TUBAN-Perkembangan teknologi seperti menjadi pedang bermata dua.
Di satu sini, perkembangan teknologi memudahkan manusia, di sisi lain membawa dampak buruk.
Salah satu dampak burukperkembangan teknologi adalah munculnya judi online.
Seperti namanya, judi online adalah sebuah perjudian secara online. Banyak dampak buruk yang ditimbulkan dari judi online.
Paling fatal, orang yang terjerat judi ini mengalami kehancuran finansial, emosional, bahkan merusak fisik.
Cukup banyak kasus kriminal yang muncul di media akibat kekalahan bermain judi online.
Mereka rela melakukan apa saja, bahkan tak segan menghabisi nyawa orang lain demi ambisinya sendiri.
American Psychiatric Association mengatakan, judi online sama halnya dengan gangguan yang disebabkan oleh penggunaan obat terlarang dan alkohol.
Kenapa jeratan judi online tak ada habisnya menguras finansial korbannya? Dikutip dari akun X @HabisNontonFilm, Berikut alasannya:
1. Gamblers Falacy
Gamblers Falacy atau kekeliruan penjudi menjadi faktor pertama yang membuat seseorang mengalami kecanduan judi online.
Gamblers Falacy adalah keyakinan seseorang untuk mendapat keuntungan dari hasil sebelumnya.
Intinya, jika seseorang sudah mengalami kekalahan sebanyak 5 kali, maka mereka yakin pada permainan ke-6 akan mendapatkan kemenangan dan seterusnya.
Mereka seakan percaya kalau kemenangan akan datang setelah mengalami kekalahan.
Hal tersebut membuat mereka tak sadar telah menghabiskan begitu banyak waktu dan uang untuk mencari sebuah kemenangan semu.
2. Ilusi Semu
Illusion of control atau Ilusi semu adalah sebuah keadaan seseorang memercayai sebuah benda atau hal lain yang dapat membawa keberuntungan.
Orang yang mengalami ini sangat erat kaitannya dengan tahayul, atau kepercayaan paranormal.
Contohnya seperti saat seseorang mengalami mimpi sesuatu lalu menggunakan isi dari mimpi itu di perjudian dan berharap mendapatkan kemenangan.
Atau juga bisa melempar dadu secara pelan agar mengeluarkan angka yang kecil.
Perasaan tersebut juga dapat membuat kecanduan para penjudi.
3. Kemenangan Semu
Selain ilusi semu, ada juga yang namanya kemenangan semu.
Kemenangan semu adalah sebuah sistem dari judi.
Para operator judi akan memberikan sesekali kemenangan kecil untuk membuat penjudi tersebut akan terus memainkan judi.
Hal tersebut juga membuat penjudi akan menyimpan memori kemenangannya, padahal secara tidak sadar mereka telah menghabiskan banyak uang disana.
4. Efek Dopamin
Para penjudi biasanya merasa tegang saat akan mendapatkan hasil dari judi tersebut.
Tidak peduli kalah atau menang rasa tegang ini membuat dopamin di otak meningkatkan secara drastis.
Efeknya, penjudi akan merasa bahagia saat melakukan kegiatan perjudian.
Lama-lama rasa bahagia itu menjadi bagian penting mengapa mereka akan terus melakukan judi, tidak peduli mereka menang atau kalah.
5. Mudahnya Akses
Hal yang menjadi masalah adalah mudahnya mengakses judi online.
Berbagai website bahkan aplikasi mobile banyak menawarkan judi online.
Penawaran judi online juga banyak dilakukan sales sebuah website judi dengan mengirimkan chat melalui media sosial.
Mereka juga tak segan meng-endorse beberapa influencer atau konten kreator lain untuk mempromosikan website mereka.
Situs judi online juga berani menawarkan uang puluhan juta rupiah hanya agar situs mereka bisa terpampang dan dilihat oleh orang banyak.
Pada akhir tahun lalu, Kominfo mengatakan telah memblokir 9000 situs judi online.
Namun kenyataannya, masih banyak beredar situs atau aplikasi yang menyediakan judi online di masyarakat.
Judi online seperti halnya lingkaran setan yang tanpa ujung.
Kesenjangan ekonomi dan kurang efektifnya pemerintah dalam memberantas judi online menjadikan bisnis ini masih subur Indonesia.
Pengetahuan masyarakat tentang judi juga perlu dibenahi agar kasus yang menghilangkan nyawa, kerugian materi, dan bahkan gangguan jiwa dapat dikurangi. (*)