RADARBONAG.ID – Kompetisi FIA World Endurance Championship (WEC) 2026 memang masih berlangsung.
Namun, di balik sengitnya persaingan musim ini, sejumlah pabrikan ternyata sudah mengarahkan fokus mereka ke masa depan.
Dua nama besar, Ferrari dan Peugeot, resmi memulai pengembangan mobil Hypercar generasi terbaru yang diproyeksikan tampil pada musim 2027.
Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan di kelas Hypercar tidak hanya ditentukan oleh performa saat balapan berlangsung, tetapi juga oleh kecepatan setiap pabrikan dalam mengembangkan teknologi baru.
Semakin cepat proses riset dilakukan, semakin besar peluang sebuah tim menghadirkan mobil yang kompetitif ketika regulasi memasuki fase berikutnya.
Baca Juga: Muhammad Raihan Fadila Persembahkan Emas untuk Indonesia, Jadi Modal Penting Menuju Olimpiade 2028
Ferrari Mulai Uji Versi Baru Ferrari 499P di Monza
Ferrari menjadi salah satu pabrikan pertama yang memperlihatkan progres nyata pengembangan mobil untuk musim 2027.
Pabrikan asal Maranello itu diketahui telah membawa versi pengembangan Ferrari 499P ke Sirkuit Monza, Italia, untuk menjalani serangkaian tes tertutup.
Menariknya, mobil yang digunakan dalam pengujian tersebut tampil dengan livery kamuflase, sebuah metode yang umum dipakai dalam dunia balap untuk menyembunyikan detail perubahan desain, terutama pada sektor aerodinamika.
Penggunaan corak kamuflase bertujuan agar para pesaing tidak mudah mengidentifikasi komponen baru yang sedang diuji sebelum mobil memasuki proses homologasi resmi.
Pembalap Inti Ferrari Ikut Terlibat dalam Pengujian
Ferrari tidak hanya menguji performa mobil dari sisi teknis.
Dalam sesi tersebut, tim juga melibatkan seluruh pembalap utama mereka, yakni Antonio Fuoco, Antonio Giovinazzi, Alessandro Pier Guidi, dan Miguel Molina.
Kehadiran para pembalap inti menunjukkan bahwa pengujian kali ini bukan sekadar mengecek reliabilitas komponen, melainkan juga mengumpulkan masukan langsung mengenai karakter mobil.
Pengalaman mereka bersama Ferrari 499P selama beberapa musim terakhir dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan arah pengembangan mobil generasi berikutnya.
Data yang diperoleh dari pembalap diharapkan mampu membantu para insinyur menyempurnakan keseimbangan, stabilitas, hingga efisiensi mobil sebelum memasuki tahap produksi final.
Ferrari Masih Memiliki Banyak Evo Joker
Salah satu keuntungan besar yang dimiliki Ferrari adalah masih tersedianya sebagian besar evo joker, yaitu alokasi pengembangan yang diberikan FIA kepada pabrikan Hypercar selama masa homologasi.
Sejak menjalani debut pada musim 2023, Ferrari baru menggunakan satu evo joker untuk meningkatkan sistem pendinginan rem.
Artinya, tim asal Italia tersebut masih memiliki ruang pengembangan yang cukup luas untuk melakukan pembaruan pada berbagai sektor penting.
Perubahan yang dipersiapkan diperkirakan mencakup penyempurnaan aerodinamika, peningkatan efisiensi mekanis, hingga optimalisasi performa secara keseluruhan agar tetap kompetitif menghadapi para rival pada musim 2027.
Peugeot Fokus Meningkatkan Daya Saing 9X8
Sementara itu, Peugeot juga memastikan bahwa proyek pengembangan Hypercar mereka telah memasuki fase baru.
Berbeda dengan Ferrari yang berupaya mempertahankan dominasinya, Peugeot menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan daya saing setelah belum mampu meraih hasil maksimal sejak bergabung di kelas Hypercar.
Melalui keterangan resminya, Peugeot menjelaskan bahwa pengembangan terbaru difokuskan pada peningkatan efisiensi, performa, dan konsistensi mobil selama balapan endurance.
Pengujian awal dilakukan di Sirkuit Paul Ricard menggunakan purwarupa yang masih menampilkan bodi berbahan serat karbon tanpa livery balap resmi.
Hal tersebut menandakan bahwa proyek masih berada pada tahap validasi teknis sebelum memasuki pengembangan lanjutan.
Regulasi Baru Bisa Membantu Peugeot
Meski telah menggunakan seluruh alokasi evo joker yang dimilikinya, Peugeot masih memiliki peluang memperoleh pengembangan tambahan.
Regulasi terbaru dari FIA dan Automobile Club de l'Ouest (ACO) membuka kemungkinan bagi pabrikan yang performanya dinilai belum kompetitif untuk memperoleh token pengembangan ekstra.
Namun, setiap perubahan tetap harus melalui proses evaluasi teknis dan mendapatkan persetujuan resmi sebelum diizinkan digunakan dalam kompetisi.
Skema tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan persaingan di kelas Hypercar sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
Persaingan Hypercar Diprediksi Semakin Sengit
Langkah Ferrari dan Peugeot memulai pengembangan sejak pertengahan musim 2026 menjadi sinyal bahwa persaingan menuju WEC 2027 telah dimulai.
Selain kedua pabrikan tersebut, sejumlah nama besar lain seperti Toyota, Alpine, BMW, Cadillac, Aston Martin, Genesis, McLaren, hingga Ford juga diperkirakan menyiapkan paket pengembangan baru dalam beberapa musim ke depan.
Artinya, setiap produsen harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar tidak tertinggal ketika regulasi baru mulai diterapkan.
Bagi Ferrari, target utama adalah mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan dominan di ajang WEC setelah keberhasilan Ferrari 499P dalam beberapa musim terakhir.
Sebaliknya, Peugeot berharap evolusi terbaru 9X8 mampu membawa tim kembali bersaing di barisan depan dan menjadi penantang serius dalam perebutan kemenangan.
Jika seluruh proyek berjalan sesuai rencana, musim WEC 2027 diperkirakan akan menghadirkan salah satu persaingan Hypercar paling kompetitif sepanjang sejarah. Inovasi teknologi, strategi pengembangan, serta kemampuan memanfaatkan regulasi akan menjadi penentu utama dalam perebutan gelar juara dunia balap ketahanan.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Motorsport.com