Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mesir Resmi Protes ke FIFA Usai Kalah dari Argentina, Tuntut Wasit François Letexier Dicoret dari Sisa Piala Dunia 2026

Bihan Mokodompit • Kamis, 9 Juli 2026 | 07:22 WIB
Merasa dirugikan, Mesir mengambil langkah hukum resmi untuk memprotes kinerja tim wasit pada laga 16 besar antara Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026 sumber foto( Ahram?)
Merasa dirugikan, Mesir mengambil langkah hukum resmi untuk memprotes kinerja tim wasit pada laga 16 besar antara Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026 sumber foto( Ahram?)

RADARBONAG.ID – Federasi Sepak Bola Mesir mengambil langkah tegas setelah tim nasional mereka harus mengakhiri perjuangan di Piala Dunia 2026 usai kalah dari Argentina.

Tidak hanya menyampaikan keberatan, federasi tersebut juga resmi mengajukan protes kepada FIFA dan meminta dilakukan investigasi terhadap kepemimpinan wasit François Letexier dalam pertandingan tersebut.

Mesir menilai sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan memberikan dampak besar terhadap jalannya laga.

Karena itu, mereka meminta FIFA mengevaluasi secara menyeluruh kinerja wasit asal Prancis tersebut beserta seluruh tim ofisial pertandingan yang bertugas.

Langkah ini menjadi salah satu protes paling keras yang muncul sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dan berpotensi menjadi perhatian khusus bagi Komite Wasit FIFA.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Kenali 7 Jenis Buket Pengantin Beserta Maknanya agar Penampilan Makin Memukau di Hari Pernikahan

Hany Abo Rida Pimpin Langsung Protes Resmi ke FIFA

Presiden Federasi Sepak Bola Mesir, Hany Abo Rida, dikabarkan memimpin langsung proses penyusunan laporan resmi yang dikirim kepada FIFA.

Menurut berbagai laporan, federasi ingin memastikan seluruh insiden kontroversial selama pertandingan mendapatkan peninjauan ulang oleh otoritas sepak bola dunia.

Dalam surat tersebut, Mesir tidak hanya meminta klarifikasi atas sejumlah keputusan di lapangan, tetapi juga menginginkan evaluasi terhadap standar kepemimpinan wasit yang dinilai memengaruhi hasil pertandingan.

Langkah cepat tersebut menunjukkan keseriusan federasi dalam memperjuangkan apa yang mereka anggap sebagai bentuk keadilan bagi tim nasional.

Desak FIFA Copot François Letexier dari Sisa Turnamen

Salah satu poin paling mencolok dalam protes Mesir adalah permintaan agar François Letexier bersama seluruh tim wasit asal Prancis tidak lagi ditugaskan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.

Permintaan tersebut ditujukan langsung kepada Komite Wasit FIFA sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap performa perangkat pertandingan dalam laga melawan Argentina.

Mesir menilai keputusan-keputusan yang diambil sepanjang pertandingan telah memengaruhi jalannya laga dan berkontribusi terhadap hasil akhir yang mereka terima.

Jika tuntutan tersebut dikabulkan, maka Letexier tidak akan kembali memimpin pertandingan selama sisa turnamen berlangsung.

Namun hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan tersebut.

Sejumlah Keputusan Wasit Dinilai Merugikan Mesir

Laporan dari media Win Win All Sports menyebutkan bahwa Federasi Mesir melakukan evaluasi internal setelah pertandingan berakhir.

Hasil evaluasi tersebut diklaim menemukan beberapa keputusan yang dianggap kontroversial dan dinilai merugikan tim nasional Mesir.

Federasi berpendapat sejumlah momen penting selama pertandingan seharusnya mendapat penanganan berbeda dari perangkat pertandingan.

Mereka meyakini beberapa keputusan tersebut memiliki pengaruh langsung terhadap jalannya pertandingan hingga akhirnya Argentina berhasil mengamankan kemenangan.

Meski demikian, rincian lengkap mengenai seluruh insiden yang dipermasalahkan belum dipublikasikan secara resmi kepada publik.

FIFA Berpotensi Lakukan Evaluasi Internal

Sebagai penyelenggara turnamen, FIFA memiliki mekanisme khusus untuk meninjau laporan maupun protes yang diajukan setiap federasi anggota.

Setelah menerima laporan resmi dari Mesir, Komite Wasit FIFA diperkirakan akan mempelajari seluruh dokumen yang disampaikan, termasuk laporan pertandingan dan rekaman video apabila diperlukan.

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar apakah terdapat kesalahan yang memerlukan tindakan lebih lanjut terhadap perangkat pertandingan.

Namun, dalam berbagai turnamen besar sebelumnya, FIFA dikenal sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait penugasan wasit agar tidak menimbulkan persepsi yang dapat memengaruhi independensi perangkat pertandingan.

Karena itu, peluang dikabulkannya permintaan Mesir masih menjadi tanda tanya.

Kontroversi Wasit Kembali Warnai Piala Dunia

Perdebatan mengenai kepemimpinan wasit memang bukan hal baru dalam turnamen sebesar Piala Dunia.

Setiap edisi selalu menghadirkan sejumlah pertandingan yang memunculkan kontroversi, baik terkait keputusan di lapangan maupun penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Baca Juga: Dubai Chocolate Strawberry Cup Viral, Perpaduan Stroberi, Cokelat Lumer, Pistachio, dan Kunafa yang Bikin Pencinta Dessert Ketagihan

Kasus yang melibatkan Mesir dan François Letexier kini menjadi salah satu sorotan terbesar pada Piala Dunia 2026.

Publik sepak bola internasional menunggu bagaimana FIFA merespons tuntutan dari salah satu federasi terbesar di Afrika tersebut.

Apabila FIFA memutuskan melakukan investigasi lebih lanjut, hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi terhadap sistem penugasan wasit pada fase-fase berikutnya.

Sementara itu, Mesir berharap protes yang mereka ajukan mendapat perhatian serius sehingga setiap keputusan dalam turnamen dapat berlangsung secara adil dan transparan.

Kini, perhatian tertuju kepada Komite Wasit dan Komite Disiplin FIFA yang akan menentukan langkah selanjutnya.

Keputusan yang diambil nantinya bukan hanya akan memengaruhi nasib François Letexier dan tim wasit Prancis, tetapi juga berpotensi menjadi tolok ukur FIFA dalam menangani berbagai kontroversi yang muncul sepanjang Piala Dunia 2026.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Mesir #François Letexier #Argentina #piala dunia 2026 #fifa