TUBAN-Saat ini pengembang dan developer berlomba-lomba membuat sistem operasi sendiri. Tanpa terkecuali Google.
Google tak hanya mempunyai sistem operasi mobile Android.
Google juga memiliki sistem operasi lain yang dikhususkan untuk sebuah laptop.
Sistem operasi tersebut bernama Google Chrome OS atau yang sebelumnya disebut Chrome OS.
Dilansir dari Wikipedia, Chrome OS adalah sebuah distribusi Linux buatan Google sendiri.
Itu artinya Chrome OS merupakan bagian dari sistem operasi Linux.
Bedanya dengan distro Linux lainnya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang dibangun dengan menggunakan dasar chromonium buatan Google sendiri.
Uniknya Chrome OS menggunakan Browser Google Chrome sebagai antarmuka utamanya.
Chrome OS pertama kali dirilis Google pada 15 Juni 2011 atau 12 tahun silam. Sistem operasi ini mengalami pengembangan setiap tahunnya.
Chrome OS terkenal karena sangat ringan, sehingga bisa dipakai di laptop yang memiliki spesifikasi rendah.
Chrome OS bisa sangat ringan karena sistem operasi ini berbasis cloud service.
Itu artinya sebagian besar proses Chrome OS dilakukan secara daring.
Karena dibuat Google, maka integrasi dengan perangkat Android sangat mudah.
Sistem operasi ini sering hanya untuk mengolah dokumen dan tidak dianjurkan digunakan kegiatan berat.
Dikutip dari medium.com, berikut kelebihan dan kekurangan OS besutan Google ini.
Kelebihan Chrome OS:
1. Desain yang lebih simpel dan minimalis
Kala sistem operasi lain seperti Windows dan Mac OS menawarkan hal yang kompleks, berbeda dengan Chrome OS.
Chrome OS didesain seminimalis dan sesimpel mungkin agar mudah digunakan.
Sistem operasi ini mayoritas digunakan pada sektor pendidikan.
Karena itu, desain yang simple dan minimalis membuat pelajar semakin mudah belajar menggunakan Chrome OS.
2. Keamanan yang Ketat
Seperti disinggung di awal, Chrome OS didesain menggunakan sistem operasi Linux dan dipadukan dengan cromium milik Google.
Sistem operasi Linux terkenal dengan keamanannya yang sangat tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lain.
Hal serupa juga ditawarkan Chrome OS. Tingkat keamanan yang tinggi ini membuat penggunanya tidak perlu waswas berisiko terdampak kebocoran data atau terkena serangan malware.
3. Akses Offline
Walau Chrome OS didesain secara cloud service, namun sistem operasi ini tetap dapat berjalan dalam posisi offline.
Meski ada beberapa fitur dan proses yang tetap membutuhkan akses internet untuk dapat dijalankan.
Kekurangan Chrome OS:
1. Fitur Terbatas Saat Offline
Karena chrome OS adalah sistem operasi berbasis cloud, maka sistem operasi ini sangat bergantung pada ketersediaan jaringan internet.
Meski bisa diakses tanpa menggunakan internet, namun beberapa fitur tidak dapat digunakan secara maksimal.
Berbeda dengan sistem operasi lain, seperti Windows yang semua fiturnya masih tetap dapat berjalan meski tanpa internet.
Bagi pengguna yang ingin memiliki sistem operasi dengan desain yang simple dan mudah digunakan, Chrome OS menjadi pilihan yang sangat tepat.
Dapat berjalan dengan lancar dispesifikasi laptop yang rendah merupakan sebuah nilai lebih dari chrome OS.
Namun pengguna juga tetap harus memperhatikan kekurangan dari sistem operasi ini.
Adanya jaringan internet menjadi hal wajib yang harus diperhatikan penggunaan sebelum menggunakan OS besutan Google ini.
2. Kompatibilitas terhadap Perangkat Lunak
Salah satu faktor mendasar yang menjadi masalah Chrome OS adalah terbatasnya perangkat lunak yang tersedia.
Banyak developer dan pengembang aplikasi enggan membuat aplikasi untuk sistem operasi ini.
Karena terbatasnya aplikasi pihak ketiga untuk Chrome OS, maka tidak banyak pilihan lain, selain aplikasi buatan Google sendiri yang telah terinstal secara native.
Kalian tidak akan menemukan aplikasi populer seperti Microsoft Office, Photoshop, atau aplikasi populer lainnya. (*)