TUBAN-Salah satu raksasa teknologi, Microsoft memutuskan untuk menunda peluncuran program kecerdasan buatan miliknya yang dinamai Recall AI.
Awalnya, kecerdasan buatan produk Microsoft ini akan diumumkan pada Mei lalu.
Saat Microsoft mengumumkan, Recal AI langsung menjadi buah bibir di internet.
Pasalnya AI ini akan melacak aktivitas penggunanya di komputer atau laptop.
Banyak pengguna Windows khawatir data dan privasinya yang terlacak Recall AI akan disalahgunakan Microsoft.
Dalam blognya, Microsoft menyatakan akan menghentikan penjualan Recall AI karena khawatir terhadap masalah privasi dan keamanan para penggunanya.
Mulanya, fitur ini akan hadir pada perangkat PC Copilot Plus.
PC Copilot Plus merupakan perangkat laptop yang memakai sistem operasi Windows 11 dengan hardware kombinasi AI atau kecerdasan buatan.
Recall AI direncanakan menjadi fitur bawaan PC Copilot Plus dan secara otomatis langsung aktif.
Namun, karena khawatir terhadap privasi dan keamanan pengguna, serta kritik dari pakar keamanan siber, Microsoft mengumumkan fitur AI tersebut akan diubah menjadi opsional.
Baru-baru ini, Microsoft menguji coba kembali fitur Recall AI secara terbatas untuk para pengguna Windows Insider Program (WIP) dalam beberapa pekan ke depan.
Menurut Microsoft, Recall AI lebih dulu diimplementasikan pada Windows Insider.
Setelah mendapat cukup feedback dari para pengguna Windows Insider, barulah Microsoft merilis Recall AI ke seluruh perangkat PC Copilot Plus.
"Keputusan ini didasarkan pada komitmen kami untuk memberikan pengalaman yang tepercaya, aman, dan tangguh bagi semua pelanggan dan mencari umpan balik tambahan sebelum menyediakan fitur ini untuk semua pengguna PC Copilot Plus,” tulis Microsoft dikutip dari kompas.com.
Fitur Recall AI bekerja dengan cara menyimpan tangkapan layar atau screenshot dari aktivitas penggunanya setiap beberapa detik.
Selanjutnya, hasil dari screenshot tersebut akan disimpan ke dalam timeline Recall AI.
Karena program ini melakukan kunjungan ke website pengguna, maka semua aktivitas mereka akan terekam dan disimpan Recall AI.
Rencananya, data tersebut digunakan Recall AI untuk mempermudah penggunanya dalam mengakses dan mencari aktivitas yang sebelumnya dijalankan dengan cepat.
Kabarnya, tak hanya menyimpan aktivitas pengguna, Recall AI juga dapat menyimpan kata sandi, informasi keuangan, bahkan informasi sensitif milik pengguna.
Meski demikian, Microsoft menyatakan kepada penggunanya bahwa data sensitif itu hanya tersimpan di dalam perangkat.
Karena itu, data dan privasi pengguna tetap terjaga. Meski begitu, fitur ini tetap menjadi fitur yang kontroversial. (*)