RADARBONANG.ID, Sepang - Formula 1 akan menghadapi tantangan fisik tambahan pada Bahrain Grand Prix in Malaysia setelah FIA menetapkan status Heat Hazard untuk balapan di Sirkuit Internasional Sepang.
Keputusan tersebut dibuat setelah layanan cuaca resmi memberikan perkiraan bahwa heat index atau indeks panas akan berada di atas 31 derajat Celsius pada suatu waktu selama balapan.
Status tersebut mengaktifkan sejumlah ketentuan khusus yang tercantum dalam regulasi olahraga Formula 1 2026.
Salah satu perubahan paling penting berkaitan dengan sistem pendingin tambahan untuk pembalap.
Berdasarkan regulasi FIA, ketika Heat Hazard diberlakukan, seluruh komponen Driver Cooling System harus terpasang pada mobil dan tersedia untuk digunakan selama sesi balapan yang terkena aturan tersebut.
Baca Juga: Cuaca Panas dan Hujan Mengintai Sepang, F1 Bersiap Hadapi Kondisi Tak Terduga
Sistem itu dirancang untuk memberikan pendinginan tambahan kepada pembalap ketika kondisi lingkungan membuat temperatur tubuh berpotensi meningkat secara signifikan.
Regulasi teknis FIA menetapkan sistem pendingin harus mampu mengeluarkan panas dari tubuh pembalap dengan kapasitas setidaknya 200 watt jika menggunakan sistem yang bekerja secara kontinu pada temperatur lingkungan 40 derajat Celsius.
Alternatif lainnya menggunakan penyimpanan energi termal dengan cadangan minimal 1,1 megajoule.
FIA juga menetapkan batasan terhadap material yang dapat digunakan dalam sistem tersebut.
Media pendingin yang diperbolehkan mencakup udara, air atau larutan tertentu yang berbasis air.
Penggunaan dry ice atau karbon dioksida padat secara khusus dilarang dalam sistem pendingin pembalap.
Meski seluruh perangkat harus disiapkan oleh tim, pembalap tetap memiliki pilihan untuk tidak mengenakan bagian perlengkapan pribadi dari sistem pendingin tersebut.
Namun keputusan tersebut memiliki konsekuensi terhadap bobot mobil.
Baca Juga: Colapinto Kena Penalti Lima Posisi di Sepang Usai Insiden Beruntun GP Azerbaijan
Regulasi FIA mengatur bahwa pembalap yang tidak menggunakan perlengkapan pribadi dari Driver Cooling System harus mendapatkan kompensasi bobot berupa ballast sebesar 0,5 kilogram untuk menggantikan perbedaan massa perlengkapan tersebut.
Selain itu, Heat Hazard Mass Increase juga berlaku selama sesi yang ditetapkan dalam regulasi.
Untuk Sepang, kondisi cuaca menjadi alasan utama FIA mengaktifkan prosedur tersebut.
Prakiraan Formula 1 menunjukkan temperatur udara pada Jumat dapat mencapai 32 derajat Celsius dengan heat index hingga 37 derajat Celsius.
Temperatur lintasan bahkan diperkirakan dapat mendekati 54 derajat Celsius pada beberapa sesi.
Kondisi pada Sabtu juga diperkirakan tetap panas dan lembap dengan kelembapan sekitar 86 persen serta peluang hujan sekitar 40 persen.
Sementara pada hari balapan, temperatur diperkirakan mencapai 31 derajat Celsius dengan heat index sekitar 35 derajat Celsius.
Kombinasi panas dan kelembapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap karena tubuh lebih sulit melepaskan panas ketika tingkat kelembapan udara tinggi.
Williams juga memperkirakan temperatur lintasan dapat mendekati 60 derajat Celsius pada akhir pekan ini.
Tim tersebut menyebut kondisi awal Oktober di kawasan Kuala Lumpur juga berada dalam periode dengan potensi badai petir yang cukup tinggi.
Baca Juga: Sepang Punya 10 Pembalap Berpengalaman, Verstappen dan Alonso Jadi Sorotan
Situasi tersebut membuat tim harus mempersiapkan mobil untuk menghadapi dua kondisi yang berbeda, yakni panas ekstrem dan kemungkinan perubahan cuaca secara cepat.
Sepang memiliki karakter yang membuat persoalan tersebut semakin relevan.
Lintasan sepanjang 5,543 kilometer memiliki sejumlah tikungan berkecepatan tinggi serta dua lintasan lurus panjang yang menuntut pembalap mempertahankan kecepatan dalam waktu cukup lama.
Beban fisik yang tinggi juga dapat diperparah oleh kondisi kokpit yang panas.
Dengan status Heat Hazard, tim kini tidak hanya berfokus pada pengaturan mobil dan pemilihan ban.
Kesiapan sistem pendingin, strategi bobot serta kemampuan pembalap menjaga kondisi fisik sepanjang 56 lap juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi balapan.
Bahrain Grand Prix in Malaysia dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, setelah Sepang kembali menjadi tuan rumah Formula 1 untuk pertama kalinya sejak 2017.
Editor : Adib TurmudziSumber : Formula1.com