TUBAN-Facebook adalah layanan media sosial milik raksasa teknologi, Meta.
Jejaring media sosial Facebook didirikan Mark Zuckerberg bersama temannya pada 2004.
Awalnya, Facebook booming dan mempunyai pengguna terbanyak pada 2010 sampai 2017.
Banyak generasi saat itu yang memanfaatkan Facebook sebagai platform berkomunikasi maupun sekadar menunjukkan eksistensinya.
Sayangnya, Facebook kini mulai ditinggalkan. Popularitasnya pun meredup.
Sebuah riset dari Pew Research Center pada akhir tahun lalu mengatakan generasi muda sekarang cenderung lebih memilih platform media sosial lain seperti Instagram dan TikTok.
Menurunnya Jumlah Pengguna
Berkurangnya pengguna Facebook tak terlepas dari hype-nya media sosial lain.
Platform media sosial baru menawarkan fitur yang lebih menarik. Instagram, misalnya, menjadi media sosial paling populer saat ini.
Instagram menawarkan berbagai konten menarik tanpa harus mengikuti akun tersebut.
Berbeda dengan Facebook yang mewajibkan pengguna untuk mengikuti sebuah akun guna melihat semua kontennya.
Hal ini membuat pengguna Facebook sulit untuk mengikuti apa yang saat ini menjadi viral dan trending.
Update status di Facebook dinilai banyak orang sebagai cara kuno untuk berekspresi. Pengguna sekarang lebih memilih menuliskan ide atau pendapatnya di platform lain seperti WhatsApp.
Perubahan kebiasaan ini membuat kita jarang menemukan opini atau pendapat pengguna lain di Facebook.
Banyaknya hoax dan kampanye hitam juga menjadi alasan lain kenapa Facebook mulai ditinggalkan.
Sebenarnya masalah ini banyak terjadi di platform media sosial lainnya. Hanya saja, Facebook sering dikeluhkan karena mayoritas penggunanya yang sering salah membedakan mana berita hoax dan berita sungguhan.
Facebook dianggap tidak berkembang. Walau pada dasarnya Facebook telah berinovasi dengan menghadirkan fitur baru yang sangat mirip dengan platform media sosial lainnya.
Faktor lain yang memicu berkurangnya pengguna Facebook adalah jarangnya artis atau influencer yang mempunyai akun Facebook.
Biasanya, para influencer atau artis menggunakan media sosial lain, hal ini secara otomatis menarik para fansnya untuk menggunakan platform media sosial yang sama.
Tingkat learning curve Facebook yang tinggi juga memengaruhi penurunan penggunanya.
Berbeda dengan Instagram dan TikTok yang lebih sederhana, Facebook memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan media sosial lain, sehingga membuat pengguna baru merasa kebingungan dan susah untuk menggunakannya.
Kenapa Facebook masih eksis hingga sekarang?
Walau kehilangan pengguna setiap tahun, namun Facebook tetap eksis hingga sekarang.
Faktor nostalgia dan berkembangnya fitur-fitur Facebook merupakan salah satu alasannya.
Contohnya adalah marketplace. Berbeda dengan e-commerce, marketplace Facebook menawarkan hal yang berbeda.
Penjual dan pembeli dapat secara langsung bertemu dan bertatap muka guna menyelesaikan transaksinya.
Hal ini karena marketplace Facebook menawarkan barang dengan lokasi yang dekat dengan pengguna.
Dengan demikian, pengguna dapat secara langsung bertemu dengan penjual tanpa harus merogoh kocek untuk ongkos kirim.
Fitur lain yang membuat Facebook tetap eksis adalah Grub. Grub Facebook menjadi ciri khas platform media sosial itu dari dulu.
Ini menjadikan Facebook unik, karena pengguna dapat membuat sebuah grup dengan sangat mudah.
Berkumpulnya pengguna dengan hobi atau kegemaran yang sama dalam satu grup membuat sharing informasi dan diskusi dapat dilakukan dengan mudah.
Di tengah gempuran platform media sosial lainnya, Facebook tetap kokoh berdiri dengan keunikannya sendiri.
Jadi apakah kalian masih pengguna Facebook atau sudah pindah ke platform lain? (*)