RADARBONANG.ID - Formula 1 resmi mengumumkan kalender Kejuaraan Dunia 2027 dengan sejumlah perubahan penting.
Musim depan tetap terdiri dari 24 Grand Prix di 22 negara, tetapi jumlah balapan Sprint bertambah dari enam menjadi 10 seri.
Kalender tersebut telah mendapat persetujuan World Motor Sport Council.
Musim 2027 akan berlangsung di lima benua, dimulai dari Bahrain pada Maret dan berakhir di Abu Dhabi pada Desember.
Penambahan Sprint menjadi salah satu perubahan paling menonjol.
Lima negara akan menjadi tuan rumah Sprint untuk pertama kalinya, yakni Bahrain, Australia, Jepang, Monaco, dan Abu Dhabi.
Sementara itu, Kanada, Inggris, Italia, Brasil, dan Qatar kembali mendapatkan kesempatan menggelar format balapan pendek tersebut.
Baca Juga: Honor Perkenalkan MagicOS 11, Yoyo AI Bisa Jalankan 100 Tindakan dan Storage Bisa Lebih Lega
Monaco Bakal Gelar Sprint
Keputusan memasukkan Monaco sebagai tuan rumah Sprint menjadi salah satu bagian yang paling menarik dari kalender baru.
Sirkuit jalan raya Monte Carlo memiliki karakter yang sempit dan teknis, dengan peluang menyalip yang relatif terbatas.
Namun, Formula 1 tetap memilih Monaco sebagai salah satu lokasi Sprint 2027.
Format tersebut membuat akhir pekan di Monte Carlo semakin padat karena pembalap akan menjalani dua sesi kualifikasi untuk dua agenda balapan berbeda.
Sprint Qualifying dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Sprint kemudian digelar Sabtu pagi, sementara kualifikasi untuk Grand Prix utama berlangsung Sabtu sore.
Dengan demikian, penonton di Monaco akan mendapatkan dua sesi kualifikasi dalam satu akhir pekan, masing-masing untuk menentukan posisi start Sprint dan Grand Prix.
10 Seri dengan Format Sprint
Sepuluh seri yang menggunakan format Sprint pada 2027 adalah Bahrain, Australia, Jepang, Kanada, Monaco, Inggris, Italia, Brasil, Qatar, dan Abu Dhabi.
Rangkaian tersebut tersebar hampir sepanjang musim. Bahrain membuka kalender Sprint pada 12-14 Maret, sedangkan Qatar dan Abu Dhabi menjadi dua seri terakhir yang menggunakan format tersebut pada Desember.
Menariknya, tiga dari empat seri pertama musim 2027 langsung menggunakan format Sprint.
Setelah Bahrain, Sprint berlanjut di Australia dan Jepang sebelum kalender bergerak ke China.
Kondisi tersebut membuat tim harus mempersiapkan mobil secara optimal sejak awal musim karena kesempatan mendapatkan poin tambahan sudah hadir pada rangkaian balapan pembuka.
Bahrain Buka Musim 2027
Musim Formula 1 2027 dijadwalkan dimulai di Bahrain pada 12-14 Maret.
Sebelumnya, sesi tes pramusim akan berlangsung di Bahrain International Circuit pada 24-27 Februari.
Setelah Bahrain, rombongan F1 menuju Arab Saudi sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia, Jepang, dan China.
Kalender kemudian bergerak ke Amerika Utara melalui Miami dan Kanada.
Bagian Eropa dimulai di Monaco pada awal Juni. Setelah itu, Formula 1 kembali mengunjungi Portugal melalui balapan di Portimão pada 18-20 Juni.
Inggris, Austria, Belgia, dan Hungaria kemudian menjadi bagian dari rangkaian balapan Eropa sebelum kompetisi berlanjut ke Italia dan Madrid.
Portugal dan Turki Kembali
Portugal kembali masuk kalender Formula 1 melalui Sirkuit Portimão.
Balapan di negara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni setelah Grand Prix Monaco.
Turki juga kembali ke kalender melalui Istanbul Park.
Grand Prix Turki dijadwalkan pada 1-3 Oktober, berada di antara Azerbaijan dan Singapura.
Kembalinya Istanbul Park sebenarnya sudah disepakati sebelumnya melalui kesepakatan lima tahun yang membuat Turki masuk kalender mulai 2027 hingga 2031, dengan penyelenggaraan tetap bergantung pada homologasi sirkuit FIA.
Di sisi lain, Zandvoort tidak lagi masuk kalender 2027.
Barcelona juga tidak tercantum sebagai tuan rumah Grand Prix dalam susunan musim mendatang.
Sprint Semakin Banyak
Penambahan jumlah Sprint menjadi 10 seri merupakan kelanjutan dari perkembangan format tersebut sejak diperkenalkan pada 2021.
Formula 1 menyebut data mereka menunjukkan total penonton akhir pekan Sprint 12 persen lebih tinggi dibandingkan akhir pekan tanpa Sprint.
Sprint Qualifying juga disebut memiliki daya tarik hingga tiga kali lipat dibandingkan sesi latihan bebas.
Selain itu, 82 persen penonton yang hadir di akhir pekan Sprint menyatakan format tersebut memberikan nilai tambahan terhadap tiket mereka.
F1 juga menyebut 75 persen penggemarnya menilai Sprint memberikan nilai lebih terhadap kalender musim.
Penutup Musim Juga Punya Sprint
Menariknya, dua seri terakhir musim 2027 sama-sama menggunakan format Sprint.
Setelah Las Vegas pada November, Qatar akan menggelar Sprint pada 3-5 Desember sebelum musim ditutup di Abu Dhabi pada 10-12 Desember.
Baca Juga: Gebetan Mulai Dry Texting Saat PDKT? Kenali Bedanya dengan Tanda Dia Benar-Benar Menjauh
Artinya, perebutan poin tambahan masih dapat berlangsung hingga dua akhir pekan terakhir musim.
Format tersebut membuat persaingan menuju akhir kejuaraan tetap memiliki agenda kompetitif tambahan.
Secara keseluruhan, kalender F1 2027 membawa 24 Grand Prix, 10 Sprint, dan sejumlah perubahan lokasi.
Portugal serta Turki kembali, sementara Monaco mendapat peran baru sebagai tuan rumah Sprint.
Formula 1 menyebut kalender tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan alur geografis yang lebih efisien sepanjang musim.
Dengan lebih banyak Sprint dan kembalinya beberapa lokasi, musim 2027 akan menghadirkan struktur akhir pekan balap yang berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Formula1.com