TUBAN-Pada zaman sekarang, smartphone sudah menjadi barang wajib. Tak hanya untuk alat komunikasi, smartphone juga menjadi wahana hiburan.
Bahkan, anak-anak pada zaman sekarang sudah mempunyai smartphone sendiri.
Terlebih, pendidikan saat ini kerap menggunakan sarana smartphone.
Selain dapat menyebabkan kecanduan, radiasi smartphone juga membawa beberapa dampak negatif.
Dikutip dari alodokter.com, para peneliti membuktikan bahwa dampak negatif dari radiasi smartphone berbahaya pada bayi dan anak-anak.
Banyak studi telah dilakukan untuk menganalisa hubungan antara radiasi smartphone dan berbagai penyakit manusia.
Orang dewasa yang sistem imunnya telah bekerja sempurna, tetap memiliki risiko terdampak radiasi ini.
Berikut ciri-ciri anak-anak terdampak radiasi smartphone:
1. Sakit kepala
Para peneliti menyebutkan mata anak akan menangkap sebagian radiasi smartphone yang berakibat kepala menjadi sakit.
2. Mengalami gangguan tidur
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa panggilan ponsel yang berlangsung hanya dua menit dapat mengakibatkan hyper reaktivitas otak pada anak-anak yang berlangsung selama beberapa jam.
Efek radiasi ini menyebabkan detak jantung yang semakin meningkat dan memengaruhi saraf otonom yang berakibat anak-anak menjadi lebih susah tidur daripada biasanya.
3. Gangguan kecemasan
Anak-anak juga akan mengalami gangguan kecemasan kalau terlalu lama terpapar radiasi smartphone.
Selain efek kecanduan, gangguan kecemasan juga dapat diakibatkan faktor ini.
Anak-anak akan merasa cemas dan axiety saat berada jauh pada smartphone mereka.
4. Mata lelah
Selain menyerap berbagai radiasi, mata juga menjadi cepat lelah jika terus-menerus menatap layar smartphone.
Gelombang elektromagnetik yang dipancarkan smartphone juga dapat mengganggu sistem saraf yang berakibat anak akan menjadi cepat lelah dan kurang berkonsentrasi.
5. Susah konsentrasi dan fokus
Terlalu sering mengonsumsi konten-konten pada smartphone membuat anak cenderung lebih susah berkonsentrasi.
Mereka juga sulit fokus pada pelajaran yang diberikan di sekolah. Hal itu membuat nilai akademik anak-anak menjadi merosot.
Untuk meminimalisasi radiasi smartphone, tips berikut dapat diterapkan.
Pertama, gunakan mode loudspeaker.
Menggunakan panggilan dengan model speaker akan membuat anak tak harus mengangkat telepon ke telinga mereka. Hal ini bisa meminimalisir radiasi langsung dari smartphone.
Kedua, tidak lama melakukan panggilan telepon. Orang tua tak jarang menelepon anak untuk menanyakan kabar.
Kadang, orang tua tidak menyadari bahwasa mereka telah menelpon anaknya terlalu lama.
Hal ini membuat sang anak juga terpapar radiasi dari smartphone tersebut.
Orang tua dapat mencegahnya dengan mengirim pesan ke anaknya atau dengan menelepon secara singkat.
Ketiga, hindari membawa ponsel di dekat tubuh. Radiasi menjadi semakin kuat saat berada di dekat tubuh.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk meletakkan smartphone dengan posisi yang tepat.
Menjaga jarak anda dengan smartphone adalah cara yang terbaik untuk meminimalisir risiko terdampak radiasi dari smartphone.
Keempat, kurangi kegiatan menggunakan smartphone.
Dampak buruk maupun kecanduan dapat dialami anak-anak karena seringnya mereka bermain smartphone berjam-jam.
Orang tua dapat mencegah hal tersebut dengan cara mengajak mereka bermain dan tanpa menyentuh smartphone.
Selain meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak, cara ini juga terbukti efektif mencegah anak kecanduan smartphone dan menghindari radiasi darinya. (*)