RADARBONANG.ID, Sepang – Formula 1 menghadapi tantangan berbeda saat kembali ke Sepang International Circuit untuk menggelar Bahrain Grand Prix in Malaysia 2026 pada 2–4 Oktober.
Setelah terakhir menggelar balapan Formula 1 pada 2017, Sepang kembali masuk kalender dengan kondisi cuaca tropis yang berpotensi menjadi salah satu faktor penting sepanjang akhir pekan.
Berbeda dengan karakter panas dan kering yang biasanya melekat pada Bahrain, balapan yang tetap menggunakan nama Bahrain Grand Prix tersebut akan berlangsung di lingkungan tropis Malaysia.
Formula 1 sendiri mengakui bahwa suhu tinggi, kelembapan dan kemungkinan hujan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi para pembalap di Sepang.
Perkiraan resmi dari tim Williams pada 29 September menunjukkan suhu dapat mencapai sekitar 32 derajat Celsius sepanjang akhir pekan.
Baca Juga: Bahrain GP di Malaysia Jadi Seri Berikutnya, Russell dan Verstappen Bawa Modal Berbeda dari Baku
Peluang hujan diperkirakan mencapai 60 persen pada Jumat ketika sesi latihan bebas pertama dan kedua berlangsung.
Pada Sabtu, ketika latihan bebas ketiga dan kualifikasi digelar, peluang presipitasi berada di kisaran 50 persen.
Sementara pada Minggu, hari perlombaan, prakiraan Williams memperkirakan kondisi cerah bercampur hujan dengan peluang presipitasi sekitar 30 persen.
Namun, sejumlah prakiraan lain menunjukkan potensi hujan yang lebih tinggi.
GPBlog melaporkan peluang hujan pada Minggu dapat mencapai 75 persen, sementara suhu udara diperkirakan menyentuh 33 derajat Celsius.
Dengan kelembapan sekitar 73 persen, suhu yang dirasakan tubuh bahkan dapat mencapai sekitar 43 derajat Celsius.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa prakiraan cuaca masih dapat berubah menjelang dimulainya sesi pertama.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Sepang dikenal memiliki perubahan cuaca yang cepat.
Baca Juga: Setelah Drama Baku, F1 Hadapi Bahrain GP di Malaysia Sebelum Sprint Singapura
Hujan deras dapat muncul dalam waktu singkat dan langsung mengubah karakter permukaan lintasan.
Situasi semacam itu bukan sesuatu yang asing bagi Formula 1 di Sepang.
Pada Grand Prix Malaysia 2009, hujan deras membuat balapan dihentikan sebelum mencapai jarak penuh dan hanya setengah poin diberikan kepada para pembalap.
Tiga tahun kemudian, hujan juga memaksa jalannya balapan 2012 dihentikan sementara sebelum kembali dilanjutkan.
Karena itu, kemungkinan hujan tahun ini tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan pembalap, tetapi juga dapat memengaruhi pilihan ban, pengaturan mobil dan strategi pit stop.
Tim harus menyiapkan kemungkinan perubahan kondisi lintasan dari kering menjadi basah atau sebaliknya.
Selain hujan, temperatur dan kelembapan tinggi juga memberikan tuntutan fisik tambahan kepada pembalap.
Formula 1 menyebut karakter Sepang memiliki kombinasi sektor cepat dan lintasan lurus panjang yang dapat memberikan beban berbeda kepada mobil.
Kondisi tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap yang tidak memiliki pengalaman balapan modern di Sepang.
Mayoritas pembalap di grid 2026 belum pernah mengikuti Grand Prix Formula 1 di sirkuit tersebut karena balapan terakhir berlangsung sembilan tahun lalu.
Baca Juga: Sean Gelael Menang di Fuji, BMW Team WRT Raih Kemenangan Dramatis di LMGT3
Max Verstappen menjadi pengecualian penting karena ia merupakan pemenang terakhir F1 di Sepang pada 2017.
Di tengah kondisi tersebut, tim juga harus menghadapi persiapan yang relatif singkat setelah perubahan kalender membuat Bahrain Grand Prix dipindahkan dari lokasi dan jadwal awalnya ke Malaysia.
Balapan di Sepang tetap menggunakan nama Bahrain Grand Prix in Malaysia dan menjadi putaran ke-16 musim 2026.
Bagi para pembalap dan insinyur, akhir pekan ini sekaligus menjadi kesempatan pertama untuk memperoleh data langsung mengenai karakter Sepang dengan regulasi mobil F1 2026.
Jika hujan benar-benar turun, kemampuan tim beradaptasi dengan cepat dapat menjadi salah satu faktor yang membedakan hasil akhir balapan.
Dengan kombinasi suhu tinggi, kelembapan dan potensi hujan, Sepang berpotensi menghadirkan akhir pekan Formula 1 yang berbeda dari seri-seri sebelumnya musim ini.
Editor : Adib TurmudziSumber : Formula1.com