Max Verstappen Dikaitkan dengan Balapan GT3 di Portimao, Verstappen Racing Siapkan Kejutan Akhir 202

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 10:42 WIB
Max Verstappen berpeluang kembali turun di balap GT3. Verstappen Racing dikaitkan dengan penampilan di Portimao, Portugal, pada akhir musim 2026. (foto: Kurt Vanhoenacker)
Max Verstappen berpeluang kembali turun di balap GT3. Verstappen Racing dikaitkan dengan penampilan di Portimao, Portugal, pada akhir musim 2026. (foto: Kurt Vanhoenacker)

RADARBONANG.ID—Max Verstappen berpeluang kembali merasakan persaingan balap GT3 sebelum musim 2026 berakhir.

Pembalap Red Bull Racing tersebut dikaitkan dengan rencana Verstappen Racing untuk tampil pada putaran penutup GT World Challenge Europe Endurance Cup di Sirkuit Portimao, Portugal.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatan Verstappen sebagai salah satu pembalap yang akan mengisi line-up di Portugal.

Jika rencana tersebut terealisasi, penampilan Verstappen akan menjadi bagian dari aktivitasnya di luar Formula 1 yang semakin berkembang.

Verstappen Racing sepanjang 2026 mulai memperluas keterlibatan di dunia balap GT3 dan endurance.

Program tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi tim yang membawa nama Verstappen untuk mendapatkan pengalaman dalam format balap yang berbeda dari Formula 1.

Program GT3 Verstappen Racing

Verstappen Racing sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Mercedes-AMG Motorsport untuk menjalankan program GT3 sepanjang musim 2026.

Baca Juga: Ramai Diburu Wisatawan dan Konten Kreator, Sumber Mata Air Krawak Tuban Kini Tak Boleh Dikunjungi

Program tersebut mencakup keterlibatan dalam GT World Challenge Europe serta sejumlah agenda balap endurance lainnya.

Operasional mobil dijalankan bersama 2 Seas Motorsport.

Sejumlah pembalap profesional juga dilibatkan secara bergantian untuk menjalankan program tersebut.

Dengan format seperti ini, Verstappen Racing dapat mengembangkan pengalaman dalam pengelolaan mobil GT3 dan balapan jarak jauh.

Program tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan Formula 1.

Dalam balap GT3 endurance, satu mobil biasanya digunakan oleh beberapa pembalap secara bergantian.

Karena itu, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan satu pembalap.

Strategi tim, pergantian pembalap, pengelolaan ban, konsumsi bahan bakar, hingga kemampuan menjaga mobil selama balapan menjadi bagian penting dari persaingan.

Max Verstappen Sudah Punya Pengalaman GT3

Max Verstappen sendiri bukan nama baru dalam dunia balap GT3.

Pembalap asal Belanda tersebut beberapa kali memanfaatkan waktunya di luar Formula 1 untuk mendapatkan pengalaman dalam berbagai jenis mobil balap.

Salah satu agenda terbesar yang pernah dijalaninya adalah 24 Hours of Nürburgring.

Verstappen turun menggunakan Mercedes-AMG GT3 dan merasakan langsung tantangan balap endurance di salah satu sirkuit paling terkenal di dunia.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai ketertarikan Verstappen terhadap balapan dengan durasi panjang.

Berbeda dengan Formula 1 yang berlangsung dalam format single-seater dengan satu pembalap untuk setiap mobil, balap endurance menuntut kerja sama beberapa pembalap.

Pembalap juga harus menyesuaikan gaya mengemudi dengan kondisi mobil dan strategi tim.

Kecepatan tetap penting, tetapi konsistensi selama berjam-jam menjadi bagian yang tidak kalah menentukan.

Portimao Jadi Tujuan Berikutnya

Sirkuit Algarve di Portimao menjadi salah satu kemungkinan tujuan Verstappen berikutnya.

Putaran tersebut dijadwalkan menjadi seri penutup Endurance Cup GT World Challenge Europe.

Sirkuit Portimao memiliki karakter yang cukup menantang. Lintasan tersebut dikenal memiliki kombinasi tikungan cepat, perubahan elevasi, serta sejumlah zona pengereman keras.

Karakter tersebut menuntut pembalap mampu menjaga ritme sepanjang perlombaan.

Kondisi ban juga menjadi faktor penting karena perubahan beban dan karakter tikungan dapat memberikan tekanan berbeda terhadap mobil.

Bagi Verstappen Racing, seri penutup di Portimao dapat menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan program GT3 yang telah berjalan sepanjang 2026.

Jika Max benar-benar ikut, pengalaman tersebut juga dapat memberikan tambahan data bagi tim.

Namun, keputusan tersebut tetap bergantung pada susunan pembalap yang akhirnya dipilih untuk balapan.

Ambisi Verstappen di Luar Formula 1

Keterlibatan Verstappen dalam balap GT3 tidak muncul tanpa alasan.

Pembalap asal Belanda tersebut sebelumnya beberapa kali menunjukkan ketertarikannya terhadap berbagai kategori balap di luar Formula 1.

Verstappen Racing kemudian menjadi wadah untuk mengembangkan aktivitas tersebut secara lebih serius.

Proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengikuti perlombaan.

Verstappen Racing juga memiliki visi untuk mengembangkan pembalap dan menjalankan berbagai program motorsport di luar kategori single-seater.

Kehadiran program GT3 sepanjang 2026 menjadi salah satu langkah untuk membangun pengalaman tersebut.

Dengan mengikuti berbagai agenda endurance, tim dapat mempelajari aspek yang tidak banyak ditemui dalam Formula 1.

Manajemen pembalap, strategi pit stop, penggunaan ban, konsumsi bahan bakar, serta ketahanan kendaraan menjadi bagian dari pengalaman yang terus dikembangkan.

Jika Verstappen Turun, Perhatian Akan Bertambah

Kemungkinan Max Verstappen tampil di Portimao tentu dapat meningkatkan perhatian terhadap seri penutup GT World Challenge Europe Endurance Cup.

Namun, kehadirannya tidak otomatis membuat Verstappen menjadi satu-satunya faktor penentu hasil balapan.

Dalam balap endurance, satu mobil harus dikendalikan oleh beberapa pembalap.

Setiap pembalap memiliki tugas untuk menjaga performa mobil sesuai strategi yang telah disiapkan tim.

Kesalahan kecil juga dapat berdampak besar karena balapan berlangsung selama berjam-jam.

Masalah teknis, penalti, kesalahan pit stop, atau kerusakan ban dapat mengubah posisi sebuah mobil dalam waktu singkat.

Karena itu, jika Verstappen benar-benar tampil di Portimao, tantangan yang dihadapinya akan berbeda dibandingkan ketika berlomba di Formula 1.

Ia harus beradaptasi dengan format balapan yang menuntut konsistensi dan kerja sama antarpembalap.

Menambah Jam Terbang Sebelum Musim Baru

Kemungkinan penampilan di Portimao juga memperlihatkan bagaimana Verstappen Racing secara bertahap memperluas program kompetisinya.

Setelah pengalaman di Nürburgring dan keterlibatan sepanjang musim dalam GT World Challenge Europe, seri Portugal dapat menjadi kesempatan tambahan untuk mengumpulkan pengalaman.

Baca Juga: Kalau Jamu Punya Personality, Kamu Cocok Jadi Kunyit Asam, Beras Kencur atau Sinom?

Bagi Max Verstappen sendiri, balapan GT3 dapat menjadi cara untuk tetap aktif di lintasan dengan karakter kendaraan yang berbeda.

Namun, untuk saat ini, keterlibatan Verstappen di Portimao masih belum mendapatkan kepastian resmi.

Susunan pembalap yang akan diturunkan Verstappen Racing masih menjadi bagian yang ditunggu.

Apabila rencana tersebut terealisasi, penampilan Max di Portugal akan menjadi salah satu agenda menarik pada penghujung musim 2026.

Bukan hanya karena nama besar Verstappen, tetapi juga karena balapan tersebut akan menunjukkan sejauh mana program Verstappen Racing berkembang setelah menjalani satu musim penuh di dunia GT3 dan endurance.

Portimao pun berpotensi menjadi panggung berikutnya bagi Verstappen untuk menambah pengalaman di luar Formula 1, sekaligus memperkuat proyek balap yang kini dibangun menggunakan namanya sendiri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : fiawec.com
GT World Challenge Europe Max Verstappen GT3 Verstappen Racing 2026 balapan GT3 Portimao Max Verstappen Portimao