TUBAN-Starlink tak henti-hentinya berinovasi. Starlink dikabarkan telah mengembangkan teknologi direct to cell yang dapat secara langsung mengakses jaringan internet, telepon seluler, hingga mengirim SMS tanpa operator.
Starlink juga telah mengaktifkan 26 satelitnya untuk beroperasi melayani layanan internet tanpa operator seluler.
Dilansir dari teknologi.bisnis.com, 26 satelit ini melebihi 8 persen dari jumlah yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi direct to cell.
Perangkat seperti ponsel atau internet of things lainnya dapat dengan mudah mengakses jaringan internet di mana pun berada selagi masih melihat langit.
Teknologi juga tidak membutuhkan modifikasi hardware atau perangkat lunak khusus, sehingga dapat dinikmati langsung para penggunanya.
Starlink juga terus mempercepat peluncuran satelit mereka. Hingga 1 Juni 2024, mereka telah meluncurkan 11 satelit ke luar angkasa.
Inovasi ini menjadi bahan perbincangan PT Telkom dalam rapat bersama anggota DPR.
Teknologi ini menjadi ancaman serius bagi para penyedia operator seluler di seluruh dunia tanpa terkecuali di Indonesia.
Direktur Utama PT Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, kehadiran Starlink di Indonesia mengancam bisnis.
Dia menyebut layanan internet direct to cell milih starlink tinggal menunggu waktu untuk masuk ke Indonesia.
Teknologi Starlink tengah diuji coba di Amerika Serikat.
Karena berbasis dengan internet, maka teknologi direct to cell dapat diakses dari mana saja, bahkan di tempat terpencil sekalipun.
Teknologi ini dapat menyediakan komunikasi bagi petugas pertolongan pertama dan masyarakat yang terdampak bencana alam atau keadaan darurat lainnya.
Bahkan, penumpang pesawat maupun kapal laut masih tetap dapat terhubung dengan dunia digital sebagai sarana hiburan dan komunikasi dengan keluarga.
Pemerintah pun didorong untuk menetapkan regulasi agar fitur direct to cell milik Starlink ini tidak membinasakan layanan operator di Indonesia. (*)
Editor : Amin Fauzie