RADARBONANG.ID, Sepang - Max Verstappen memasuki Bahrain Grand Prix in Malaysia dengan satu target yang belum tercapai sepanjang Formula 1 2026, yakni meraih kemenangan.
Pembalap Red Bull tersebut belum pernah berdiri di podium tertinggi dalam 15 balapan yang telah berlangsung musim ini.
Catatan itu menjadi situasi yang berbeda bagi pembalap yang telah mengoleksi empat gelar juara dunia Formula 1.
Verstappen memang tujuh kali finis di podium sepanjang musim 2026, tetapi seluruhnya belum berujung kemenangan.
Dalam dua balapan terakhir, pembalap asal Belanda itu bahkan sudah menunjukkan kecepatan yang cukup untuk bersaing di posisi terdepan.
Baca Juga: Cuaca Panas dan Hujan Mengintai Sepang, F1 Bersiap Hadapi Kondisi Tak Terduga
Verstappen finis kedua di Grand Prix Madrid dan kembali menempati posisi runner-up pada Grand Prix Azerbaijan setelah hanya tertinggal 0,196 detik dari George Russell.
Hasil di Baku menjadi salah satu kesempatan terdekat Verstappen untuk mendapatkan kemenangan pertamanya musim ini.
Namun, Russell mampu mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis dan membuat Verstappen kembali harus puas dengan posisi kedua.
Kini kesempatan berikutnya datang di Sepang.
Sirkuit Internasional Sepang terakhir kali menjadi lokasi balapan Formula 1 pada 2017, ketika Verstappen berhasil meraih kemenangan.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedua dalam karier Formula 1 Verstappen dan terjadi sehari setelah ulang tahunnya yang ke-20.
Sembilan tahun kemudian, Verstappen kembali ke lintasan yang pernah memberikan salah satu momen penting dalam awal kariernya.
Namun, pengalaman masa lalu tidak serta-merta membuat Verstappen menganggap akhir pekan ini mudah.
Ia mengaku sempat merasa kebingungan ketika kembali memasuki area paddock Sepang setelah hampir satu dekade tidak berkunjung.
Baca Juga: Colapinto Kena Penalti Lima Posisi di Sepang Usai Insiden Beruntun GP Azerbaijan
Selain persoalan adaptasi, karakter lintasan juga menjadi tantangan tersendiri.
Sepang memiliki panjang 5,543 kilometer dengan kombinasi lintasan lurus panjang, tikungan cepat dan bagian teknis yang membutuhkan keseimbangan mobil.
Permukaan sirkuit yang relatif abrasif juga dapat meningkatkan degradasi ban.
Pirelli menyebut kondisi tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan strategi selama akhir pekan.
Cuaca menjadi faktor lain yang berpotensi mengubah jalannya balapan.
Sepang dikenal dengan temperatur tinggi, kelembapan tinggi serta kemungkinan hujan deras yang dapat datang secara tiba-tiba.
Bahkan, balapan akhir pekan ini berpotensi menjadi balapan basah pertama Formula 1 pada musim 2026 jika hujan turun dalam kondisi yang tepat.
Red Bull datang ke Sepang dengan perkembangan positif dari beberapa balapan terakhir.
Tim tersebut mampu mengungguli Ferrari dan McLaren dalam perolehan poin pada tiga balapan terakhir, sementara Verstappen meraih dua podium beruntun.
Pembaruan yang diperkenalkan Red Bull di Azerbaijan juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan performa.
Meski demikian, Verstappen menilai performa tersebut masih perlu diuji di berbagai karakter sirkuit sebelum Red Bull dapat mengetahui seberapa besar kemajuan mobil mereka.
Baca Juga: Sepang Punya 10 Pembalap Berpengalaman, Verstappen dan Alonso Jadi Sorotan
Situasi tersebut membuat Sepang menjadi ujian penting bagi RB22.
Berbeda dari Baku yang merupakan sirkuit jalan raya, Sepang menawarkan kombinasi tikungan cepat dan lintasan permanen yang lebih panjang.
Red Bull dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai karakter mobil setelah menghadapi salah satu sirkuit paling menuntut secara teknis di kalender.
Verstappen sendiri mengakui bahwa target pribadinya sederhana untuk sisa musim 2026.
Ia ingin setidaknya meraih satu kemenangan sebelum musim berakhir.
"That's what I'm here for," kata Verstappen ketika menjelaskan keinginannya untuk kembali memenangkan balapan.
Peluang tersebut datang ketika Red Bull sudah tidak berada dalam perebutan gelar juara dunia secara langsung.
Mercedes saat ini mendominasi klasemen pembalap dan konstruktor, dengan Kimi Antonelli unggul 66 poin atas Russell setelah 15 balapan.
Baca Juga: Setelah Drama Baku, F1 Hadapi Bahrain GP di Malaysia Sebelum Sprint Singapura
Karena itu, Verstappen melihat balapan-balapan berikutnya juga sebagai kesempatan bagi Red Bull untuk mengumpulkan informasi teknis yang dapat digunakan dalam pengembangan mobil musim berikutnya.
Bahrain Grand Prix in Malaysia akan menjadi putaran ke-16 musim 2026.
Balapan utama dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober, setelah sesi latihan dan kualifikasi digelar di Sepang.
Bagi Verstappen, akhir pekan tersebut menghadirkan kombinasi antara nostalgia kemenangan terakhirnya di Malaysia, tantangan teknis mobil Red Bull dan kesempatan untuk akhirnya membuka rekening kemenangan pada musim 2026.
Editor : Adib TurmudziSumber : Formula1.com