RADARBONANG.ID – Kimi Antonelli semakin kokoh di puncak klasemen Formula 1 2026 setelah memenangkan Grand Prix Spanyol di Madring, Madrid, Minggu (13/9/2026).
Pembalap Mercedes tersebut mencatat kemenangan kedelapan musim ini sekaligus menjadi pembalap pertama yang menaklukkan sirkuit baru Madring.
Hasil tersebut membuat keunggulan Antonelli atas rekan setimnya, George Russell, melebar menjadi 81 poin.
Dengan delapan atau sembilan balapan tersisa, Russell mulai mengakui bahwa peluangnya untuk mengejar gelar juara dunia secara realistis semakin kecil.
Pembalap Inggris itu memilih mengalihkan fokus untuk meraih hasil terbaik pada setiap balapan berikutnya.
Baca Juga: Márquez Salip Martín di Puncak Klasemen MotoGP 2026, Bezzecchi Terjungkal di Lap Pertama
Norris Sempat Kuasai Balapan
Kemenangan Antonelli di Madrid tidak datang dengan dominasi sejak lap pertama.
Lando Norris justru memulai balapan dari posisi terdepan setelah merebut pole position dengan selisih hanya 0,011 detik dari Antonelli.
Max Verstappen menempati posisi ketiga.
Susunan tersebut membuat duel antara Norris, Antonelli, dan Verstappen menjadi salah satu perhatian utama pada balapan perdana F1 di Madring.
Norris mampu mempertahankan posisi terdepan pada fase awal.
Pembalap McLaren itu bahkan terlihat memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan.
Namun, situasi berubah ketika Virtual Safety Car atau VSC diberlakukan.
Antonelli dan Verstappen memanfaatkan kondisi tersebut untuk masuk pit pada waktu yang lebih menguntungkan.
Norris memilih tetap berada di lintasan. Ketika VSC berakhir, ia baru masuk pit dan harus menjalani pemberhentian yang membuat posisinya merosot.
Pit stop selama sekitar tujuh detik semakin memperbesar kerugiannya.
Antonelli Ambil Alih Kendali
Setelah rangkaian pit stop berlangsung, Antonelli mulai mengambil alih jalannya balapan.
Charles Leclerc sempat berada di depan karena belum melakukan pergantian ban, tetapi strategi tersebut tidak cukup untuk mempertahankan posisi.
Ferrari akhirnya memanggil Leclerc ke pit sembilan lap sebelum finis.
Setelah pembalap Monegasque tersebut masuk pit, Antonelli kembali berada di posisi terdepan.
Verstappen kemudian menjadi ancaman utama.
Norris juga terus mendekat setelah berhasil melewati beberapa pembalap di depannya.
Namun, Antonelli mampu menjaga jarak hingga finis. Ia menyelesaikan 57 lap dengan keunggulan 4,351 detik atas Verstappen.
Norris finis ketiga, disusul Leclerc dan Russell.
Madring Jadi Saksi Kemenangan Perdana
Kemenangan tersebut memiliki arti khusus karena Madring baru pertama kali menjadi tuan rumah balapan Formula 1.
Sirkuit yang berada di Madrid itu menjadi bagian baru dalam kalender F1 2026.
Karakternya memadukan ruas jalan raya dengan bagian trek permanen dan menghadirkan sejumlah tikungan teknis.
Namun, debut Madring juga mendapat sorotan karena minimnya peluang menyalip.
Balapan utama hanya menghasilkan sedikit manuver overtake sehingga sejumlah pembalap mempertanyakan desain lintasan tersebut.
Norris menjadi salah satu pembalap yang menyuarakan kritik.
Ia menilai beberapa bagian lintasan perlu dievaluasi agar balapan berikutnya dapat memberikan lebih banyak peluang untuk bertarung langsung.
Kondisi tersebut membuat strategi menjadi sangat penting.
Pada balapan perdana Madring, momentum VSC bahkan menjadi salah satu faktor utama yang mengubah persaingan di posisi terdepan.
Russell Mulai Realistis soal Gelar
Bagi George Russell, hasil di Madrid semakin memperlebar jarak dengan Antonelli.
Finis kelima membuat pembalap Mercedes itu tertinggal 81 poin dari rekan setimnya.
Russell sebelumnya masih membuka peluang untuk mengejar Antonelli.
Namun, setelah balapan di Madrid, ia mengakui bahwa dirinya secara realistis sudah tidak berada dalam persaingan gelar.
Russell kini memilih fokus mengejar hasil terbaik pada setiap seri.
Mercedes juga tetap berada dalam posisi kuat pada klasemen konstruktor dengan keunggulan 145 poin atas Ferrari.
Situasi tersebut menunjukkan betapa dominannya Mercedes pada musim 2026.
Namun, di dalam tim yang sama, Antonelli mulai menciptakan jarak yang sulit dikejar Russell.
Menang di Monza, Menang Lagi di Madrid
Kemenangan di Madring juga memperpanjang momentum Antonelli dalam dua seri terakhir.
Sebelumnya, pembalap Italia tersebut meraih kemenangan di Grand Prix Italia di Monza.
Ia tampil luar biasa setelah memulai balapan dari posisi ke-19 dan akhirnya mengalahkan Russell untuk meraih kemenangan.
Dua kemenangan beruntun tersebut membuat Antonelli semakin percaya diri memasuki fase akhir musim.
Baca Juga: CEO Anthropic Serukan Pengembangan AI Diperlambat, Ini Alasan dan Tiga Langkah yang Diusulkan
Dari 14 Grand Prix yang telah berlangsung, ia sudah mengoleksi delapan kemenangan.
Dengan keunggulan 81 poin, Antonelli kini memiliki peluang besar untuk mengubah musim keduanya di Formula 1 menjadi perjalanan menuju gelar juara dunia pertamanya.
Tantangan berikutnya akan datang pada Grand Prix Azerbaijan di Baku pada 26 September.
Para rival harus segera menemukan cara menghentikan laju Antonelli jika masih ingin menjaga peluang dalam perebutan gelar F1 2026.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Formula1.com