Bukan untuk VIP, Presiden Como Mirwan Suwarso Berikan Kursinya kepada Fans Senior di Liga Champions

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 15:45 WIB
Ketika kursi VIP justru diberikan kepada fans senior. Presiden Como Mirwan Suwarso dan sejumlah direktur klub memilih mengalah demi suporter yang sudah puluhan tahun setia mendukung Como. Kisahnya bikin salut. (como 1907)
Ketika kursi VIP justru diberikan kepada fans senior. Presiden Como Mirwan Suwarso dan sejumlah direktur klub memilih mengalah demi suporter yang sudah puluhan tahun setia mendukung Como. Kisahnya bikin salut. (como 1907)

RADARBONAG.ID – Ada cara berbeda yang dilakukan Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menjelang pertandingan bersejarah klubnya di Liga Champions 2026/2027.

Ketika banyak orang mungkin berlomba mendapatkan tempat terbaik untuk menyaksikan debut Como di kompetisi elite Eropa, Suwarso justru memilih memberikan kursinya kepada para suporter senior.

Bersama sejumlah direktur klub, Suwarso memutuskan tidak menggunakan jatah tempat duduk mereka pada laga kandang perdana Como di Liga Champions.

Kursi tersebut diberikan kepada para penggemar yang sudah puluhan tahun mengikuti perjalanan klub.

Keputusan tersebut muncul di tengah tingginya antusiasme suporter.

Tiket pertandingan Como melawan RB Leipzig telah habis, sementara kapasitas Stadio Giuseppe Sinigaglia memang terbatas.

Baca Juga: 5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Stadion yang berada di tepi Danau Como itu memiliki kapasitas sekitar 12 ribu penonton dan jumlahnya kembali berkurang karena kebutuhan operasional serta regulasi UEFA.

Kursi Presiden untuk Suporter yang Sudah Menunggu Puluhan Tahun

Suwarso secara khusus meminta agar kursi yang dilepaskan jajaran eksekutif diberikan kepada penggemar yang lahir pada 1950 atau sebelumnya.

Bukan tanpa alasan. Kelompok suporter tersebut dianggap sebagai orang-orang yang telah mengikuti Como melewati berbagai periode dalam sejarah klub, termasuk ketika tim masih berjuang di kasta bawah sepak bola Italia.

Bagi mereka, menyaksikan Como bermain di Liga Champions bukan sekadar datang ke stadion untuk menonton pertandingan.

Momen tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang yang telah mereka ikuti selama puluhan tahun.

Dalam pengumumannya, Suwarso mengajak para pendukung untuk merekomendasikan fans senior yang dianggap paling layak mendapatkan kesempatan tersebut.

Ia dan para direktur klub bahkan menyatakan merasa terhormat jika kursi mereka bisa digunakan oleh suporter lama.

Debut Como di Liga Champions Jadi Momen Bersejarah

Laga menghadapi RB Leipzig memiliki arti sangat besar bagi Como. Pertandingan tersebut menjadi penampilan pertama klub di Liga Champions sepanjang sejarahnya.

Como berhasil menembus kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa setelah menjalani perjalanan panjang.

Musim sebelumnya, klub asal Lombardia tersebut finis di posisi keempat Serie A di bawah arahan Cesc Fabregas dan akhirnya mendapatkan tiket ke Liga Champions.

Artinya, laga melawan Leipzig bukan sekadar pertandingan pembuka.

Bagi klub dan pendukungnya, pertandingan itu menjadi penanda bahwa Como akhirnya berhasil mencapai level yang selama bertahun-tahun mungkin hanya menjadi impian.

Terlebih, perjalanan Como menuju panggung tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Pernah Terpuruk, Kini Tampil di Panggung Elite Eropa

Como pernah mengalami masa sulit dan bahkan sempat bermain di kasta bawah sepak bola Italia.

Klub tersebut kemudian mengalami kebangkitan hingga akhirnya kembali ke Serie A pada 2024.

Perjalanan itu membuat keberhasilan tampil di Liga Champions terasa semakin istimewa. Bagi suporter yang sudah mengikuti klub sejak masa-masa sulit, menyaksikan tim kesayangannya bermain di kompetisi Eropa tentu menjadi pengalaman yang sulit digantikan.

Di sinilah keputusan Mirwan Suwarso memiliki makna lebih dalam.

Alih-alih mempertahankan tempat istimewa yang menjadi jatah petinggi klub, ia justru memberikan kesempatan tersebut kepada orang-orang yang dianggap telah berkontribusi melalui kesetiaan mereka sebagai suporter.

Ketika Sepak Bola Tidak Melulu soal VIP

Di era sepak bola modern, kursi VIP sering kali identik dengan status, sponsor, pejabat klub, dan tamu khusus.

Namun, Como justru memberikan pesan berbeda melalui keputusan tersebut.

Tempat yang semestinya digunakan oleh presiden dan jajaran direktur diberikan kepada fans senior.

Langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada generasi pendukung yang tetap datang dan memberikan dukungan ketika Como belum menjadi klub yang diperhitungkan di level tertinggi.

Ada sisi emosional yang cukup kuat di baliknya.

Seorang suporter yang lahir pada 1950 atau sebelumnya kini memiliki kesempatan menyaksikan klub kesayangannya bermain di Liga Champions setelah menunggu selama puluhan tahun.

Mirwan Suwarso dan Sentuhan Indonesia di Como

Nama Mirwan Suwarso juga memiliki kaitan erat dengan perjalanan Como yang semakin dikenal di Indonesia.

Como 1907 berada di bawah kepemilikan keluarga Hartono, pengusaha asal Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, klub tersebut mengalami perkembangan signifikan hingga berhasil kembali ke Serie A dan kemudian menembus Liga Champions.

Suwarso sendiri menjadi salah satu figur penting dalam pengelolaan klub.

Keputusan memberikan kursi kepada suporter senior menunjukkan bahwa perkembangan Como tidak hanya berbicara mengenai investasi, pemain, atau prestasi di lapangan.

Ada pula upaya menjaga hubungan antara klub dan komunitas pendukungnya.

Debut Liga Champions yang Bukan Sekadar Pertandingan

Pertandingan Como melawan RB Leipzig dijadwalkan berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada 10 September 2026 waktu setempat.

Laga tersebut menjadi awal perjalanan Como di fase liga Liga Champions musim 2026/2027.

Namun, sebelum pertandingan dimulai, Como sudah lebih dulu menciptakan cerita yang menarik perhatian.

Kursi yang biasanya menjadi simbol keistimewaan justru diberikan kepada mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanan klub selama puluhan tahun.

Baca Juga: Ingin Jadi Dancer Sound Horeg? Ini Skill, Gaya Joget, hingga Cara Mendapat Job dan Saweran

Bagi pemain, pertandingan nanti mungkin menjadi kesempatan pertama mencicipi atmosfer Liga Champions. Bagi klub, laga tersebut menjadi pencapaian bersejarah.

Sementara bagi para fans senior yang mendapatkan kursi tersebut, pertandingan itu bisa menjadi semacam hadiah atas kesetiaan yang mereka pertahankan sejak lama.

Pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol atau siapa yang mengangkat trofi.

Ada cerita tentang orang-orang yang tetap bertahan ketika sebuah klub berada di titik terendah.

Dan menjelang debut Como di Liga Champions, Mirwan Suwarso memilih memastikan bahwa sebagian dari mereka mendapatkan tempat terbaik untuk menyaksikan sejarah itu secara langsung.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : goodnewsfromindonesia.id
Mirwan Suwarso Como Como Liga Champions 2026 Como vs RB Leipzig fans senior Como debut Como Liga Champions