Verstappen Menang Dua Seri Beruntun, Ancaman bagi Pesaing Mulai Terlihat

Adib Turmudzi • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:02 WIB
Max Verstappen merayakan kemenangan Grand Prix Singapura 2026 bersama Red Bull Racing di Sirkuit Marina Bay. Hasil tersebut menjadi kemenangan keduanya secara beruntun setelah sebelumnya menjuarai GP Bahrain. (Formula 1)
Max Verstappen merayakan kemenangan Grand Prix Singapura 2026 bersama Red Bull Racing di Sirkuit Marina Bay. Hasil tersebut menjadi kemenangan keduanya secara beruntun setelah sebelumnya menjuarai GP Bahrain. (Formula 1)

 

RADARBONANG.ID, SINGAPURA – Max Verstappen kembali menunjukkan bahwa dirinya belum kehilangan daya saing dalam perebutan kemenangan Formula 1 2026.

Pembalap Red Bull Racing tersebut sukses memenangi Grand Prix Singapura pada Minggu (11/10), sekaligus melanjutkan tren positif setelah meraih kemenangan pada seri Bahrain sepekan sebelumnya.

Dua kemenangan beruntun itu menjadi sinyal bahwa Verstappen masih mampu memanfaatkan peluang ketika mobil dan strategi timnya bekerja secara efektif.

Keberhasilan di Marina Bay juga memiliki arti tersendiri karena Singapura merupakan salah satu sirkuit yang belum pernah dimenanginya sepanjang karier di Formula 1.

Verstappen mengawali balapan dari posisi terdepan dan mampu mempertahankan keunggulan ketika mendapat tekanan awal dari Charles Leclerc yang membela Ferrari.

Setelah melewati fase awal tanpa kehilangan posisi, pembalap asal Belanda tersebut perlahan membangun jarak dengan para pesaingnya.

Strategi pit stop Red Bull turut mendukung jalannya balapan. Pergantian ban dari kompon lunak ke medium berlangsung tanpa kendala berarti sehingga Verstappen dapat kembali melanjutkan lomba di posisi terdepan.

Meski menghadapi gangguan komunikasi radio, Verstappen tetap mampu mengendalikan situasi dengan bantuan informasi dari pit board tim.

Ia akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang, diikuti Leclerc di posisi kedua dan Kimi Antonelli dari Mercedes yang mengamankan podium ketiga.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-73 Verstappen di Formula 1 dan diraihnya pada penampilan Grand Prix ke-250.

Catatan itu memperlihatkan pengalaman serta kemampuannya mengelola balapan, terutama ketika harus mempertahankan posisi di tengah tekanan dari pembalap lain.

Sebelum balapan utama, Verstappen juga memenangi Sprint Singapura yang berlangsung dalam kondisi hujan.

Sprint tersebut menghadirkan sejumlah insiden, termasuk kecelakaan George Russell ketika memimpin lomba pada lap pertama serta kontak antara rekan setim McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris.

Verstappen mampu melewati situasi yang tidak menentu tersebut untuk mengamankan kemenangan Sprint, kemudian mengulang keberhasilannya dalam balapan utama.

Baca Juga: Verstappen Racing Menuju Portimao, Peluang Max Verstappen di GT3 Kembali Jadi Sorotan

Kendati demikian, dua kemenangan beruntun tidak serta-merta menjadikan Verstappen sebagai kandidat terdepan dalam perebutan gelar musim ini.

Persaingan klasemen masih memberikan keuntungan besar kepada Antonelli, yang memperlebar keunggulan atas Russell menjadi 102 poin setelah GP Singapura.

Situasi tersebut membuat Verstappen memiliki dua sasaran berbeda pada sisa musim, yakni terus mengumpulkan kemenangan dan memaksimalkan hasil ketika para pesaingnya kehilangan poin.

Bagi Red Bull, performa di Bahrain dan Singapura juga menjadi modal penting untuk menguji konsistensi paket mobil dalam karakter sirkuit yang berbeda.

Namun, tantangan berikutnya akan kembali menguji kemampuan tim menjaga kecepatan, strategi ban, serta keandalan mobil sepanjang akhir pekan balapan.

Grand Prix Amerika Serikat di Austin pada 23–25 Oktober akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Verstappen untuk mempertahankan momentumnya.

Jika tren positif tersebut berlanjut, ia dapat semakin mengganggu perhitungan para rival sekaligus menambah tekanan dalam persaingan menuju akhir musim Formula 1 2026.

, SINGAPURA – Max Verstappen kembali menunjukkan bahwa dirinya belum kehilangan daya saing dalam perebutan kemenangan Formula 1 2026.

Pembalap Red Bull Racing tersebut sukses memenangi Grand Prix Singapura pada Minggu (11/10), sekaligus melanjutkan tren positif setelah meraih kemenangan pada seri Bahrain sepekan sebelumnya.

Dua kemenangan beruntun itu menjadi sinyal bahwa Verstappen masih mampu memanfaatkan peluang ketika mobil dan strategi timnya bekerja secara efektif.

Baca Juga: Vinicius Junior Belum Tampil Maksimal, Jose Mourinho Akui Sedih dan Tak Ingin Menyerah

Keberhasilan di Marina Bay juga memiliki arti tersendiri karena Singapura merupakan salah satu sirkuit yang belum pernah dimenanginya sepanjang karier di Formula 1.

Verstappen mengawali balapan dari posisi terdepan dan mampu mempertahankan keunggulan ketika mendapat tekanan awal dari Charles Leclerc yang membela Ferrari.

Setelah melewati fase awal tanpa kehilangan posisi, pembalap asal Belanda tersebut perlahan membangun jarak dengan para pesaingnya.

Strategi pit stop Red Bull turut mendukung jalannya balapan. Pergantian ban dari kompon lunak ke medium berlangsung tanpa kendala berarti sehingga Verstappen dapat kembali melanjutkan lomba di posisi terdepan.

Meski menghadapi gangguan komunikasi radio, Verstappen tetap mampu mengendalikan situasi dengan bantuan informasi dari pit board tim.

Ia akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang, diikuti Leclerc di posisi kedua dan Kimi Antonelli dari Mercedes yang mengamankan podium ketiga.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-73 Verstappen di Formula 1 dan diraihnya pada penampilan Grand Prix ke-250.

Catatan itu memperlihatkan pengalaman serta kemampuannya mengelola balapan, terutama ketika harus mempertahankan posisi di tengah tekanan dari pembalap lain.

Sebelum balapan utama, Verstappen juga memenangi Sprint Singapura yang berlangsung dalam kondisi hujan.

Sprint tersebut menghadirkan sejumlah insiden, termasuk kecelakaan George Russell ketika memimpin lomba pada lap pertama serta kontak antara rekan setim McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris.

Verstappen mampu melewati situasi yang tidak menentu tersebut untuk mengamankan kemenangan Sprint, kemudian mengulang keberhasilannya dalam balapan utama.

Kendati demikian, dua kemenangan beruntun tidak serta-merta menjadikan Verstappen sebagai kandidat terdepan dalam perebutan gelar musim ini.

Persaingan klasemen masih memberikan keuntungan besar kepada Antonelli, yang memperlebar keunggulan atas Russell menjadi 102 poin setelah GP Singapura.

Baca Juga: Bung Rayana dan Romansa Serie A, Bukan Sekadar Sepak Bola

Situasi tersebut membuat Verstappen memiliki dua sasaran berbeda pada sisa musim, yakni terus mengumpulkan kemenangan dan memaksimalkan hasil ketika para pesaingnya kehilangan poin.

Bagi Red Bull, performa di Bahrain dan Singapura juga menjadi modal penting untuk menguji konsistensi paket mobil dalam karakter sirkuit yang berbeda.

Namun, tantangan berikutnya akan kembali menguji kemampuan tim menjaga kecepatan, strategi ban, serta keandalan mobil sepanjang akhir pekan balapan.

Grand Prix Amerika Serikat di Austin pada 23–25 Oktober akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Verstappen untuk mempertahankan momentumnya.

Jika tren positif tersebut berlanjut, ia dapat semakin mengganggu perhitungan para rival sekaligus menambah tekanan dalam persaingan menuju akhir musim Formula 1 2026.

Editor : Adib Turmudzi
Sumber : Formula1.com
Hasil GP Singapura 2026 Kemenangan Max Verstappen Formula 1 2026 max verstappen red bull racing