TUBAN-Beberapa tahun lalu, Xiaomi mendapatkan hujatan karena diketahui menyisipkan iklan pada smartphone buatannya.
Alasan hujatan yang dilayangkan kepada Xiami sangat simpel, yaitu mengganggu!
Sekarang ini, sepertinya para pengguna sudah mulai lazim melihat iklan yang terpampang jelas pada sistem operasi xiaomi.
Beberapa aplikasi sistem juga kedapatan mengirim notifikasi yang berupa iklan.
Iklan yang muncul ini sering kali mengganggu pengalaman menggunakan smartphone.
Meski mendapat banyak kecaman dan kritik dari berbagai pihak, Xiaomi sepertinya tidak menggubris. Xiaomi tetap menayangkan iklan pada sistem operasi mereka.
Bahkan, HyperOS sistem operasi terbaru mereka yang digadang- gadang bebas iklan, kenyataannya asih bertebaran iklan.
Hal tersebut sangat mungkin wajar mengingat harga yang dibanderol Xiaomi jauh lebih rendah dibandingkan para kompetitornya.
Lagi pula, Xiaomi memosisikan diri mereka sebagai perusahaan internet atau internet compay.
Hanya saja kehadiran iklan pada smartphone Xiaomi tak hanya ditemui pada smartphone kelas low end saja. Pengguna smartphone flagship sekali waktu menemui iklan di dalamnya.
Menyisipkan iklan ke dalam perangkat buatan mereka, membuat Xiaomi untung besar.
Apalagi, pengguna aktif mereka pada kuartal pertama 2024 di seluruh dunia mencapai 658,1 juta, termasuk pengguna dari Tiongkok.
Dalam laporannya, keuntungan Xiaomi pada kuartal pertama tahun ini meningkat sebesar 14 persen dari kuartal sebelumnya.
Pendapatan RMB Xiaomi juga meningkat 8 miliar.
Peningkatan ini berasal dari beberapa layanan internet Xiaomi seperti distribusi iklan pada game seluler, e-commerce, fintech. dan beberapa produk Xiaomi lainnya.
Namun, penyumbatan keuntungan terbesar Xiaomi tak lain dari adanya iklan tersebut.
"Xiaomi berada pada posisi yang tepat untuk memperluas portofolio bisnis internetnya melalui layanan termasuk pengiklanan, pembayaran, distribusi aplikasi dan game, dan integrasi konten" tulis South China Morning Post di kutip dari sebuah postingan Facebook.
Pihak Xiaomi mengatakan bahwa mereka telah membangun sebuah ekosistem layanan internet global dan telah memperluas layanannya kepada para pengguna dan pengembang semua jenis perangkat melalui layanan terdiversifikasi.
Xiaomi juga menambahkan ekosistem ini akan membuat pengalaman pengguna menjadi lebih luar biasa.
Tak hanya pengguna, para pengembang dapat merasakan dampak langsung dari ekosistem ini.
Hasilnya, para pengembang akan secara nyata terus bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.
Meski demikian, banyak kerugian yang didapatkan Xiaomi dari iklan.
Banyak pengguna mereka yang merasa terganggu dengan kehadiran iklan tersebut. Ironisnya, cara ini banyak ditiru merek lain dari Tiongkok.
Jadi apa kalian merasa terganggu dengan kehadiran iklan pada smartphone Xiaomi? (*)