RADARBONANG.ID – Timnas Indonesia memang gagal meraih kemenangan saat menghadapi Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Namun, bek Justin Hubner melihat ada hal penting yang patut diapresiasi dari pertandingan tersebut.
Skuad Garuda mampu menjaga gawang tetap bersih meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Indonesia dan Malaysia akhirnya bermain imbang 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam.
Situasi sulit mulai dihadapi Indonesia setelah Thom Haye mendapat kartu merah usai wasit meninjau tayangan VAR.
Sejak saat itu, skuad Garuda harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit hingga pertandingan berakhir.
Kondisi tersebut membuat Malaysia lebih leluasa memberikan tekanan. Indonesia pun harus mengubah pendekatan permainan dengan lebih banyak berkonsentrasi menjaga pertahanan.
Namun, barisan belakang Garuda mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Selain aksi para pemain belakang, Maarten Paes juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk mempertahankan skor tanpa gol.
Baca Juga: Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Berikut Daftar Anak Soekarno dari Berbagai Pernikahan
Justin Hubner Puji Pertahanan Indonesia
Justin Hubner menilai bermain dengan 10 pemain bukan situasi mudah bagi tim mana pun.
Apalagi, Indonesia harus menghadapi tekanan Malaysia dalam waktu cukup panjang setelah kehilangan Thom Haye.
Menurut pemain Fortuna Sittard tersebut, Indonesia sebenarnya mampu bermain baik sebelum kartu merah mengubah jalannya pertandingan.
Setelah jumlah pemain berkurang, fokus skuad Garuda pun lebih banyak diarahkan untuk menjaga keseimbangan dan memastikan Malaysia tidak mendapatkan peluang mudah.
“Bermain dengan 10 pemain memang selalu sulit, tetapi jika melihat bagaimana kami bertahan di akhir pertandingan, saya pikir itu layak mendapat pujian besar untuk tim,” kata Justin Hubner setelah pertandingan.
Hubner juga menilai seluruh pemain memiliki peran dalam mempertahankan gawang Indonesia dari serangan Malaysia.
Sebagai pemain belakang, dirinya menjadi salah satu pemain yang harus bekerja ekstra ketika Malaysia mulai meningkatkan tekanan.
Elkan Baggott, Kevin Diks, Dean James, hingga Maarten Paes juga turut menjadi bagian dari pertahanan Indonesia yang berhasil mencatat clean sheet.
FIFA mencatat bahwa pada menit-menit akhir, Maarten Paes melakukan penyelamatan penting dan Justin Hubner juga membuat clearance di garis gawang yang menggagalkan peluang Malaysia.
Sempat Cetak Gol, Hubner Juga Jadi Penentu di Belakang
Pertandingan melawan Malaysia sebenarnya sempat menghadirkan momen penting bagi Justin Hubner.
Pada awal pertandingan, Hubner sempat menjebol gawang Malaysia.
Namun, gol tersebut dianulir karena sebelumnya terjadi pelanggaran yang dilakukan Elkan Baggott di kotak penalti.
Indonesia kemudian harus menerima kenyataan kehilangan Thom Haye setelah gelandang tersebut mendapat kartu merah pada babak pertama.
Perubahan situasi itu membuat pertandingan berjalan berbeda.
Jika sebelumnya Indonesia lebih berani membangun serangan, setelah bermain dengan 10 pemain prioritas utama bergeser untuk menjaga pertahanan.
Malaysia semakin sering menekan. Namun, Indonesia mampu mempertahankan skor 0-0 sampai pertandingan selesai.
FIFA menyebut aksi Maarten Paes dan clearance Justin Hubner menjadi bagian penting dari keberhasilan Indonesia mempertahankan hasil tersebut.
Bagi Hubner, kemampuan bertahan dalam situasi seperti itu menjadi modal penting bagi skuad Garuda.
“Saya pikir semua orang ingin melihat kami menang, tetapi jika kami bisa bertahan seperti ini, tidak ada tim yang akan bisa mencetak gol ke gawang kami,” ujar Hubner.
Indonesia Masih Punya Satu Laga Penentu
Hasil imbang melawan Malaysia membuat Indonesia kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan Grup A.
Jumlah tersebut sama dengan Malaysia, tetapi Harimau Malaya masih berada di posisi teratas karena unggul selisih gol.
Dengan format kompetisi yang hanya memberikan tiket final kepada pemuncak grup, pertandingan terakhir akan menjadi sangat penting bagi Indonesia.
Pada Kamis (1/10/2026), Indonesia akan menghadapi Bangladesh. Di pertandingan lain pada hari yang sama, Malaysia akan berhadapan dengan Singapura.
Indonesia tidak ingin terlalu lama memikirkan hasil imbang melawan Malaysia.
Hubner menegaskan bahwa perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 masih belum selesai.
“Ya, tentu saja. Saya pikir semuanya belum berakhir. Jadi, kami fokus pada pertandingan berikutnya dan semoga kami bisa mengalahkan Bangladesh di laga selanjutnya,” kata Hubner.
Fokus Garuda Beralih ke Bangladesh
Pertandingan melawan Bangladesh menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk kembali meraih kemenangan sekaligus menjaga peluang menuju final.
Bangladesh sendiri baru saja menelan kekalahan 0-1 dari Singapura pada pertandingan kedua Grup A. Hasil tersebut membuat posisi mereka semakin sulit menjelang pertemuan dengan Indonesia.
Namun, skuad Garuda tetap tidak bisa menganggap pertandingan tersebut sebagai laga yang mudah.
Baca Juga: 127 Tahun Evolusi Kereta Listrik Indonesia, dari Trem Masa Kolonial hingga Whoosh 350 Km/Jam
Pengalaman menghadapi Malaysia menunjukkan bahwa pertandingan dapat berubah dalam waktu singkat.
Indonesia sempat tampil agresif, tetapi kartu merah Thom Haye membuat tim harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan hasil.
Karena itu, konsentrasi menjadi salah satu hal yang harus dijaga menghadapi Bangladesh.
Bagi Hubner, pertandingan melawan Malaysia setidaknya memberikan gambaran bahwa Indonesia mampu bertahan dalam kondisi sulit.
Kini, kemampuan tersebut harus diimbangi dengan efektivitas ketika kembali mendapatkan kesempatan menyerang.
Perjuangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 belum selesai. Setelah berhasil mengamankan satu poin dari laga sulit melawan Malaysia, perhatian skuad Garuda kini sepenuhnya tertuju kepada Bangladesh.
Hasil pertandingan terakhir Grup A akan menentukan apakah Indonesia mampu melanjutkan perjalanan menuju final atau harus mengakhiri harapan tersebut.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : fifa.com