RADARBONANG.ID, AUSTIN – Max Verstappen akan menghadapi perubahan penting di balik kemudi Red Bull Racing ketika Formula 1 memasuki Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas, Austin, Texas.
Tom Hart dijadwalkan mengambil alih tugas sebagai race engineer Verstappen dalam tiga seri mendatang, yakni GP Amerika Serikat, GP Brasil, dan GP Las Vegas, sebagai bagian dari persiapan Red Bull menghadapi perubahan struktur teknis tim.
Perubahan tersebut membuat Verstappen tidak lagi menerima arahan melalui radio dari Gianpiero Lambiase dalam ketiga balapan tersebut, sosok yang selama bertahun-tahun menjadi rekan komunikasi utamanya di lintasan.
Meski demikian, Lambiase tidak langsung meninggalkan tim maupun sirkuit, karena ia masih akan menjalankan tanggung jawabnya sebagai Head of Racing Red Bull.
Baca Juga: Verstappen Menang Dua Seri Beruntun, Ancaman bagi Pesaing Mulai Terlihat
Menurut laporan RacingNews365, pergantian sementara ini menjadi bagian dari proses transisi sebelum Hart mengambil peran tersebut secara lebih permanen pada musim 2027.
Hart bukan sosok asing bagi Verstappen, sebab ia sebelumnya bekerja dekat dengan pembalap asal Belanda itu sebagai performance engineer.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Hart untuk memahami karakter mobil, pendekatan teknis, serta kebutuhan komunikasi Verstappen selama akhir pekan balapan.
Dalam Formula 1, race engineer memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi melalui radio.
Ia menjadi penghubung utama antara pembalap dan tim teknis, termasuk menyampaikan data kendaraan, kondisi ban, strategi pit stop, hingga perubahan situasi ketika balapan berlangsung.
Keputusan yang harus disampaikan sering kali perlu dilakukan dalam waktu singkat, sehingga pemahaman terhadap kebiasaan dan respons pembalap menjadi salah satu faktor penting.
Hubungan Verstappen dan Lambiase selama ini dikenal sangat erat, dengan keduanya kerap terlibat dalam komunikasi langsung dan tegas ketika menghadapi tekanan balapan.
Kolaborasi mereka telah menghasilkan puluhan kemenangan Grand Prix serta empat gelar juara dunia Verstappen, menjadikan pasangan tersebut salah satu kombinasi pembalap dan race engineer paling sukses di Formula 1.
Baca Juga: Antonelli Unggul 102 Poin, Gelar Juara Dunia F1 Bisa Ditentukan di Austin
Karena itu, perubahan suara di radio bukan sekadar pergantian personel, melainkan juga ujian terhadap kemampuan tim mempertahankan pola kerja yang selama ini terbentuk.
Namun, Red Bull memiliki keuntungan karena Hart sudah memahami lingkungan kerja Verstappen dan tidak harus memulai proses adaptasi dari awal.
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi komunikasi efektif ketika menghadapi situasi balapan yang kompleks, terutama saat strategi harus berubah akibat degradasi ban, safety car, atau persaingan posisi.
Perubahan ini juga berkaitan dengan rencana jangka panjang Red Bull setelah Lambiase menerima posisi senior di McLaren.
Lambiase dijadwalkan bergabung dengan McLaren pada 2028 sebagai chief racing officer, meskipun kemungkinan percepatan kepindahannya pernah menjadi bahan pembicaraan dalam laporan media Formula 1.
Baca Juga: Rossi Hadapi Verstappen di GT3, Dua Legenda Balap Siap Berbagi Lintasan
Sementara itu, Red Bull telah menyiapkan Hart sebagai penerus tugas race engineer Verstappen mulai 2027, sehingga tiga balapan terakhir yang ditanganinya pada musim ini menjadi kesempatan untuk membangun kesinambungan kerja.
Austin menjadi ujian pertama bagi susunan baru tersebut, sebelum tantangan berlanjut ke Brasil dan Las Vegas.
Bagi Verstappen, fokus utamanya tetap pada performa di lintasan, sementara Hart harus membuktikan bahwa ia mampu memberikan arahan yang tepat tanpa mengganggu ritme kerja pembalap.
Hasil dari tiga seri tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai kesiapan Red Bull menghadapi perubahan besar dalam struktur komunikasi teknisnya.
Editor : Adib TurmudziSumber : racingnews365.com