TUBAN-Media sosial merupakan salah satu wadah bagi orang untuk mengekspresikan diri secara bebas tanpa batas.
Karena itu, banyak orang yang betah berlama-lama bermain media sosial.
Bagi yang lama berkecimpung di media sosial, mungkin akan merasa kangen dengan media-media sosial era dulu.
Ada beberapa media sosial yang populer di Indonesia dan sering digunakan para penggunanya.
Namun, seiring berjalannya waktu, para pengguna media sosial tersebut semakin berkurang dan akhirnya platform media sosial tersebut menghilang dari internet.
Berikut merupakan beberapa media sosial yang sempat populer pada zaman dulu.
1. Friendster
Friendster merupakan media sosial yang diluncurkan pada 2002 silam.
Platform ini dikenal sebagai salah satu platform media sosial yang mengubah cara orang dalam berinteraksi secara online.
Friendster memungkinkan para pengguna membuat profil pribadi menambah teman, berbagi konten yang saat itu merupakan sebuah inovasi revolusioner pada zamannya.
Sosial media ini juga seolah memberikan jalan bagi perkembangan media sosial yang kita kenal sekarang.
Jika sekarang para anak muda mengenal Facebook, maka generasi sebelumnya mengenal Friendster.
2. Tumblr
Tumblr merupakan jejaring sosial yang dimiliki oleh Tumblr, inc.
Platform ini memungkinkan para penggunanya mengirimkan berbagai konten atau bentuk multimedia lainnya dalam bentuk seperti blok pendek.
Pengguna bisa melihat konten yang dibagikan pengguna lain.
Sosial media ini berdiri sejak 2007 silam dan pada 2013 Tumblr diakuisisi Yahoo dengan kisaran nilai hingga 1,1 miliar dolar.
3. Yahoo Messenger
Yahoo Messenger merupakan platform komunikasi yang disediakan Yahoo.
Platform ini memungkinkan para penggunanya untuk berkomunikasi antarpengguna lainnya.
Pengguna Yahoo Messenger juga dapat mengakses layanan Yahoo lainnya seperti Yahoo mail.
Seperti yang kita tahu Yahoo mail merupakan salah satu platform email yang paling populer pada era dulu sebelum adanya Gmail.
4. Mig33
Mig33 adalah layanan jejaring sosial yang memungkinkan pengguna mengirim pesan secara instan melalui internet seperti halnya Yahoo Messenger.
Mig33 mendapatkan basis komunitas yang sangat banyak di seluruh dunia.
Selain berkomunikasi, pengguna juga dapat menemukan orang baru, bertukar emoticon atau bahkan bertukar kado secara virtual.
Layanan bermain game secara online juga hadir pada platform mig33.
Pengguna pun dapat bermain game secara online dengan pengguna lainnya.
Layanan ini juga tersemat pada ponsel keluaran Nokia, Sony Ericsson, dan BlackBerry.
Hal ini menjadikan platform media sosial ini paling populer pada saat itu dengan lebih 20 juta pengguna di 200 negara.
5. Ebuddy
Sama seperti Yahoo Messenger dan Mig33, Ebuddy merupakan platform komunikasi yang memungkinkan pengguna mengirim pesan secara langsung melalui jaringan internet.
Platform ini juga mendukung layanan pengiriman pesan lain seperti Yahoo Messenger, Google talk, Windows live, AIM dan Facebook.
Pengguna tidak perlu menginstal aplikasi tambahan pada ponsel mereka karena Ebuddy dapat langsung di akses melalui browser.
6. Path
Path merupakan jejaring sosial media yang memungkinkan penggunanya berbagi konten foto maupun mengirim pesan secara online.
Path menjadi tempat untuk para pengguna yang ingin berbagi momen dengan keluarga atau teman-teman terdekat mereka.
Media sosial ini berdiri sejak November 2010 silam dan ditutup pada 2018.
Path berkompetisi dengan platform media sosial milik Meta, yaitu Instagram.
Namun, dengan semakin berkurangnya para penggunanya, maka Path memutuskan untuk menutup server mereka.
7. Google Plus
Google Plus merupakan jejaring sosial media milik raksasa terbesar teknologi yakni Google.
Sosial media ini diluncurkan pada 2011 yang bertujuan menantang sosial media lainnya seperti Facebook.
Google Plus juga dapat terhubung dengan mudah dengan produk Google lainnya, seperti Google Drive, Blogger atau bahkan YouTube.
Di Google Plus memungkinkan penggunanya untuk mengirim informasi atau konten berupa foto dan video.
Itulah beberapa media sosial yang populer pada zaman dulu. Mereka merupakan saksi sebuah perkembangan teknologi media sosial.
Banyaknya media sosial baru yang lebih modern dan populer membuat mereka menjadi kurang laku dan akhirnya menutup servernya. (*)
Editor : Amin Fauzie