RADARBONANG.ID, LOMBOK – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 kembali berubah setelah Grand Prix Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu (11/10), menghadirkan hasil yang berbeda dari persaingan pada balapan sprint sehari sebelumnya.
Jorge Martin berhasil merebut kembali posisi teratas klasemen setelah finis ketiga dalam balapan utama, sedangkan Marc Marquez harus puas menyelesaikan lomba di urutan keenam.
Baca Juga: Verstappen Racing Menuju Portimao, Peluang Max Verstappen di GT3 Kembali Jadi Sorotan
Perbedaan hasil tersebut membuat Martin kembali memimpin kejuaraan dengan mengumpulkan 355 poin, hanya unggul dua poin atas Marquez yang telah mengoleksi 353 poin.
Situasi ini memperlihatkan betapa tipisnya persaingan kedua pembalap menjelang fase akhir musim, ketika satu hasil balapan dapat langsung mengubah posisi teratas klasemen.
Sebelum balapan utama dimulai, Marquez sebenarnya memiliki momentum lebih baik setelah memenangi sprint Mandalika pada Sabtu (10/10).
Kemenangan tersebut membawanya mengambil alih posisi pemuncak klasemen sementara dengan keunggulan empat poin atas Martin.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah keduanya menghadapi situasi berbeda sepanjang balapan utama yang berlangsung selama 27 lap.
Martin mampu menjaga konsistensi hingga finis di podium, sementara Marquez kesulitan mengikuti kecepatan para pembalap terdepan dan terlibat persaingan ketat dengan Pedro Acosta.
Marquez akhirnya menyelesaikan lomba di posisi keenam, hasil yang membuatnya kehilangan kembali posisi teratas klasemen meskipun berhasil mengakhiri catatan buruknya di Mandalika.
Sebelumnya, pembalap Ducati Lenovo Team tersebut belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP di sirkuit Indonesia itu sejak pertama kali masuk kalender kejuaraan pada 2022.
Kali ini, Marquez berhasil mencapai garis finis, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk mempertahankan momentum yang diperolehnya melalui kemenangan sprint.
Di sisi lain, Martin memanfaatkan peluang dengan mengamankan podium ketiga di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez.
Hasil itu juga memperlihatkan kuatnya performa Aprilia di Mandalika, setelah empat pembalap yang menggunakan motor pabrikan tersebut menguasai empat posisi teratas.
Baca Juga: Vinicius Junior Belum Tampil Maksimal, Jose Mourinho Akui Sedih dan Tak Ingin Menyerah
Bezzecchi keluar sebagai pemenang setelah menyalip Fernandez ketika balapan menyisakan sembilan lap.
Fernandez, yang membela tim satelit Trackhouse, tetap mampu mempertahankan posisi kedua meskipun harus menjalani balapan dengan dua jari tangan kanan yang mengalami patah tulang.
Martin kemudian menyelesaikan lomba di posisi ketiga, diikuti Ai Ogura yang melengkapi dominasi Aprilia dengan finis keempat.
Bagi Martin, podium tersebut memiliki arti penting karena memberinya kembali keunggulan dalam persaingan gelar tanpa harus memenangi balapan.
Sementara itu, Marquez masih memiliki peluang membalikkan keadaan karena selisih dua poin dapat berubah dalam satu akhir pekan balapan.
Baca Juga: Bung Rayana dan Romansa Serie A, Bukan Sekadar Sepak Bola
Dengan enam putaran tersisa setelah seri Mandalika, konsistensi menjadi faktor penting bagi kedua pembalap untuk menjaga peluang meraih gelar juara dunia.
Martin perlu mempertahankan keunggulan tipisnya, sedangkan Marquez harus memaksimalkan hasil balapan berikutnya agar tidak membiarkan rivalnya memperlebar jarak.
Putaran selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Grand Prix Australia pada 23–25 Oktober.
Balapan di Phillip Island akan menjadi ujian berikutnya bagi keduanya, sekaligus kesempatan untuk kembali mengubah arah perebutan gelar MotoGP 2026.
Editor : Adib TurmudziSumber : motogp.com