Garuda Pertiwi Hadapi Thailand di Final, Timo Scheunemann Ingin Ukur Level Tim Putri Indonesia

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:14 WIB
Bukan cuma soal juara! Timo Scheunemann punya misi lain saat Garuda Pertiwi menghadapi Thailand. (pssi)
Bukan cuma soal juara! Timo Scheunemann punya misi lain saat Garuda Pertiwi menghadapi Thailand. (pssi)

RADARBONAG.ID – Timnas Putri U-16 Indonesia atau Garuda Pertiwi akan menghadapi ujian penting saat bertemu Thailand pada final Srikandi Merdeka Cup 2026.

Bagi pelatih Timo Scheunemann, pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan gelar juara, tetapi juga kesempatan untuk mengukur sejauh mana perkembangan sepak bola putri usia muda Indonesia.

Laga final dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).

Indonesia melaju ke partai puncak setelah menundukkan Yordania dengan skor 3-0 pada semifinal, sedangkan Thailand memastikan tempat di final setelah mengalahkan Malaysia 5-1.

Thailand Jadi Cermin Perkembangan Garuda Pertiwi

Timo Scheunemann memandang Thailand sebagai lawan yang tepat untuk menguji perkembangan timnya.

Bukan tanpa alasan, Thailand telah memiliki ekosistem sepak bola putri yang dibangun selama puluhan tahun.

Baca Juga: Kasus Investasi Berujung Hukum, Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Menurut Timo, perjalanan panjang tersebut membuat Thailand memiliki fondasi yang lebih matang.

Karena itu, pertandingan final dapat memberikan gambaran mengenai jarak perkembangan antara Garuda Pertiwi dan salah satu tim yang lebih berpengalaman di kawasan Asia Tenggara.

Timo pun tidak ingin para pemain hanya berfokus pada hasil akhir.

Ia berharap para pemain mampu menunjukkan kemampuan terbaik yang selama ini diasah melalui pemusatan latihan.

“Juara enggak juara, bisa menunjukkan kemampuannya,” menjadi salah satu penekanan Timo menjelang pertandingan.

Dengan perspektif tersebut, kemenangan tentu menjadi target.

Namun, proses dan pengalaman menghadapi Thailand juga dianggap memiliki nilai yang sangat besar bagi perkembangan pemain muda Indonesia.

Garuda Pertiwi Datang dengan Modal Positif

Perjalanan Garuda Pertiwi menuju final terbilang meyakinkan.

Pada semifinal, Indonesia mampu mengalahkan Yordania tiga gol tanpa balas.

Hasil tersebut memastikan skuad asuhan Timo Scheunemann mendapatkan tiket ke partai puncak Srikandi Merdeka Cup 2026.

Sebelumnya, Garuda Pertiwi juga menunjukkan performa impresif di fase grup dengan menyapu bersih tiga pertandingan, mencetak 11 gol dan tidak kebobolan.

Catatan tersebut menjadi modal kepercayaan diri sebelum menghadapi Thailand.

Namun, final tentu menghadirkan tantangan berbeda.

Thailand datang dengan kualitas yang tidak bisa diremehkan.

Mereka bahkan menang telak 5-1 atas Malaysia pada semifinal. 

Karena itu, Garuda Pertiwi harus mampu mempertahankan konsistensi permainan sekaligus mengurangi kesalahan yang masih terlihat dalam pertandingan sebelumnya.

Masih Ada Pekerjaan Rumah untuk Garuda Pertiwi

Meski berhasil mencapai final, Timo dan para pemain menyadari masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki.

Shifana Rizka Nadhifa, misalnya, menilai tim Indonesia masih kerap bermain terburu-buru, terutama ketika menguasai bola dan melakukan penyelesaian akhir.

Dalam semifinal melawan Yordania, Indonesia sebenarnya memiliki keuntungan jumlah pemain setelah lawan kehilangan satu pemain. Namun, keunggulan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk menambah jumlah gol.

Shifana menyebut permainan timnya masih perlu dibuat lebih sederhana agar peluang yang tercipta dapat dimaksimalkan.

Catatan tersebut tentu menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi Thailand.

Laga final bisa menjadi kesempatan bagi Garuda Pertiwi untuk membuktikan bahwa mereka bukan hanya mampu mencetak banyak gol, tetapi juga memiliki ketenangan dan kedewasaan dalam mengelola pertandingan.

Timo Minta Pemain Tidak Terbebani

Menghadapi pertandingan sebesar final, tekanan tentu tidak bisa sepenuhnya dihindari.

Namun, Timo justru meminta para pemainnya tetap tenang.

Ia menyadari bahwa mental menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan antartim yang memiliki kualitas relatif berimbang.

Timo bahkan melontarkan candaan kepada pemainnya agar tidak terlalu memikirkan tekanan pertandingan.

Menurutnya, para pemain harus tetap fokus menjalankan tugas masing-masing di lapangan.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa Timo ingin Garuda Pertiwi menikmati pertandingan sekaligus mengeluarkan seluruh kemampuan yang telah mereka miliki.

Final Bukan Sekadar Mengejar Trofi

Bagi Timo, pertandingan melawan Thailand merupakan bagian dari proses panjang membangun sepak bola putri Indonesia.

Timnas U-16 bukan hanya dipersiapkan untuk satu turnamen.

Pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas dan sistem pembinaan yang lebih matang diharapkan dapat menjadi bekal untuk perjalanan para pemain pada masa depan.

Karena itu, pertandingan melawan Thailand disebut Timo sebagai pengalaman yang sangat berharga.

Ia ingin melihat bagaimana pemain muda Indonesia merespons tekanan dan menghadapi tim yang memiliki pengalaman lebih panjang dalam mengembangkan sepak bola putri.

Thailand Juga Akui Kekuatan Indonesia

Menariknya, kubu Thailand tidak menganggap Garuda Pertiwi sebagai lawan yang mudah.

Pelatih Timnas Putri U-16 Thailand, Thidarat Wiwasukhu, mengakui Indonesia merupakan tim yang tangguh.

Ia menilai kekuatan Garuda Pertiwi terlihat dari performa yang ditunjukkan sepanjang turnamen.

Meski demikian, Thailand datang ke final dengan ambisi yang sama besarnya.

Thidarat menegaskan timnya tidak sekadar mengikuti turnamen, tetapi ingin membawa pulang gelar juara.

Situasi tersebut membuat final Srikandi Merdeka Cup 2026 semakin menarik untuk dinantikan.

Baca Juga: 7 Buku dengan Judul Paling Nyeleneh yang Bikin Penasaran, Ternyata Isinya Nggak Main-Main

Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan.

Bagi Thailand, laga tersebut menjadi peluang mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan sepak bola putri di kawasan.

Pada akhirnya, hasil pertandingan memang akan menentukan siapa yang menjadi juara.

Namun bagi Garuda Pertiwi, pengalaman menghadapi Thailand bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih panjang nilainya.

Sebab, membangun tim nasional putri yang kompetitif tidak selesai hanya dengan memenangkan satu pertandingan.

Dibutuhkan pengalaman, pembinaan berkelanjutan, mental kuat, serta keberanian untuk mengukur kemampuan menghadapi tim-tim yang lebih dahulu berkembang.

Dan Minggu nanti, Thailand akan menjadi salah satu cermin penting bagi perjalanan tersebut.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : kompas.com
Timo Scheunemann Garuda Pertiwi U-16 Timnas Putri Indonesia U-16 Srikandi Merdeka Cup 2026 Indonesia vs Thailand