Verstappen Tercepat di FP1, Leclerc Balikkan Keadaan pada FP2 Sepang

Adib Turmudzi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Max Verstappen melaju di Sirkuit Internasional Sepang saat sesi latihan bebas pertama Bahrain Grand Prix 2026 di Malaysia, Jumat (2/10/2026), setelah menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 37,520 detik. (XPB Images)
Max Verstappen melaju di Sirkuit Internasional Sepang saat sesi latihan bebas pertama Bahrain Grand Prix 2026 di Malaysia, Jumat (2/10/2026), setelah menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 37,520 detik. (XPB Images)

 

 

RADARBONANG.ID, Sepang - Persaingan Formula 1 di Sirkuit Internasional Sepang langsung menunjukkan perubahan setelah dua sesi latihan bebas Bahrain Grand Prix in Malaysia berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Max Verstappen membuka hari dengan menjadi pembalap tercepat pada FP1, sebelum Charles Leclerc membawa Ferrari ke posisi teratas dalam sesi kedua.

Leclerc mencatat waktu 1 menit 37,528 detik pada FP2 untuk mengungguli Isack Hadjar dari Red Bull dengan selisih hanya 0,099 detik.

Lando Norris kemudian menempati posisi ketiga dengan jarak 0,137 detik dari Leclerc, sementara Verstappen turun ke posisi keempat dengan selisih 0,257 detik.

Baca Juga: FIA Tetapkan Sepang sebagai Heat Hazard, Sistem Pendingin Wajib Disiapkan Tim F1

Hasil tersebut membuat gambaran kekuatan tim papan atas menjadi lebih terbuka setelah Red Bull mendominasi sesi pembuka.

Verstappen sebelumnya mencatat waktu 1 menit 37,520 detik pada FP1 dan unggul 0,383 detik atas George Russell.

Hadjar berada di posisi ketiga, sedangkan Leclerc menempati urutan keempat dalam sesi yang berlangsung pada kondisi panas dan lembap.

Perbedaan hasil antara kedua sesi juga dipengaruhi program pengujian yang dijalankan masing-masing tim.

Pada FP2, Verstappen tidak menggunakan ban soft ketika melakukan simulasi kualifikasi, sehingga catatan waktunya tidak sepenuhnya dapat dibandingkan langsung dengan Leclerc yang mencatat waktu terbaik menggunakan kompon tersebut.

Kondisi itu membuat posisi keempat Verstappen tidak serta-merta menunjukkan Red Bull kehilangan kecepatannya.

Sebaliknya, performa Ferrari memberikan sinyal bahwa tim asal Maranello mampu merespons setelah Leclerc sebelumnya berada di posisi keempat pada FP1.

Leclerc berhasil membawa SF-26 ke puncak catatan waktu ketika para pembalap mulai menjalankan simulasi kualifikasi dengan ban soft.

Baca Juga: Verstappen Kejar Kemenangan Perdana 2026, Sepang Jadi Kesempatan Berikutnya Red Bull

Jarak yang sangat tipis di antara pembalap teratas juga memperlihatkan bahwa persaingan di Sepang masih terbuka menjelang sesi latihan terakhir dan kualifikasi.

Di belakang Leclerc, Hadjar menjadi kejutan lain dalam FP2.

Pembalap Red Bull tersebut hanya tertinggal 0,099 detik dari Leclerc dan kembali menunjukkan kecepatan setelah sebelumnya menempati posisi ketiga pada FP1.

Namun, Hadjar sudah membawa konsekuensi dari pergantian komponen mesin.

Ia dijadwalkan menerima penalti turun lima posisi pada grid balapan karena penggunaan komponen mesin melebihi batas yang diizinkan.

McLaren juga memperlihatkan peningkatan dibandingkan sesi pembuka.

Norris yang hanya berada di posisi ke-12 pada FP1 berhasil naik ke posisi ketiga pada FP2.

Rekan setimnya, Oscar Piastri, juga meningkat dan menempati posisi keenam.

Perubahan tersebut membuat McLaren kembali masuk dalam kelompok terdepan setelah sebelumnya menjalankan program yang belum menghasilkan catatan waktu kompetitif di sesi pertama.

Mercedes justru menghadapi situasi berbeda.

Baca Juga: Mercedes Bawa Livery Khusus PETRONAS ke Sepang, W17 Tampil dengan Sentuhan Hijau

Russell dan Kimi Antonelli yang menggunakan W17 dengan paket upgrade besar hanya menempati posisi ketujuh dan kedelapan pada FP2.

Russell terpaut 0,492 detik dari Leclerc, sedangkan Antonelli berjarak 0,532 detik.

Hasil itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pembaruan Mercedes tidak bekerja.

Tim tersebut baru memperkenalkan upgrade besar pertama sejak Grand Prix Kanada dan masih menjalankan proses memahami karakter paket baru di Sepang.

Russell sebelumnya mampu finis kedua pada FP1, sehingga performa Mercedes sepanjang Jumat menunjukkan adanya perbedaan antara simulasi dengan kompon ban dan kondisi sesi yang berbeda.

Cuaca juga menjadi faktor penting dalam membaca hasil latihan.

Hujan sempat diperkirakan berpotensi turun pada FP2, tetapi lintasan tetap kering sepanjang sesi.

Kondisi tersebut memungkinkan para pembalap menjalankan simulasi kualifikasi dan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perbedaan performa antar-mobil.

Ferrari, Red Bull dan McLaren akhirnya menempatkan pembalap di posisi empat besar dengan selisih hanya 0,257 detik.

Situasi tersebut membuat hasil Jumat belum memberikan gambaran tunggal mengenai siapa yang paling kuat di Sepang.

Verstappen tetap memiliki catatan terbaik hari itu berkat hasil FP1, sedangkan Leclerc menunjukkan bahwa Ferrari mampu memberikan respons pada sesi sore.

Dengan FP3 dan kualifikasi masih tersisa, persaingan akan kembali bergantung pada kondisi lintasan, pilihan ban, serta kemampuan setiap tim menemukan setelan terbaik untuk Sepang.

Editor : Adib Turmudzi
Sumber : Motorsport.com
Bahrain Grand Prix Malaysia FP1 Sepang 2026 FP2 Sepang 2026 charles leclerc max verstappen