Manthey Buru Kemenangan Pertama WEC 2026 di Fuji, Dua Porsche Masih Punya Peluang Juara LMGT3

Adib Turmudzi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 10:12 WIB
Podium hasil finis terbaiknya sepanjang  FIA World Endurance Championship (WEC) 2026 yang diraih di Texas awal bulan ini. (fiawec.com)
Podium hasil finis terbaiknya sepanjang FIA World Endurance Championship (WEC) 2026 yang diraih di Texas awal bulan ini. (fiawec.com)

RADARBONANG.ID — Manthey memasuki putaran keenam FIA World Endurance Championship (WEC) 2026 dengan misi mengakhiri penantian kemenangan di kelas LMGT3.

Tim asal Jerman tersebut belum mampu meraih kemenangan dalam lima seri yang telah berlangsung.

Meski demikian, performa mereka mulai menunjukkan perkembangan.

Hasil podium di Lone Star Le Mans, Texas, menjadi modal penting bagi Manthey untuk menghadapi 6 Hours of Fuji yang akan berlangsung di Jepang pada 27 September 2026.

Balapan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengejar kemenangan pertama.

Manthey juga membutuhkan tambahan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen tim LMGT3 yang masih sangat terbuka.

Baca Juga: Sudah Buka Laptop tetapi Tak Kunjung Mengerjakan? Bisa Jadi Kamu Mengalami Task Initiation

Dua Porsche Masih Bersaing

Manthey datang ke Fuji dengan dua mobil Porsche 911 GT3 R yang masih berada dalam persaingan papan atas.

Setelah lima balapan, kedua mobil tersebut menempati posisi ketiga dan kelima klasemen tim LMGT3.

Jarak antara keduanya bahkan hanya satu poin.

Kondisi tersebut menunjukkan konsistensi menjadi salah satu kekuatan Manthey sepanjang musim, meskipun kemenangan belum berhasil mereka raih.

Mobil nomor 91 Manthey DK Engineering berada di posisi yang lebih baik dengan koleksi 48 poin.

Sementara mobil nomor 92 The Bend Manthey mengumpulkan 49 poin.

Keduanya masih memiliki peluang memperbaiki posisi karena WEC belum memasuki fase akhir musim.

Setelah Fuji, masih terdapat dua balapan lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan poin.

Podium Perdana di Texas

Performa paling menjanjikan Manthey terjadi ketika tampil di Circuit of The Americas, Texas. Mobil nomor 91 yang diperkuat James Cottingham, Timur Boguslavskiy, dan Ayhancan Güven mampu bertarung di barisan depan.

Mereka bahkan sempat berada di posisi terdepan dan memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan.

Namun, hasil akhir belum berpihak kepada Manthey.

Penalti lima detik membuat mobil nomor 91 harus kehilangan peluang kemenangan. Mereka akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kedua.

Meski bukan kemenangan, podium tersebut menjadi pencapaian penting bagi Manthey.

Cottingham, Boguslavskiy, dan Güven berhasil meraih podium bersama untuk pertama kalinya di WEC.

Bagi Güven, hasil tersebut juga memiliki arti khusus.

Pembalap tersebut mencatat podium pertamanya setelah baru menjalani penampilan kelima di kejuaraan.

Hasil di Texas memperlihatkan bahwa kecepatan Manthey sebenarnya sudah cukup untuk bersaing memperebutkan posisi terdepan. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa tersebut hingga garis finis.

Mobil Nomor 92 Mengalami Kesulitan

Jika mobil nomor 91 mendapatkan hasil positif, situasi berbeda dialami Porsche nomor 92 The Bend Manthey di Austin.

Yasser Shahin mengalami insiden pada fase awal perlombaan. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem kemudi mobil.

Shahin yang berbagi mobil dengan Riccardo Pera dan Richard Lietz akhirnya harus menjalani balapan yang jauh lebih sulit.

Mereka mampu menyelesaikan perlombaan, tetapi hanya finis di posisi ke-15.

Mobil nomor 92 juga tertinggal enam lap dari pemimpin lomba. Hasil tersebut membuat perolehan poin mereka tidak maksimal pada seri sebelumnya.

Kini, Manthey membutuhkan akhir pekan yang lebih bersih di Fuji.

Reliabilitas mobil dan kemampuan menghindari insiden menjadi faktor penting apabila mereka ingin memangkas jarak dengan pemimpin klasemen.

Persaingan LMGT3 Masih Terbuka

Klasemen LMGT3 menunjukkan betapa ketatnya persaingan menjelang putaran Jepang.

TF Sport masih memimpin klasemen tim dengan 76 poin melalui Chevrolet Corvette Z06 LMGT3.R nomor 33.

Vista AF Corse berada di posisi kedua dengan 54 poin.

Sementara itu, The Bend Manthey mengoleksi 49 poin dan Manthey DK Engineering mengumpulkan 48 poin.

Selisih tersebut membuat peluang perubahan posisi masih terbuka.

Tiga balapan terakhir akan menjadi sangat penting karena setiap tambahan poin dapat mengubah susunan klasemen.

Manthey juga memiliki keuntungan karena dua mobil mereka berada dalam kelompok papan atas.

Konsistensi kedua mobil dapat menjadi modal penting untuk mengejar pemimpin klasemen.

Namun, mereka juga harus memastikan hasil di Fuji tidak kembali terganggu penalti maupun masalah teknis.

Fuji Hadirkan Tantangan Berbeda

6 Hours of Fuji akan memberikan karakter tantangan yang berbeda bagi seluruh peserta. Balapan berlangsung di Fuji Speedway, Jepang.

Sirkuit tersebut memiliki panjang 4,563 kilometer dan terdiri dari 16 tikungan.

Karakter lintasan akan menguji kemampuan mobil sekaligus strategi tim sepanjang balapan enam jam.

Rangkaian akhir pekan Fuji dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September. Balapan utama akan digelar pada Minggu, 27 September.

Bagi Manthey, karakter lintasan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuan Porsche 911 GT3 R mereka.

Setelah mampu bertarung di posisi terdepan pada Austin, Manthey tentu ingin membawa performa tersebut ke Jepang.

Fokus utama mereka adalah memastikan kecepatan yang sudah terlihat dapat bertahan hingga akhir perlombaan.

Juara Bertahan Punya Tekanan

Manthey bukan tim biasa dalam persaingan LMGT3.

Tim Porsche tersebut memiliki catatan kuat sejak kelas LMGT3 diperkenalkan dalam WEC pada 2024.

Manthey berhasil memenangkan gelar kelas tersebut pada musim pertama LMGT3 dan kemudian mempertahankannya pada 2025.

Karena itu, musim 2026 menghadirkan tantangan berbeda. Setelah lima seri, mereka belum sekalipun berdiri di podium tertinggi.

Podium di Texas setidaknya menunjukkan bahwa Manthey mulai menemukan kembali kecepatan untuk bersaing di depan.

Namun, kemenangan membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan.

Strategi pit stop, manajemen ban, konsistensi pembalap, serta reliabilitas mobil akan menjadi bagian penting dalam balapan endurance.

Penalti lima detik di Austin menjadi contoh bahwa detail kecil dapat menentukan hasil akhir.

Misi Ganda di Jepang

6 Hours of Fuji menjadi kesempatan penting bagi Manthey untuk mengubah momentum.

Target pertama tentu mengakhiri puasa kemenangan musim 2026.

Target lainnya adalah memperkecil jarak dengan TF Sport dalam klasemen LMGT3.

Dengan tiga seri yang masih tersisa setelah Fuji, peluang untuk mengubah persaingan masih terbuka.

Baca Juga: 6 Hours of Fuji 2026: Toyota Bawa Misi Balas Kegagalan Austin dan Pertahankan Puncak Klasemen WEC

Manthey memiliki dua mobil yang masih berada di kelompok papan atas.

Jika keduanya mampu meraih hasil konsisten, tambahan poin dapat memperkecil defisit mereka.

Setelah Fuji, WEC akan bergerak menuju dua seri terakhir di Barcelona dan Monza.

Kedua balapan tersebut akan menjadi penentu dalam perebutan gelar LMGT3.

Karena itu, hasil di Jepang memiliki arti lebih besar daripada sekadar satu kemenangan.

Bagi Manthey, Fuji dapat menjadi titik balik untuk kembali mengejar dominasi yang mereka tunjukkan dalam dua musim pertama LMGT3.

Setelah lima seri tanpa kemenangan, tim asal Jerman tersebut kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa podium di Austin bukan sekadar hasil sesaat.

Tantangannya adalah membawa performa tersebut hingga garis finis dan mengubahnya menjadi kemenangan perdana musim ini.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : fiawec.com
6 Hours of Fuji 2026 Manthey WEC 2026 LMGT3 WEC Porsche 911 GT3 R FIA WEC 2026