RADARBONANG.ID, Barcelona – Perebutan gelar GT World Challenge Europe Sprint Cup 2026 memasuki fase penentuan setelah seri Zandvoort menghadirkan perubahan besar dalam persaingan klasemen.
Circuit de Barcelona-Catalunya akan menjadi lokasi seri terakhir Sprint Cup pada 2–4 Oktober mendatang.
Situasi menuju Barcelona cukup terbuka karena delapan kru masih memiliki peluang untuk memperebutkan gelar juara.
Lionspeed GP saat ini membawa keunggulan menuju seri penutup setelah Bastian Buus dan Ricardo Feller mempertahankan posisi teratas melalui hasil di Zandvoort.
Keduanya memiliki keunggulan enam poin atas Dani Juncadella yang memperkuat Mercedes-AMG Team Verstappen Racing bersama rekan satu timnya.
Baca Juga: Russell Kuasai FP1 Azerbaijan, Antonelli Terhenti dan Verstappen Tempel di Posisi Kedua
Pasangan dari AF Corse yang menggunakan Ferrari juga berada dalam jarak yang sama dalam perebutan gelar.
Juara bertahan Charles Weerts dan Kelvin van der Linde dari Team WRT turut berada dalam kelompok pembalap yang masih berpeluang mengejar posisi teratas.
Kondisi tersebut membuat dua balapan di Barcelona memiliki nilai penting karena setiap hasil dapat mengubah susunan klasemen secara signifikan.
Persaingan semakin menarik setelah Zandvoort tidak menghasilkan dominasi dari kandidat utama.
Garage 59 justru membuka akhir pekan dengan kemenangan melalui McLaren #58 yang dikendarai Tom Fleming dan Louis Prette.
Hasil tersebut menjadi kemenangan keseluruhan pertama bagi Garage 59 di Sprint Cup musim 2026.
Keberhasilan tersebut juga mencatat sejarah karena pasangan dari Gold Cup menjadi kru pertama dari kelas tersebut yang memenangkan balapan Sprint Cup secara keseluruhan.
Pada balapan kedua, giliran Emil Frey Racing yang mengambil alih perhatian.
Konsta Lappalainen dan Ben Green membawa Ferrari #14 dan #69 ke barisan depan sebelum strategi pit stop membuat persaingan berubah.
Baca Juga: 6 Hours of Fuji 2026 Jadi Penentu, Toyota, BMW dan Ferrari Berebut Gelar WEC dengan Selisih Tipis
Green kemudian menyerahkan Ferrari #69 kepada Thierry Vermeulen yang berhasil mempertahankan posisi terdepan hingga finis.
Kemenangan tersebut membuat Vermeulen menjadi pembalap Belanda pertama sejak 2014 yang memenangkan balapan keseluruhan GT World Challenge di kandang sendiri.
Hasil Zandvoort juga menunjukkan bahwa peluang juara tidak hanya bergantung pada kemenangan.
Konsistensi dan kemampuan menghindari kesalahan akan menjadi faktor penting ketika para kandidat memasuki Barcelona.
AF Corse bahkan berhasil mempertahankan posisi penting dalam perebutan gelar setelah Arthur Leclerc dan Thomas Neubauer kembali mengumpulkan poin untuk Ferrari #50.
Pasangan tersebut disebut sebagai salah satu kru paling konsisten sepanjang musim dan kini tetap berada dalam persaingan menuju seri terakhir.
Di sisi lain, Silver Cup sudah lebih dahulu menemukan juaranya.
Matisse Lismont dan Ignacio Montenegro dari Team WRT memastikan gelar Sprint Cup kelas tersebut setelah kemenangan kelas di Race 1 Zandvoort.
Keduanya kemudian menutup akhir pekan dengan finis kedua di Race 2.
Barcelona kini menjadi ujian berbeda bagi para kandidat gelar karena seluruh persaingan akan berlangsung dalam dua balapan.
GT World Challenge Europe telah menjadwalkan sesi latihan bebas pada Jumat, 2 Oktober.
Kualifikasi pertama dan Race 1 kemudian berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober.
Baca Juga: Isack Hadjar Resmi Bertahan di Red Bull hingga 2027, Kembali Dampingi Verstappen di Baku
Kualifikasi kedua serta Race 2 akan menjadi agenda penutup pada Minggu, 4 Oktober.
Circuit de Barcelona-Catalunya memiliki panjang 4,655 kilometer dengan 16 tikungan sehingga karakter lintasannya menawarkan kombinasi sektor cepat dan teknis.
Seri Barcelona juga menjadi kunjungan ke-11 berturut-turut GT World Challenge Europe ke sirkuit tersebut.
Dengan selisih hanya enam poin di antara pemimpin klasemen dan pengejar terdekat, Barcelona berpotensi menghadirkan perubahan posisi hingga balapan terakhir.
Lionspeed GP akan berusaha mempertahankan keunggulannya, sementara Mercedes-AMG Team Verstappen Racing, AF Corse, Team WRT dan kandidat lainnya memiliki kesempatan untuk memangkas jarak.
Setelah Zandvoort menghasilkan dua pemenang berbeda dan mengubah peta persaingan, seluruh perhatian kini beralih ke Spanyol.
Dua balapan di Barcelona akan menjadi kesempatan terakhir bagi para kandidat untuk mengumpulkan poin dan menentukan siapa yang membawa gelar Sprint Cup GT3 2026.
Editor : Adib TurmudziSumber : gt-world-challenge-europe.com