkan gambar orang dan menolak permintaan tersebut.
ChatGPT juga tidak membuat gambar deepfake secara bebas.
Namun, dalam aspek keamanan, ChatGPT dan Gemini dapat dipaksa memberikan jawaban terhadap pertanyaan berbahaya seperti cara membuat racun, sedangkan Meta AI menolak menjawab pertanyaan berisiko.
Dengan demikian, tidak ada chatbot yang benar-benar unggul dalam semua aspek.
Google Gemini lebih baik dalam pencarian informasi dan integrasi navigasi, Meta AI unggul dalam menulis undangan dan menyelesaikan soal matematika kompleks, sedangkan ChatGPT lebih fleksibel dalam menyesuaikan format tulisan.
Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan pengguna, apakah untuk tugas akademik, perjalanan, menulis, atau sekadar mencari informasi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni