Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ini Alasan Blackberry Messenger Ditinggalkan Penggunanya dan Lebih Memilih Pindah ke WhatsApp

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 6 Juni 2024 | 22:10 WIB
Blackberry Messenger, salah satu aplikasi chat  yang tersisih karena pesatnya perkembangan teknologi.
Blackberry Messenger, salah satu aplikasi chat yang tersisih karena pesatnya perkembangan teknologi.

TUBAN-Teknologi komunikasi dituntut terus berinovasi seiring permintaan pasar.

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi juga menyisihkan banyak aplikasi chat.

Tersisihnya banyak aplikasi chat tersebut dipicu karena sulit beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi atau kalah bersaing dengan kompetitornya. Contohnya adalah BlackBerry Messenger (BBM).

Siapa yang tak kenal aplikasi perpesanan BBM?

Dilansir dari id.quora.com, BBM sangat populer pada 2013 saat CEO BlackBerry Thorsten Heins mengumumkan BBM sebagai aplikasi chat lintas platform.

Sebelum merambah ke platform Android dan iOS, BBM merupakan aplikasi chatting eksklusif untuk ponsel keluaran BlackBerry saja.

Dirilisnya BBM ke Android dan iOS adalah sebuah keputusan yang tepat.

Secara singkat kepopuleran BBM terus naik tiap bulannya.

BBM mengungguli kepopuleran aplikasi chatting, antara lain, WhatsApp, Line, Kakao Talk, ataupun We Chat.

Bak roda yang berputar, kepopuleran BBM kian lama kian merosot.

BBM tak mampu menahan para penggunanya pindah ke aplikasi chatting lain.

Beberapa pihak berpendapat dibukanya BBM lintas platform membuat ke eksklusivitasnya menjadi menurun.

Pendapat ini ditentang beberapa kalangan, BBM kian merosot karena mereka tak lagi sanggup berkompetisi dengan rivalnya.

Banyak yang menganggap redupnya BBM karena kurangnya pengembangan aplikasi itu sendiri.

Banyaknya bug yang dialami pengguna membuat pengalaman berkomunikasi dengan menggunakan aplikasi ini menjadi kurang maksimal.

Antarmuka pengguna juga dinilai terlalu kompleks bagi sebuah aplikasi chatting.

Sementara itu, rivalnya WhatsApp memiliki antarmuka yang jauh lebih simple dan minimalis dibandingkan BBM.

Alasan ini mungkin menjadi faktor menurunnya popularitas BBM. Kompleksnya antarmuka BBM karena banyak fitur yang dibawa aplikasi ini.

Fitur-fitur tersebut kadang tak selalu berguna bagi para penggunanya.

Terlebih, BBM merupakan sebuah aplikasi chatting bukan sebagai media sosial. Keluhan ini juga sepertinya lambat ditanggapi BlackBerry selaku pemilik BBM.

Banyaknya bug yang dilaporkan dan fitur-fitur yang tidak berguna seperti tidak pernah didengarkan BlackBerry.

BlackBerry seolah tutup mata dan malah menyematkan beberapa iklan di dalamnya.
Tidak dimungkiri iklan akan merusak sebuah pengalaman penggunanya.

Iklan-iklan ini cenderung mengganggu dan membuat tidak nyaman.

Tidak hanya soal iklan, fitur ikonik BBM, yakni Ping juga menjadi permasalahan.
BBM merupakan aplikasi chat yang berat pada zaman itu.

Di saat spesifikasi perangkat belum se-powerfull sekarang, BBM malah membuat aplikasi dengan tingkat kompleksitas tinggi dan banyak fitur sekaligus.

Hal ini membuat saat pengguna di- Ping orang lain dalam jumlah banyak, membuat perangkat mereka seketika nge-freeze karena tidak mampu memproses banyaknya Ping yang masuk bersamaan.

Faktor-faktor tersebut membuat secara perlahan BBM ditinggalkan para pengguna.

Lambatnya inovasi, kurangnya respon terhadap kritik, dan banyaknya fitur tak berguna membuat jenuh para penggunanya.

Di sisi lain, WhatsApp membuat aplikasi yang simple dan mudah digunakan.

Dirilisnya WhatsApp membuat aplikasi milik Meta ini terus mendapatkan popularitas seiring merosotnya BBM. (*)

Kondisi lantai panggung tirta wisata wisata Jombang yang pecah dan rusak
Kondisi lantai panggung tirta wisata wisata Jombang yang pecah dan rusak
Sukisman, seorang pande besi menyelesaikan pembuatan pisau di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (4/6).
Sukisman, seorang pande besi menyelesaikan pembuatan pisau di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (4/6).
Editor : Amin Fauzie
#whatsapp #blackberry messenger #aplkasi chat #bbm