RADARBONANG.ID, SINGAPURA - George Russell menghadapi tantangan besar menjelang Formula 1 GP Singapura akhir pekan ini setelah Mercedes diperkirakan harus mengganti power unit mobilnya, yang berpotensi membuat pembalap Inggris tersebut memulai balapan dari barisan belakang.
Situasi itu menjadi pukulan baru bagi Russell yang sebelumnya sudah kehilangan banyak poin akibat gagal finis di Bahrain Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang.
Ketika itu, Russell sedang berada di posisi ketiga dan berpeluang besar meraih podium sebelum masalah power unit memaksanya menghentikan mobil saat balapan menyisakan lima lap.
Kegagalan tersebut membuat Russell kehilangan poin penting dalam perebutan gelar juara dunia.
Saat ini, pembalap Mercedes tersebut tertinggal 84 poin dari rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang masih memimpin klasemen pembalap.
Baca Juga: Software Bug Sepang Disorot FIA, Sistem F1 2026 Jadi Perhatian
Masalah bagi Russell tidak berhenti di Sepang.
Mercedes mengonfirmasi bahwa Russell telah menghabiskan jatah empat power unit yang diperbolehkan untuk satu musim.
Artinya, penggunaan mesin baru di Singapura akan membuatnya terkena penalti grid.
Mercedes sebenarnya berencana mengambil penalti tersebut pada GP Amerika Serikat di Austin, sirkuit yang lebih memungkinkan untuk melakukan overtaking.
Namun, kegagalan mesin di Sepang memaksa tim mempercepat keputusan tersebut.
Jika penalti benar-benar diterapkan di Marina Bay, Russell diperkirakan harus start dari barisan paling belakang pada balapan utama Minggu.
Situasi ini menjadi semakin sulit karena karakter Sirkuit Marina Bay terkenal sempit dan tidak mudah digunakan untuk menyalip.
Baca Juga: GP Singapura Jadi Ujian Baru F1, Sprint dan Balapan Malam Siap Hadir di Marina Bay
Data Formula 1 menunjukkan sebagian besar pemenang GP Singapura memulai balapan dari posisi depan, bahkan 11 dari 16 balapan di sirkuit tersebut dimenangkan oleh pembalap yang start dari pole position.
Russell sendiri memiliki kenangan manis di Singapura.
Ia memenangi GP Singapura musim lalu setelah start dari pole position.
Namun, kondisi kali ini jauh berbeda.
Alih-alih memulai dari barisan depan, Russell justru harus berjuang dari belakang sambil mencoba menjaga peluang dalam perebutan gelar.
Mercedes masih menyelidiki penyebab pasti kerusakan power unit yang terjadi di Sepang.
Deputi Team Principal Mercedes, Bradley Lord, mengatakan investigasi awal menunjukkan adanya kegagalan mekanis, tetapi tim masih mempelajari akar masalahnya.
Selain masalah reliabilitas, Mercedes juga belum sepenuhnya puas dengan performa mobil mereka.
Upgrade yang dibawa tim di Sepang justru belum menghasilkan peningkatan yang diharapkan.
Toto Wolff bahkan mengakui bahwa Mercedes masih mencari jawaban mengenai performa mobil W17 setelah mengalami kesulitan dalam sesi kualifikasi.
Kondisi tersebut membuat tugas Russell semakin berat.
Ia tidak hanya harus menghadapi penalti, tetapi juga harus beradaptasi dengan mobil yang belum sepenuhnya konsisten.
Baca Juga: Antonelli Unggul 84 Poin, Russell Mulai Tertekan dalam Perebutan Gelar F1
Di sisi lain, Antonelli justru datang ke Singapura dengan kepercayaan diri tinggi setelah finis kedua di Sepang.
Keunggulan 84 poin membuat pembalap Italia itu memiliki ruang yang lebih nyaman dalam perebutan gelar.
Namun, Formula 1 musim 2026 sudah beberapa kali menghadirkan kejutan.
Antonelli sendiri pernah memenangi GP Italia meski memulai balapan dari posisi ke-19 akibat penalti mesin.
Russell tentu berharap dapat melakukan hal serupa di Marina Bay.
Tantangannya adalah GP Singapura menggunakan format Sprint, sehingga kesempatan meraih poin menjadi lebih banyak, tetapi risiko kehilangan poin juga semakin besar.
Dengan tujuh seri tersisa setelah Singapura, peluang Russell memang belum sepenuhnya tertutup.
Namun, jika ia benar-benar start dari belakang dan gagal meraih poin besar, maka keunggulan Antonelli bisa semakin sulit dikejar.
GP Singapura pun berpotensi menjadi salah satu momen penentu dalam perebutan gelar Formula 1 musim 2026.
Editor : Adib TurmudziSumber : reuters.com