Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gemini Akhirnya Support Bahasa Indonesia. Apa Bedanya dengan Chat GPT?

Andika Julia Perdana Putra • Senin, 27 Mei 2024 | 21:48 WIB
Gemini, AI buatan Google yang sebelumnya bernama Google Bard kini resmi mendukung bahasa Indonesia.
Gemini, AI buatan Google yang sebelumnya bernama Google Bard kini resmi mendukung bahasa Indonesia.

TUBAN-Gemini, AI buatan Google yang sebelumnya bernama Google Bard kini resmi mendukung bahasa Indonesia.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu, Google Gemini hanya mendukung bahasa Inggris.

Google Gemini akan menggantikan Google Asisten yang terpasang di perangkat Android.

Google Deepmind menyebut Gemini adalah proyek kecerdasan buatan paling cakap dan umum yang pernah dibuat.

Layaknya seperti Google Asisten, cara mengakses Gemini hanya dengan menyentuh lama tombol home atau dengan cara usap dari pojok bawah layar smartphone jika menggunakan navigasi gestur.

Update Google Gemini sudah tersedia di Play Store.

Pengguna dapat memberi perintah berupa suara atau tulisan, serta dapat melampirkan sebuah foto.

Apa bedanya dengan Chat GPT?

Google mengintegrasikan Gemini dengan smartphone Android secara langsung.

Hal ini menjadi sebuah keuntungan karena pengguna tak perlu meng-instal aplikasi tambahan untuk mengaksesnya.

Berbeda dengan Chat GPT, karena pengguna harus meng-instal aplikasinya terlebih dahulu dari Play Store.

Model arsitektur antara Gemini dan Chat GPT juga berbeda.

Gemini dirancang Google untuk mengenali suara serta gambar atau video yang di-input pengguna.

Hal tersebut membuat Gemini mempunyai kompleksitas yang lebih unggul dibandingkan Chat GPT.

Kompleksitas itu juga membuat kecerdasan buatan milik Google ini mampu menjalankan tugas yang lebih banyak.

Sementara itu, Chat GPT dirancang menggunakan GPT (Generative Pre-trained Transformer) yang mampu menghasilkan teks serupa buatan manusia, menjawab pertanyaan, dan terlibat dalam percakapan.

Google Gemini terintegrasi dengan mesin pencari Google yang membuat kecerdasan buatan ini mempunyai resource yang sangat besar.

Efek tersebut membuat Gemini mampu menjawab dan mengerjakan tugas dengan lebih akurat.

Sulit bagi Chat GPT untuk menyaingi resource yang besar milik Gemini.

Namun, Chat GPT memiliki model bahasa yang jauh lebih banyak dibandingkan Gemini.

Kecerdasan buatan milik Open AI ini mempunyai API yang bertujuan mengintegrasikan Chat GPT dengan aplikasi lain.

Karena itu, bukan tak mungkin beberapa aplikasi terkenal akan mempunyai Chat GPT-nya sendiri.

Gaya berdialog antara dua AI ini pun berbeda.

Gemini mempunyai gaya dialog secara formal dan terstruktur.

Dengan resource yang banyak membuat Gemini mempunyai keakuratan informasi yang baik.

Gemini juga mempunyai fitur yang dapat mengekspor jawabannya ke dalam tools lain seperti Google Drive atau Google Docs.

Lain halnya dengan Chat GPT yang mempunyai gaya dialog yang cenderung lebih santai dan fleksibel.

Gaya dialog tersebut menghasilkan percakapan interaktif bagi pengguna.

Namun, di sisi lain informasi yang diberikan terkadang tidak konsisten karena minimnya resource diberikan Open AI.

Namun, ada satu kesamaan dari kedua AI ini. Keduanya belum support generatif image, atau dengan kata lain belum support untuk membuat sebuah gambar.

Berbeda dengan AI milik Microsoft, Copilot yang mempunyai fitur tersebut sejak hari perilisannya.

Dari semua perbedaan di atas antara Chat GPT dan Gemini memiliki keunggulan dan kelemahannya masing- masing.

Pengguna dapat dengan mudah memanfaatkan teknologi AI tersebut.

Dan, tentu saja tidak lupa untuk selalu mengecek sendiri keakuratan dan validasi informasi yang diberikan sebuah AI. (*)

KOMPAK: Momen kebersamaan civitas akademika saat purnawiyata SMAN 1 Kalidawir.
KOMPAK: Momen kebersamaan civitas akademika saat purnawiyata SMAN 1 Kalidawir.
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#Chat GPT #ai #google gemini