RADARBONANG.ID - Kasus 115 dakwaan finansial Manchester City memasuki babak baru.
Komisi independen yang menangani perkara tersebut menyatakan klub asal Manchester itu bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial Premier League selama sembilan musim.
Periode yang menjadi sorotan berlangsung dari musim 2009/2010 hingga 2017/2018.
Selain persoalan laporan keuangan dan transaksi komersial, Manchester City juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dengan Premier League dalam proses investigasi.
Putusan ini menjadi perkembangan besar setelah perkara tersebut berjalan selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Mengapa Venezuela Punya Cadangan Minyak 303 Miliar Barel tetapi Justru Terlilit Utang Besar?
Premier League sebelumnya mengajukan lebih dari 100 dugaan pelanggaran terhadap Manchester City pada Februari 2023.
Persidangan komisi independen kemudian berlangsung pada 2024 sebelum keputusan akhirnya diumumkan pada September 2026.
Kontrak Sponsor Jadi Sorotan Utama
Salah satu bagian paling penting dalam putusan tersebut berkaitan dengan kontrak komersial Manchester City.
Komisi menemukan bahwa klub menggunakan sejumlah kontrak yang disebut sebagai "sham contracts".
Istilah tersebut merujuk pada perjanjian yang tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya antara pihak-pihak yang terlibat.
Menurut temuan komisi, skema tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus mengurangi biaya yang tercatat dalam laporan keuangan.
Premier League menyebut dampak dari skema tersebut mencapai lebih dari 900 juta poundsterling selama periode yang diperiksa.
Tujuannya, menurut temuan komisi, adalah membuat kondisi keuangan klub terlihat memenuhi ketentuan finansial yang berlaku.
Persoalan ini menjadi penting karena regulasi finansial sepak bola Inggris dan UEFA membatasi kemampuan klub untuk mengeluarkan uang melebihi batas tertentu.
Dengan laporan keuangan yang seharusnya mencerminkan kondisi sebenarnya, posisi sebuah klub dalam memenuhi aturan finansial dapat berubah secara signifikan.
Ada Dugaan Pendanaan yang Disamarkan
Dalam dokumen putusan yang telah dipublikasikan, komisi juga membahas mekanisme pendanaan yang berkaitan dengan sponsor asal Abu Dhabi.
Analisis terhadap keputusan komisi menyebut sekitar 949,94 juta poundsterling dicatat sebagai pendapatan sponsorship dari Abu Dhabi selama sembilan musim yang diperiksa.
Dari jumlah tersebut, sekitar 119,25 juta poundsterling dinilai benar-benar dibayarkan oleh sponsor, sementara sekitar 830,69 juta poundsterling disebut berasal dari Abu Dhabi United Group atau ADUG.
Komisi juga membahas apa yang dikenal sebagai Fordham Arrangement.
Dalam analisis terhadap putusan tersebut, pengaturan itu disebut berkaitan dengan pembayaran dan hak citra yang menjadi bagian dari rangkaian transaksi yang diperiksa.
Namun, dokumen utama yang tersedia kepada publik masih mengalami sejumlah penyuntingan.
Karena itu, tidak semua rincian dari 37 lampiran putusan dapat diketahui secara lengkap oleh publik.
Laporan Keuangan Manchester City Dipersoalkan
Selain kontrak komersial, komisi menyatakan Manchester City menyerahkan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Laporan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan pendapatan, biaya, transaksi komersial, serta kepatuhan klub terhadap aturan finansial Premier League dan UEFA.
Komisi menyimpulkan bahwa apabila kondisi keuangan klub dilaporkan secara benar, Manchester City akan melanggar batasan finansial yang berlaku dalam jumlah besar.
Dengan kata lain, persoalan dalam kasus ini bukan hanya mengenai satu kontrak atau satu transaksi.
Temuan komisi mencakup pola transaksi dan pelaporan selama sembilan musim.
Manchester City Juga Dipersoalkan soal Kerja Sama Investigasi
Dakwaan terhadap Manchester City tidak berhenti pada persoalan keuangan.
Premier League juga menuduh klub tidak memenuhi kewajiban untuk bekerja sama dalam investigasi yang berlangsung sejak 2018.
Dari empat dakwaan terkait kerja sama tersebut, tiga dinyatakan terbukti.
Komisi menilai terdapat sejumlah tindakan yang menghambat atau memperumit proses penyelidikan Premier League.
Hal tersebut menjadi bagian penting karena investigasi berlangsung selama bertahun-tahun dan membutuhkan dokumen serta informasi dari pihak klub.
Kasus Berawal dari 115 Dakwaan
Premier League secara resmi membawa kasus Manchester City ke komisi independen pada Februari 2023.
Dugaan pelanggaran tersebut mencakup kewajiban memberikan informasi keuangan yang akurat, persoalan pendapatan sponsorship, biaya operasional, kepatuhan terhadap aturan Profitability and Sustainability Rules atau PSR, serta kewajiban bekerja sama dalam investigasi.
Persidangan dimulai pada September 2024 dan berlangsung sekitar 12 pekan.
Setelah proses tersebut selesai, keputusan tidak langsung diumumkan karena komisi masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pertimbangan hukum dan bukti yang sangat besar.
Pada 29 September 2026, Premier League akhirnya mengumumkan hasil keputusan komisi independen.
Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim.
Klub juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dengan investigasi.
Sanksi Manchester City Belum Ditentukan
Meski keputusan mengenai pelanggaran telah diumumkan, proses hukum kasus ini belum sepenuhnya berakhir.
Sanksi terhadap Manchester City akan ditentukan melalui proses terpisah.
Klub juga memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan komisi independen.
Manchester City sendiri menyatakan tidak menerima temuan tersebut.
Baca Juga: Hidup Tak Selalu tentang Pencapaian Besar, Kadang Cukup Terus Berusaha dan Menjalani Hari
Dalam pernyataannya, klub mengatakan tetap menganggap diri mereka tidak bersalah dan memiliki bukti yang menurut mereka mendukung posisi klub.
Manchester City juga menyatakan akan menggunakan jalur banding yang tersedia. Batas waktu pengajuan banding disebut jatuh pada 2 Oktober 2026.
Karena itu, keputusan terbaru ini belum dapat disebut sebagai akhir dari seluruh perkara.
Yang sudah dipastikan adalah adanya temuan komisi independen mengenai pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim.
Sementara bentuk hukuman dan hasil dari proses banding masih menjadi tahapan berikutnya dalam kasus panjang yang telah menyita perhatian sepak bola Inggris.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com