Pedro Acosta Hadapi Marc Marquez, Persaingan Baru MotoGP Mulai Terbentuk

Adib Turmudzi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:00 WIB
Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing dan Marc Márquez dari Ducati Team saat berada di lintasan. (Gold and Goose Photography/Getty Images)
Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing dan Marc Márquez dari Ducati Team saat berada di lintasan. (Gold and Goose Photography/Getty Images)

 

RADARBONANG.ID, Spielberg – Pedro Acosta mulai mengubah peta persaingan gelar MotoGP 2026 setelah meraih kemenangan perdana di kelas premier pada GP Austria.

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing tersebut tidak hanya mencatat pencapaian penting bagi dirinya dan KTM, tetapi juga mulai diperhitungkan dalam perebutan gelar yang sebelumnya lebih banyak mengarah kepada Jorge Martin, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi.

Kemenangan di Red Bull Ring membuat Acosta naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan tujuh balapan tersisa.

Ia kini tertinggal 72 poin dari Martin yang masih memimpin kejuaraan, sementara jaraknya dengan Marquez juga mulai terpangkas setelah pembalap Ducati tersebut hanya finis kelima di Austria.

Hasil tersebut menjadi semakin penting karena Acosta sebelumnya harus menerima kekecewaan pada Sprint Austria.

Baca Juga: Isack Hadjar Kembali ke Red Bull, Verstappen Dapat Rekan Setimnya di Baku

Ia sempat memimpin dengan keunggulan hampir tiga detik sebelum terjatuh di tiga lap terakhir ketika berusaha mengecek informasi pada dashboard motornya.

Kesalahan tersebut membuat Jorge Martin mengambil alih kemenangan Sprint dan kembali memimpin klasemen sebelum balapan utama digelar.

Namun, Acosta mampu memberikan respons pada balapan utama.

Pembalap berusia 22 tahun itu memulai lomba dari posisi ketiga dan kemudian menyalip Marco Bezzecchi serta Martin sebelum mengambil alih posisi terdepan pada lap kesembilan.

Setelah berada di depan, Acosta mampu mempertahankan ritme hingga garis finis dan menciptakan jarak yang cukup untuk mengamankan kemenangan tanpa tekanan serius dari Martin.

Martin akhirnya finis kedua, sedangkan Bezzecchi melengkapi podium.

Bagi Acosta, kemenangan tersebut menutup salah satu penantian terpanjang dalam kariernya di MotoGP.

Ia sebelumnya telah mengoleksi sejumlah podium sejak naik ke kelas premier, tetapi belum mampu memenangkan balapan utama MotoGP.

Kemenangan di Austria sekaligus menjadi kemenangan pertama KTM dalam balapan MotoGP kering sejak Miguel Oliveira menang di Thailand pada 2022.

Baca Juga: McLaren Hadirkan Upgrade Aerodinamika di Baku, MCL40 Diuji di Sirkuit Penuh Kompromi

Performa tersebut juga membuat Marc Marquez mulai memasukkan nama Acosta dalam persaingan kejuaraan.

Marquez menilai empat pembalap, yakni dirinya, Martin, Bezzecchi, dan Acosta, kini memiliki peluang untuk terlibat dalam perebutan gelar apabila mampu menjaga performa pada tujuh seri terakhir.

Menurut Marquez, peningkatan performa mesin KTM membuat Acosta memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing dengan Ducati dan Aprilia.

Martin juga mengakui kemungkinan tersebut.

Pemimpin klasemen sementara itu menyebut Acosta dapat masuk ke dalam persaingan apabila mampu mempertahankan dominasi seperti yang diperlihatkannya di Austria.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan Acosta tidak lagi dipandang sebagai hasil satu kali, tetapi menjadi indikator bahwa KTM mulai memiliki paket yang mampu memberikan tekanan kepada dua pabrikan yang selama beberapa seri sebelumnya mendominasi papan atas.

Meski demikian, posisi Acosta masih cukup jauh dari puncak klasemen.

Martin meninggalkan Austria dengan 306 poin, unggul 12 poin atas Marquez yang mengoleksi 294 poin.

Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 264 poin, sedangkan Acosta mengumpulkan 234 poin.

Persaingan berikutnya akan berlanjut dalam rangkaian balapan Asia.

Baca Juga: Williams Bawa Upgrade Besar ke Baku, FW48 Dapat Paket Baru Jelang GP Azerbaijan

GP Jepang di Motegi menjadi seri selanjutnya pada awal Oktober, sebelum rombongan MotoGP bergerak menuju Indonesia.

Motegi juga berpotensi menjadi panggung penting bagi Acosta karena ia memiliki catatan kecepatan yang cukup baik di sirkuit tersebut.

Marquez bahkan menyebut Acosta sebagai salah satu pembalap yang patut diperhatikan di Jepang berdasarkan penampilannya pada kunjungan sebelumnya.

Dengan tujuh seri tersisa, peluang matematis Acosta masih terbuka.

Namun, tantangan terbesarnya bukan hanya mengejar selisih poin, melainkan mempertahankan konsistensi setelah akhirnya menemukan kombinasi performa motor dan kecepatan yang dibutuhkan untuk memenangkan balapan utama.

Sementara Martin dan Marquez akan terus bertarung memperebutkan posisi teratas, Acosta kini memiliki target tambahan setelah Austria: membuktikan bahwa kemenangan pertamanya merupakan awal dari persaingan yang lebih panjang di perebutan gelar MotoGP 2026.

Editor : Adib Turmudzi
Sumber : Motorsport.com
MotoGP Austria 2026 Pedro Acosta MotoGP 2026 persaingan gelar MotoGP marc marquez Jorge Martin