Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Cara Sederhana Lindungi Privasi Pengguna dari Serangan Hacker, Restart Smartphone Anda dan Lakukan Langkah Berikut!

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 16 Juni 2024 | 00:05 WIB
Me-restart smartphone menjadi salah satu pencegahan terhadap serangan siber mencuri data pengguna.
Me-restart smartphone menjadi salah satu pencegahan terhadap serangan siber mencuri data pengguna.

TUBAN-Sekarang ini, smartphone sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.

Tak hanya untuk berkomunikasi, fungsi smartphone lebih dari itu. Itu karena banyak data penting yang termuat di dalam smartphone.

Hal ini menjadi sasaran empuk bagi para hacker untuk mencoba mencuri data para pengguna smartphone.

Dikutip dari laman liputan6.com, Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) menyebut pentingnya restart smartphone demi keamanan pengguna.

Meski sekarang ini keamanan data pada smartphone lebih canggih, NSA menyarankan para pengguna smartphone untuk selalu me-restart smartphone mereka setidaknya seminggu sekali.

Restart smartphone membuat semua proses aplikasi berhenti seketika.

Pemberhentian semua aplikasi tersebut membuat kegiatan berbahaya yang terjadi pada background aplikasi menjadi nonaktif juga.

NSA sendiri tak menyebutkan secara spesifik teknisnya, namun para ahli mereka percaya me-restart smartphone akan mencegah data dan privasi pengguna bocor oleh serangan siber tertentu.

Dua serangan siber yang dapat diantisipasi dengan cara me-restart smartphone mereka adalah spearphising dan eksploitasi zero-click.

Spearphising sendiri adalah serangan siber yang menargetkan pengguna melalui email atau pesan pribadi yang dikirim pelaku.

Email atau pesan ini akan mengelabui pengguna agar mengklik tautan berbahaya di dalamnya. Dengan restart smartphone, proses background dan koneksi pada smartphone akan berhenti seketika.

Dengan begitu malware atau virus yang dikirim pelaku belum secara penuh menyusup masuk ke dalam perangkat.

Sementara zero-click adalah serangan siber yang lebih berbahaya. Serangan siber ini bahkan tidak memerlukan interaksi pengguna sama sekali.

Situs web yang memuat mallware berbahaya dapat menyusup ke dalam aplikasi pada smartphone.

Karena background proses seketika terhenti saat smartphone restart, maka pengguna juga dapat melakukan hal serupa untuk mengantisipasi kebocoran data pengguna.

Walau restart smartphone dapat mengantisipasi celah keamanan, para pengguna juga tetap diwajibkan untuk selalu meng-update software smartphone mereka ke yang paling baru.

Update software akan membawa patch keamanan yang lebih baru, sehingga smartphone pengguna lebih aman dari serangan siber. (*)

Editor : Amin Fauzie
#serangan siber #Restart Smartphone #Mencuri Data #hacker