RADARBONAG.ID — Balapan kandang Max Verstappen di Formula 1 berakhir jauh dari harapan.
Pembalap andalan Red Bull Racing tersebut harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat setelah mengalami kecelakaan pada lap pertama Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort.
Verstappen yang memulai balapan dari posisi ketujuh sebenarnya masih mampu melewati tikungan pertama setelah terlibat situasi yang cukup rumit bersama sejumlah pembalap lain.
Namun, kondisi lintasan yang masih basah akibat hujan akhirnya menjadi petaka.
Mobil Verstappen kehilangan kendali di tikungan terakhir dan menghantam pembatas dengan cukup keras.
Kecelakaan tersebut bahkan membuat balapan harus dihentikan sementara dengan bendera merah selama kurang lebih 30 menit.
Baca Juga: Prabowo Belum Tinjau Gempa Flores, Ini Alasan Jadwal Kunjungan Presiden Berubah
Verstappen Terjebak Kondisi Lintasan yang Licin
Masalah Verstappen bermula sejak awal balapan.
Start dari posisi ketujuh membuat pembalap asal Belanda itu harus langsung bekerja keras untuk mempertahankan posisinya di tengah persaingan ketat.
Menuju Tikungan 1, Verstappen bahkan berada dalam situasi ketika empat mobil melaju berdampingan.
Kondisi tersebut membuatnya terpaksa melebar hingga menyentuh area rumput.
Meski demikian, Verstappen masih mampu mengendalikan mobilnya dan melanjutkan balapan.
Petaka justru datang beberapa saat kemudian.
Hujan yang turun sekitar 50 menit sebelum balapan membuat sejumlah bagian lintasan masih menyimpan permukaan yang cukup licin.
Verstappen melihat area yang tampak lebih kering di tikungan terakhir.
Ia kemudian mencoba kembali membuka gas dengan lebih agresif.
Keputusan tersebut ternyata berujung fatal.
Mobil Red Bull yang dikendarainya kehilangan traksi dan bergerak tidak terkendali hingga akhirnya menghantam pembatas.
Verstappen pun tidak dapat melanjutkan balapan.
Crash Cukup Keras, tetapi Verstappen Tak Perlu ke Pusat Medis
Benturan yang dialami Verstappen memang terlihat cukup keras.
Namun, sang pembalap memastikan dirinya tidak mengalami masalah serius akibat kecelakaan tersebut.
Verstappen bahkan mengaku pernah mengalami insiden yang jauh lebih buruk sepanjang kariernya di Formula 1.
Salah satu hal yang membuatnya tidak harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut adalah besarnya gaya benturan yang ternyata masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
Verstappen mengatakan dirinya sempat menanyakan apakah perlu pergi ke pusat medis setelah kecelakaan tersebut.
Jawaban yang diterimanya membuat pembalap Red Bull itu bisa meninggalkan lokasi insiden tanpa harus menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dengan demikian, perhatian Verstappen kemudian kembali tertuju pada persoalan yang lebih besar, yakni performa Red Bull yang sepanjang akhir pekan memang belum mampu menunjukkan kecepatan terbaiknya.
Red Bull Kembali Kalah Cepat dari Para Rival
Kecelakaan Verstappen bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi Red Bull di GP Belanda.
Sejak sesi latihan hingga kualifikasi, tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut terlihat kesulitan menemukan performa yang dibutuhkan untuk bersaing di barisan depan.
Verstappen sendiri mengakui Red Bull memang belum memiliki kecepatan yang cukup untuk menandingi beberapa rival utamanya.
McLaren, Ferrari, dan Mercedes dinilai telah menunjukkan peningkatan performa yang membuat persaingan semakin berat bagi Red Bull.
Situasi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Verstappen.
Sebagai juara dunia empat kali, ia tentu berharap bisa mendapatkan mobil yang mampu bertarung memperebutkan kemenangan di setiap seri.
Namun, perkembangan yang dibawa tim-tim rival membuat Red Bull harus bekerja lebih keras jika ingin kembali menjadi kekuatan dominan di Formula 1.
Liam Lawson Jadi Satu-Satunya Pembawa Poin Red Bull
Kegagalan Verstappen menyelesaikan balapan membuat Red Bull harus mengandalkan pembalap lainnya untuk menyelamatkan hasil akhir tim.
Liam Lawson akhirnya menjadi satu-satunya pembalap Red Bull yang mampu membawa pulang hasil dari GP Belanda.
Lawson finis di posisi ketujuh dan memberikan tambahan poin yang cukup penting bagi tim.
Meski demikian, hasil tersebut tentu belum sesuai dengan target Red Bull. Sebagai salah satu tim papan atas Formula 1, posisi ketujuh bukanlah hasil yang biasanya mereka incar.
Terlebih lagi, Verstappen harus mengakhiri balapan hanya pada lap pertama di hadapan pendukungnya sendiri.
GP Belanda Berakhir Mengecewakan bagi Verstappen
GP Belanda seharusnya menjadi salah satu balapan spesial bagi Verstappen.
Selain berstatus sebagai juara dunia, ia juga mendapatkan dukungan luar biasa dari para penggemar Belanda yang memenuhi tribun Zandvoort.
Namun, akhir pekan tersebut justru berubah menjadi salah satu momen mengecewakan.
Red Bull tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di posisi terdepan, sementara Verstappen sendiri harus tersingkir lebih awal akibat kecelakaan.
Kini, Verstappen dan Red Bull harus segera mengalihkan fokus menuju seri berikutnya di Monza.
Baca Juga: Penghasilannya Tak Menentu, Anak Tukang Becak Terancam Gagal Masuk UNY karena Masuk Desil 9
Sirkuit tersebut akan menjadi kesempatan bagi Red Bull untuk membuktikan apakah mereka mampu merespons perkembangan yang dilakukan para rival.
Bagi Verstappen, tantangannya juga tidak sederhana. Setelah gagal meraih hasil di balapan kandang, ia tentu membutuhkan respons cepat agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan Formula 1.
Jika Red Bull mampu menemukan kembali performa terbaiknya, Verstappen masih memiliki peluang untuk kembali menjadi ancaman bagi para pembalap di barisan depan.
Namun jika masalah kecepatan kembali muncul, persaingan musim ini bisa menjadi semakin berat bagi sang juara dunia empat kali tersebut.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : autosport.com