Manchester United Dipermalukan Hull City 0-2, Masalah Bola Mati Jadi Alarm Keras untuk Carrick

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:54 WIB
Bukan karena dihujani serangan, MU justru tumbang akibat dua bola mati. Hull City menang 2-0 dan langsung memberi alarm keras untuk Setan Merah. (bola.com)
Bukan karena dihujani serangan, MU justru tumbang akibat dua bola mati. Hull City menang 2-0 dan langsung memberi alarm keras untuk Setan Merah. (bola.com)

RADARBONAG.ID – Manchester United mengawali perjalanan di Liga Inggris 2026/2027 dengan hasil yang jauh dari harapan.

Bertandang ke markas tim promosi Hull City di MKM Stadium, Sabtu (22/8/2026), Setan Merah justru tumbang dengan skor 0-2.

Yang membuat kekalahan ini semakin menyakitkan, kedua gol Hull City sama-sama lahir dari situasi bola mati.

Masalah tersebut kembali menunjukkan kelemahan Manchester United dalam mengantisipasi skema set piece, terutama ketika menghadapi sepak pojok dan tendangan bebas.

Bagi Hull City, kemenangan ini menjadi pembuka musim yang luar biasa.

Sementara bagi Manchester United, kekalahan tersebut menjadi peringatan keras bahwa pekerjaan rumah dari musim sebelumnya masih belum sepenuhnya terselesaikan.

Baca Juga: Langgar Pantangan Kandang Nomor 4, Penjaga Peternakan Ayam Mengaku Diteror Sosok Tanpa Kepala

Dua Gol Hull City Berawal dari Bola Mati

Hull City membuka keunggulan pada menit ke-17.

Gol tersebut berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Regan Slater. Bola diarahkan ke area tiang jauh dan disambut Olie McBurnie. Sundulan McBurnie masih mampu ditepis kiper Manchester United, Senne Lammens.

Namun, bola muntah justru jatuh ke area yang tepat bagi Semi Ajayi.

Tanpa pengawalan berarti, Ajayi langsung menyambar bola dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Hull City.

Gol tersebut memperlihatkan persoalan koordinasi lini belakang Manchester United. Pemain Hull City mampu menemukan ruang di area berbahaya, sedangkan pemain MU terlihat gagal mengantisipasi pergerakan lawan.

Belum sempat menemukan solusi, masalah serupa kembali menghukum Manchester United.

Tendangan Bebas Slater Kembali Merepotkan MU

Pada menit ke-38, Hull City mendapatkan peluang melalui tendangan bebas dari sisi kiri.

Regan Slater kembali menjadi eksekutor. Kali ini, bola dikirim ke dalam kotak penalti dan disambut Nobel Mendy.

Mendy berhasil memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan yang tidak mampu dihentikan Lammens.

Skor berubah menjadi 2-0.

Dengan demikian, hanya dalam 38 menit, Hull City sudah dua kali memanfaatkan kelemahan Manchester United dalam menghadapi bola mati.

Situasi tersebut juga memperlihatkan adanya persoalan dalam komunikasi dan penjagaan pemain.

Pada gol pertama, Semi Ajayi berada dalam posisi bebas di depan gawang. Sementara pada gol kedua, Mendy berhasil menemukan ruang di belakang pemain MU dan kemudian menyundul bola tanpa mendapatkan tekanan yang cukup.

Hull Tidak Perlu Banyak Menyerang untuk Menang

Hal menarik lainnya adalah Hull City sebenarnya tidak tampil dengan menciptakan begitu banyak peluang dari permainan terbuka.

The Tigers tercatat hanya melakukan delapan percobaan tembakan, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Salah satu peluang open play mereka bahkan berhasil dihentikan Lammens sebelum terciptanya gol pertama.

Artinya, Manchester United sebenarnya tidak dihancurkan oleh serangkaian serangan terbuka Hull City.

Justru dua situasi bola mati menjadi pembeda utama.

Hull City mampu memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan, sedangkan Manchester United gagal melakukan hal serupa ketika mencoba mengejar ketertinggalan.

Inilah yang membuat kekalahan MU terasa semakin mengecewakan. Penguasaan bola dan dominasi permainan tidak akan banyak berarti jika sebuah tim masih mudah dihukum melalui situasi sederhana seperti sepak pojok dan tendangan bebas.

Masalah Bola Mati Bukan Persoalan Baru

Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan adalah kelemahan tersebut bukan sesuatu yang baru muncul saat menghadapi Hull City.

Manchester United disebut sudah memiliki masalah dalam mengantisipasi bola mati sejak musim sebelumnya.

Berdasarkan data yang dikutip dari FotMob, Setan Merah kebobolan 14 gol dari situasi bola mati pada musim lalu.

Angka tersebut tentu menjadi perhatian besar bagi Michael Carrick.

Pelatih Manchester United itu perlu segera menemukan solusi agar kelemahan serupa tidak terus berulang sepanjang musim.

Apalagi, Liga Inggris memiliki banyak tim yang sangat mengandalkan bola mati sebagai salah satu senjata utama. Ketika pertahanan tidak mampu menjaga konsentrasi, satu sepak pojok atau tendangan bebas bisa mengubah jalannya pertandingan.

MU Sempat Berusaha Bangkit

Tertinggal dua gol di babak pertama membuat Manchester United harus bermain lebih agresif setelah jeda.

Setan Merah berusaha meningkatkan tekanan dan mencari celah di pertahanan tuan rumah.

Namun, upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol.

MU memang lebih dominan setelah turun minum, tetapi serangan yang dibangun kerap berakhir tanpa peluang bersih.

Hull City justru mampu menjaga keunggulan dengan disiplin.

Pertahanan mereka tidak memberikan banyak ruang bagi pemain MU untuk melakukan penyelesaian akhir.

Kiper Konstantinos Tzolakis juga tampil penting dalam menjaga keunggulan timnya, termasuk ketika harus menghadapi peluang Manchester United.

Pada akhirnya, tidak ada gol tambahan hingga pertandingan selesai.

Hull City menang 2-0 dan membuat Manchester United pulang tanpa poin.

Awal Musim yang Langsung Jadi Alarm

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Manchester United yang datang ke musim baru dengan optimisme cukup tinggi.

Di bawah Michael Carrick, MU sebelumnya berhasil finis di posisi ketiga Premier League musim lalu dan kembali mendapatkan tiket ke Liga Champions. Ekspektasi terhadap tim pun meningkat.

Baca Juga: Bunyi Notifikasi Bikin Deg-degan? Ini Alasan Gen Z Makin Pilih Chat daripada Telepon

Namun, pertandingan melawan Hull City menunjukkan bahwa perjalanan menuju musim yang lebih baik tidak akan mudah.

Masalah pertahanan, terutama dalam situasi bola mati, harus segera dibenahi.

Apalagi Hull City merupakan tim promosi yang baru kembali ke Premier League setelah sembilan tahun.

Kemenangan 2-0 atas Manchester United sekaligus menjadi kemenangan liga pertama Hull atas Setan Merah dalam 52 tahun.

Bagi Hull, ini adalah awal sempurna.

Bagi Manchester United, ini merupakan alarm yang datang terlalu cepat.

Jika kelemahan bola mati tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin masalah tersebut kembali menjadi batu sandungan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

Sebab, pertandingan pertama musim ini sudah menunjukkan satu pelajaran penting: di Premier League, satu kesalahan kecil dalam menjaga bola mati bisa berujung pada kekalahan besar.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : detik.sport.com
Hull City vs Manchester United hasil MU vs Hull City Manchester United kalah 0-2 bola mati Manchester United Liga Inggris 2026/2027