RADARBONANG.ID - Persaingan perebutan gelar FIA World Endurance Championship (WEC) 2026 memasuki fase penting saat para peserta bersiap menghadapi 6 Hours of Fuji pada 25-27 September.
Putaran keenam dari delapan seri musim ini menjadi salah satu balapan krusial bagi Toyota, BMW, dan Ferrari.
Ketiga pabrikan masih berada dalam persaingan gelar Hypercar dengan selisih poin yang relatif rapat.
Toyota saat ini memimpin klasemen konstruktor dengan 140 poin.
BMW berada di posisi kedua dengan 131 poin, sedangkan Ferrari menempati posisi ketiga dengan 114 poin.
Dengan hanya dua putaran tersisa setelah Fuji, setiap tambahan poin di Jepang dapat berpengaruh terhadap posisi ketiga pabrikan tersebut menjelang dua balapan penutup musim.
Toyota Masih di Puncak
Toyota datang ke Fuji sebagai pemimpin klasemen setelah melewati drama di Lone Star Le Mans, Circuit of The Americas (COTA), pada awal September.
Baca Juga: Malaysia Tegas Soal Sampah, WNI 36 Tahun Jadi Orang Pertama Dipenjara Gara-Gara Puntung Rokok
Mobil Toyota #7 yang dikemudikan Nyck de Vries, Kamui Kobayashi, dan Mike Conway sempat berada di posisi terdepan dan terlihat memiliki peluang besar meraih kemenangan.
Namun, hanya sekitar 10 menit sebelum balapan berakhir, mobil tersebut mengalami masalah hidraulis dan harus berhenti.
Kegagalan itu membuat Toyota kehilangan peluang meraih kemenangan yang sudah berada di depan mata.
Meski demikian, Toyota masih mampu mempertahankan posisi teratas klasemen konstruktor.
Keunggulannya atas BMW bahkan bertambah dari lima menjadi sembilan poin setelah COTA karena BMW #20 juga gagal mendapatkan poin di Texas.
Kini Toyota akan menghadapi balapan kandang di Fuji.
Fuji Punya Rekor Istimewa untuk Toyota
Fuji Speedway bukan sekadar putaran keenam dalam kalender WEC bagi Toyota.
Sirkuit di Jepang tersebut memiliki sejarah yang sangat kuat bagi pabrikan tuan rumah.
Dari 12 penyelenggaraan WEC sebelumnya di Fuji, Toyota telah meraih sembilan kemenangan.
Artinya, kemenangan pada 2026 akan menjadi kemenangan ke-10 Toyota di Fuji.
FIA WEC menyebut rekor tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Toyota ketika menghadapi balapan akhir pekan ini.
Namun, pengalaman masa lalu tidak otomatis menjamin hasil serupa.
Toyota harus kembali mengatasi tekanan dari BMW dan Ferrari yang memiliki kepentingan besar dalam perebutan gelar musim ini.
BMW Terus Menekan
BMW menjadi penantang terdekat Toyota.
Pabrikan Jerman tersebut mengoleksi 131 poin, hanya terpaut sembilan angka dari Toyota.
Posisi tersebut membuat satu hasil besar di Fuji dapat mengubah persaingan di puncak klasemen.
Dari sisi pembalap, situasinya bahkan lebih ketat.
René Rast dan Robin Frijns dari BMW berada di posisi teratas klasemen pembalap bersama trio Toyota #7, yakni Kobayashi, Conway, dan de Vries.
Kelima pembalap tersebut sama-sama mengoleksi 75 poin setelah Lone Star Le Mans.
BMW juga datang ke Jepang dengan pengalaman positif sepanjang musim.
Kemenangan di São Paulo menjadi salah satu hasil penting yang memangkas keunggulan Toyota dan membuat perebutan gelar semakin terbuka.
Ferrari Kembali Masuk Persaingan
Ferrari menjadi pabrikan yang mendapatkan momentum terbesar dari balapan di Austin.
Mobil #50 yang diperkuat Antonio Fuoco, Miguel Molina, dan Nicklas Nielsen berhasil memenangkan Lone Star Le Mans.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Ferrari pada musim WEC 2026 setelah sang juara bertahan menjalani paruh awal musim tanpa kemenangan.
Hasil tersebut membuat Ferrari mengoleksi 114 poin dan kembali berada dalam persaingan perebutan gelar konstruktor.
Jarak Ferrari dengan BMW kini 17 poin, sedangkan dengan Toyota 26 poin.
Selisih tersebut memang lebih besar dibandingkan jarak Toyota dan BMW.
Namun, dengan tiga balapan terakhir setelah Austin yang sebelumnya tersisa, kemenangan Ferrari di COTA telah membuat persaingan papan atas kembali terbuka. Kini setelah Fuji, hanya Barcelona dan Monza yang tersisa.
Persaingan LMGT3 Juga Memanas
Perhatian di Fuji tidak hanya tertuju pada kelas Hypercar.
Persaingan LMGT3 juga memasuki fase penting. Corvette masih berada di posisi teratas klasemen pembalap setelah Austin, tetapi jarak dengan para rival mulai menyempit.
FIA WEC mencatat hasil Austin membuat persaingan LMGT3 semakin ketat.
Di Fuji, Corvette dan Ferrari juga memiliki catatan menarik karena keduanya masing-masing finis pertama dan kedua pada balapan di Jepang tahun sebelumnya.
Artinya, penonton tidak hanya akan menyaksikan pertarungan Toyota, BMW, dan Ferrari di kelas utama.
Kelas LMGT3 juga berpotensi memberikan persaingan tersendiri sepanjang enam jam balapan.
Enam Jam yang Bisa Mengubah Klasemen
6 Hours of Fuji akan berlangsung pada Minggu, 27 September, dengan balapan dimulai pukul 11.00 waktu setempat.
Sebelumnya, sesi latihan bebas digelar Jumat, sedangkan kualifikasi dan Hyperpole berlangsung pada Sabtu.
Baca Juga: Ramalan Primbon Selasa Pahing. Ini Gambaran Watak dan Weton yang Disebut Cocok Jadi Pasangan
Fuji menjadi salah satu balapan yang sangat penting karena posisi tiga besar konstruktor masih berdekatan.
Toyota ingin mempertahankan keunggulan di kandang sendiri. BMW berusaha memangkas jarak sembilan poin.
Sementara Ferrari akan membawa momentum kemenangan dari Austin untuk terus mendekati dua rivalnya.
Setelah Fuji, WEC akan berlanjut ke 6 Hours of Barcelona pada 16-18 Oktober.
Musim kemudian ditutup melalui 6 Hours of Monza pada 6-8 November.
Dengan hanya tiga balapan termasuk Fuji yang masih harus dijalani, setiap kesalahan teknis, strategi pit stop, hingga hasil finis akan semakin menentukan.
Bagi Toyota, BMW, dan Ferrari, 6 Hours of Fuji bukan sekadar balapan kandang atau putaran keenam kalender.
Balapan enam jam di Jepang tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi sebelum dua seri terakhir menentukan siapa yang akan mengakhiri musim 2026 sebagai juara dunia WEC.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : fiawec.com