RADARBONANG.ID, Jakarta – Honda harus melakukan penyesuaian susunan pembalap untuk dua seri pembuka tur Asia MotoGP 2026 setelah Joan Mir dipastikan tidak tampil di Grand Prix Jepang dan Indonesia.
Honda HRC Castrol mengonfirmasi pada Selasa, 22 September, bahwa Mir tidak akan mengikuti balapan di Motegi pada 2–4 Oktober dan Mandalika pada 9–11 Oktober.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi tim medis yang menangani Mir di Dexeus University Hospital, Barcelona.
Mir sebelumnya telah melewatkan Grand Prix Austria setelah mengalami masalah kondisi fisik yang juga memaksanya mengakhiri lebih awal penampilannya di GP San Marino.
Honda menyebut pembalap Spanyol itu telah menjalani serangkaian pemeriksaan selama beberapa waktu untuk mencari penyebab berbagai gejala yang berdampak terhadap energi dan performanya.
Baca Juga: Alex Palou Uji Mobil Baru IndyCar IR-28 di Indianapolis, Persiapan Menuju Era Balap 2028
Namun, pemeriksaan lanjutan tersebut belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab kondisi yang dialaminya. Karena itu, MotoGP Medical Director Dr Angel Charte merekomendasikan Mir menjalani istirahat ketat serta terapi pemulihan selama 15 hari.
Keputusan tersebut membuat Mir setidaknya akan melewatkan tiga Grand Prix secara beruntun setelah sebelumnya tidak dapat menyelesaikan balapan di Misano.
Honda belum menetapkan kapan pembalap berusia 28 tahun itu dapat kembali ke lintasan. Tim menyatakan kondisinya akan terus dipantau melalui pemeriksaan berikutnya.
Dengan absennya Mir, Honda kini harus menentukan pembalap yang akan mengisi kursi RC213V pada dua seri berikutnya.
Takaaki Nakagami menjadi salah satu nama yang sebelumnya menggantikan Mir di Austria. Namun, pembalap Jepang tersebut sudah memiliki agenda tersendiri di Motegi karena dijadwalkan tampil sebagai wildcard bersama HRC Test Team.
Nakagami juga memiliki alasan khusus untuk tampil di Motegi. Musim 2026 menjadi periode terakhir bagi pembalap penguji untuk mendapatkan kesempatan wildcard di MotoGP sebelum aturan tersebut tidak lagi diperbolehkan mulai 2027.
Kondisi tersebut membuat Honda harus mencari solusi lain untuk mengisi posisi Mir, terutama untuk balapan kandang di Jepang.
Dua nama yang mulai dikaitkan dengan kursi tersebut adalah Aleix Espargaro dan Cal Crutchlow. Keduanya memiliki pengalaman sebagai pembalap penguji Honda dan sudah pernah turun menggunakan RC213V dalam situasi kompetitif. Namun, Honda belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti Mir.
Baca Juga: Manthey Buru Kemenangan Pertama WEC 2026 di Fuji, Dua Porsche Masih Punya Peluang Juara LMGT3
Espargaro sebelumnya sempat menjalani pemulihan akibat cedera dan baru kembali melakukan aktivitas pengujian dengan Honda. Sementara itu, Crutchlow telah beberapa kali menggantikan pembalap Honda pada musim ini ketika dibutuhkan.
Keputusan Honda nantinya juga akan memiliki konsekuensi berbeda antara Motegi dan Mandalika.
Untuk seri Jepang, tim harus mempertimbangkan keberadaan Nakagami sebagai wildcard. Sementara untuk GP Indonesia, Honda memiliki ruang yang lebih besar dalam menentukan susunan pembalap karena agenda wildcard Nakagami tidak menjadi faktor yang sama.
Absennya Mir juga terjadi ketika MotoGP memasuki periode penting dalam kalender 2026.
Setelah GP Austria, Jorge Martin berada di puncak klasemen dengan 306 poin, unggul 12 poin atas Marc Marquez. Persaingan kejuaraan kemudian berlanjut menuju tur Asia yang dimulai di Jepang sebelum berpindah ke Indonesia.
Baca Juga: Lando Norris Tes Hypercar McLaren di Portimao, Sinyal Baru Menuju Le Mans 2027?
Mandalika sendiri akan menjadi salah satu seri yang mendapat perhatian besar karena menjadi bagian dari rangkaian balapan beruntun pada Oktober.
Bagi Honda, fokus terdekat adalah menentukan pengganti Mir sekaligus memastikan program pengembangan RC213V tetap berjalan tanpa salah satu pembalap utamanya.
Sementara itu, Mir akan melanjutkan proses pemeriksaan dan pemulihan sebelum Honda menentukan langkah berikutnya terkait kembalinya sang juara dunia MotoGP 2020 tersebut.
Editor : Adib TurmudziSumber : motogp.com