Regulasi F1 2027 Mulai Disusun, FIA dan Tim Sepakati Perubahan Besar pada Mesin Hybrid dan Aturan Balapan

Adib Turmudzi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:18 WIB
Formula 1 kembali bersiap memasuki babak baru. FIA resmi menyusun regulasi untuk musim 2027 dengan perubahan besar pada mesin hybrid, distribusi tenaga, hingga aturan pramusim. Tujuannya jelas: menghadirkan mobil yang lebih agresif, balapan yang lebih seru, dan tetap mendukung teknologi ramah lingkungan. (www.formula1.com)
Formula 1 kembali bersiap memasuki babak baru. FIA resmi menyusun regulasi untuk musim 2027 dengan perubahan besar pada mesin hybrid, distribusi tenaga, hingga aturan pramusim. Tujuannya jelas: menghadirkan mobil yang lebih agresif, balapan yang lebih seru, dan tetap mendukung teknologi ramah lingkungan. (www.formula1.com)

RADARBONANG.ID – Federasi Automobil Internasional (FIA) mulai menyiapkan arah baru Formula 1 dengan menyusun paket regulasi yang akan berlaku pada musim 2027.

Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap penerapan regulasi teknis baru yang mulai digunakan sepanjang musim 2026.

Bersama Formula One Management (FOM), seluruh tim peserta, serta para produsen power unit, FIA menyepakati sejumlah perubahan yang bertujuan meningkatkan kualitas balapan sekaligus menyempurnakan karakter mobil generasi terbaru.

Perubahan tersebut tidak hanya menyentuh sektor mesin, tetapi juga mencakup aturan olahraga, pengembangan teknologi, hingga operasional tim agar Formula 1 tetap kompetitif sekaligus relevan dengan perkembangan industri otomotif.

Evaluasi Regulasi 2026 Jadi Dasar Perubahan

Pembahasan regulasi baru muncul setelah berbagai tim dan pembalap memberikan masukan mengenai performa mobil generasi 2026.

Baca Juga: Gaji Baru Masuk Sudah Habis? Ini Alasan Literasi Keuangan Jadi Life Skill Wajib bagi Gen Z di Era Belanja Digital

Salah satu aspek yang paling banyak mendapat sorotan adalah sistem energy management pada mesin hybrid.

Beberapa pembalap menilai pengelolaan energi listrik memiliki pengaruh yang terlalu besar terhadap performa mobil.

Dalam kondisi tertentu, mereka tidak dapat memaksimalkan kecepatan karena harus menghemat energi listrik agar tetap tersedia hingga akhir putaran.

Situasi tersebut dinilai mengurangi kebebasan pembalap dalam menyerang maupun mempertahankan posisi di lintasan.

Sebagai respons, FIA memutuskan melakukan penyempurnaan regulasi yang akan diterapkan secara bertahap mulai musim 2027 dan berlanjut pada 2028.

Komposisi Tenaga Mesin Akan Berubah

Salah satu perubahan paling signifikan terdapat pada pembagian tenaga antara mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) dan sistem pemulihan energi (MGU-K).

Pada musim 2026, distribusi tenaga mobil Formula 1 berada di kisaran 53 persen berasal dari mesin pembakaran dan 47 persen dari tenaga listrik.

Mulai musim 2027, komposisi tersebut akan diubah menjadi sekitar 58 persen tenaga mesin pembakaran dan 42 persen tenaga listrik.

Kemudian pada musim 2028, porsi tenaga kembali bergeser menjadi 60 persen berasal dari mesin pembakaran dan 40 persen dari sistem listrik.

Melalui perubahan ini, FIA berharap pembalap dapat lebih sering memacu mobil secara maksimal tanpa terlalu bergantung pada strategi penghematan energi.

Mesin Pembakaran Diperkuat, MGU-K Dikurangi

Selain mengubah komposisi tenaga, FIA juga menyetujui peningkatan performa mesin pembakaran melalui penyesuaian aliran bahan bakar.

Output maksimum mesin ICE akan meningkat dari 400 kW pada musim 2026 menjadi 420 kW pada 2027, sebelum kembali naik menjadi 450 kW pada musim 2028.

Sebaliknya, tenaga maksimum dari sistem MGU-K akan dikurangi agar keseimbangan tenaga lebih banyak berasal dari mesin pembakaran.

Meski demikian, FIA memastikan sistem overtake tetap dipertahankan.

Artinya, pembalap masih memiliki tambahan tenaga listrik yang dapat dimanfaatkan untuk menyalip lawan pada momen-momen penting selama balapan.

Durasi Uji Coba Pramusim Ditambah

Perubahan tidak hanya terjadi pada aspek teknis mobil.

FIA juga mengesahkan sejumlah revisi terhadap regulasi olahraga dan operasional.

Salah satu keputusan penting adalah penambahan durasi uji coba pramusim mulai tahun 2027.

Jika sebelumnya sesi pramusim hanya berlangsung selama tiga hari, mulai musim 2027 seluruh tim akan mendapatkan waktu pengujian selama empat hari.

Keputusan tersebut diambil karena kompleksitas teknologi mobil Formula 1 generasi baru membutuhkan waktu pengembangan yang lebih panjang sebelum memasuki musim kompetisi.

Selain itu, FIA juga melakukan penyempurnaan aturan mengenai pengelolaan power unit, prosedur operasional balapan, hingga regulasi finansial agar tetap selaras dengan perubahan teknis yang diterapkan.

FIA: Regulasi Harus Terus Berkembang

Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa perubahan regulasi merupakan bagian dari proses alami dalam perkembangan Formula 1.

Menurutnya, aturan tidak berhenti disempurnakan hanya karena mobil telah digunakan di lintasan.

Evaluasi akan terus dilakukan berdasarkan pengalaman tim, masukan pembalap, serta data teknis yang diperoleh sepanjang musim.

Tujuan utamanya adalah memastikan Formula 1 tetap menghadirkan balapan yang kompetitif, aman, sekaligus menjadi ajang pengembangan teknologi otomotif masa depan.

Formula 1 Sudah Memikirkan Era Setelah 2026

CEO Formula One, Stefano Domenicali, juga mengungkapkan bahwa Formula 1 telah mulai menyusun konsep mesin untuk periode setelah era regulasi 2026.

Ia optimistis seluruh pemangku kepentingan dapat mencapai kesepakatan mengenai arah pengembangan power unit generasi berikutnya sebelum akhir tahun ini.

Dengan begitu, para produsen memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan teknologi baru dalam jangka panjang.

Baca Juga: Timnas Indonesia Wajib Waspada! Vietnam Belum Terkalahkan dalam 20 Pertandingan Beruntun Jelang Duel Panas Piala AFF 2026

Menurut Domenicali, visi utama Formula 1 adalah menghadirkan mobil yang lebih ringan, lebih mudah dikendarai, tetap menggunakan bahan bakar berkelanjutan, dan mampu menghasilkan balapan yang semakin menarik bagi para penggemar.

Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Hiburan

Langkah FIA menyusun regulasi baru menunjukkan bahwa Formula 1 tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga pengalaman balapan yang dinikmati pembalap maupun penonton.

Perubahan distribusi tenaga, peningkatan performa mesin pembakaran, hingga penyesuaian aturan operasional diharapkan mampu menciptakan persaingan yang lebih ketat di lintasan tanpa mengesampingkan target keberlanjutan.

Dengan regulasi yang terus disempurnakan, Formula 1 berharap era baru mesin hybrid dapat menghadirkan keseimbangan antara efisiensi, performa tinggi, keselamatan, dan tontonan yang semakin kompetitif bagi penggemar di seluruh dunia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : www.formula1.com
Stefano Domenicali Formula 1 2027 regulasi FIA mesin hybrid F1 Mohammed Ben Sulayem