RADARBONAG.ID – Arema FC berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 2-1 atas Tampines Rovers dalam lanjutan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026).
Hasil positif ini menjadi kebangkitan Singo Edan setelah sebelumnya harus mengakui keunggulan Persib Bandung pada laga pembuka turnamen pramusim tersebut.
Di balik kemenangan tersebut, pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa faktor terbesar yang membawa timnya meraih tiga poin bukan hanya soal strategi di lapangan, melainkan kekuatan mental para pemain.
Menurut pelatih asal Brasil itu, skuad Arema FC mampu menunjukkan karakter yang kuat saat pertandingan memasuki fase sulit, terutama setelah lawan berhasil memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum.
Baca Juga: Fenomena "OTW Dulu, Berangkat Belakangan", Ini Alasan Banyak Gen Z Butuh Waktu Sebelum Keluar Rumah
Gol Tampines Sempat Ubah Jalannya Pertandingan
Arema FC sempat berada dalam posisi nyaman sebelum Tampines Rovers mencetak gol balasan pada masa injury time babak pertama.
Gol yang dicetak Dylan James Fox pada menit ke-45+3 membuat pertandingan kembali terbuka dan memberikan suntikan motivasi bagi wakil Singapura tersebut.
Situasi itu berpotensi mengubah jalannya laga. Namun, para pemain Arema FC mampu menjaga fokus dan tidak kehilangan kepercayaan diri saat memasuki babak kedua.
Marcos Santos menilai respons timnya setelah kebobolan menjadi salah satu momen penting yang menentukan hasil akhir pertandingan.
"Mentalitas menjadi kunci utama kemenangan kami. Kami terus berdialog dan memberi pengertian kepada para pemain agar siap bangkit dan bekerja keras bersama-sama," ujar Marcos Santos usai pertandingan.
Ia menambahkan, membangun mental pemain tidak hanya dilakukan melalui latihan fisik maupun taktik, tetapi juga lewat komunikasi yang intens agar seluruh pemain tetap percaya diri dalam berbagai situasi pertandingan.
Perubahan Strategi Babak Kedua Berbuah Manis
Selain memperkuat mental tim, Marcos Santos juga melakukan sejumlah perubahan strategi pada babak kedua.
Beberapa pemain dimasukkan untuk memberikan energi baru sekaligus menjaga intensitas permainan hingga akhir laga.
Marcos Vinicius Silvestre, Joel Vinicius, Robi Darwis, Gustavo Franca, dan Salim Tuharea menjadi pemain yang dipercaya tampil dari bangku cadangan.
Pergantian tersebut terbukti memberikan dampak positif.
Arema FC mampu mempertahankan ritme permainan sekaligus mengurangi tekanan yang terus dibangun Tampines Rovers sepanjang babak kedua.
Di lini belakang, duet Diego Landis dan Walisson Maia tampil disiplin dalam menghalau serangan lawan.
Sementara itu, kiper Muhammad Adi Satryo juga menunjukkan performa yang solid dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya yang diciptakan pemain Tampines.
Koordinasi antarlini yang semakin rapi membuat Arema FC mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Marcos Santos Sebut Tim Masih Terus Berkembang
Meski meraih kemenangan, Marcos Santos mengingatkan bahwa performa Arema FC belum mencapai level terbaik.
Menurutnya, tim masih berada dalam tahap pembentukan sehingga berbagai aspek permainan masih akan terus berkembang.
Ia menilai kondisi fisik para pemain akan semakin meningkat seiring bertambahnya jam pertandingan selama pramusim.
Selain itu, pemahaman terhadap skema permainan dan kerja sama antarpemain juga diyakini akan semakin matang dalam beberapa pekan mendatang.
"Singo Edan akan tampil jauh lebih matang seiring berjalannya waktu. Kualitas fisik, teknis, hingga taktik tim akan terus meningkat di setiap pertandingan demi memetik hasil manis musim ini," ungkap Santos.
Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme sang pelatih terhadap perkembangan tim menjelang bergulirnya kompetisi resmi.
Mentalitas Jadi Fondasi Arema FC Hadapi Musim Baru
Kemenangan atas Tampines Rovers dinilai bukan sekadar tambahan poin di ajang pramusim.
Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi bukti bahwa Arema FC mulai menemukan karakter permainan yang diinginkan oleh Marcos Santos.
Baca Juga: Google Maps Error? Indikator Warna Kemacetan Dilaporkan Hilang, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Kemampuan bangkit setelah mendapat tekanan menjadi modal penting bagi Singo Edan untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat pada pertandingan berikutnya.
Mentalitas yang semakin terbentuk juga diyakini akan membantu para pemain menghadapi berbagai tekanan selama kompetisi berlangsung.
Dengan proses adaptasi pemain baru yang terus berjalan dan kondisi fisik yang semakin membaik, Arema FC memiliki peluang untuk tampil lebih kompetitif pada musim 2026.
Jika konsistensi permainan terus terjaga, Singo Edan berpotensi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan, baik di Piala Presiden maupun kompetisi resmi yang akan datang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : rri.co.id