Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kontroversi FIFA Makin Memanas! Hukuman Folarin Balogun Ditangguhkan, Wayne Rooney Murka hingga Belgia Pertimbangkan Jalur Hukum

Bihan Mokodompit • Senin, 6 Juli 2026 | 15:49 WIB
Keputusan FIFA mengizinkan Folarin Balogun tetap bermain memicu kontroversi besar. Rooney mengecam, Belgia protes, dan nama Donald Trump ikut terseret. Apa sebenarnya yang terjadi? (Sumber foto: Instagram/socceraid)
Keputusan FIFA mengizinkan Folarin Balogun tetap bermain memicu kontroversi besar. Rooney mengecam, Belgia protes, dan nama Donald Trump ikut terseret. Apa sebenarnya yang terjadi? (Sumber foto: Instagram/socceraid)

RADARBONAG.ID – Keputusan FIFA menangguhkan hukuman kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjadi salah satu isu paling panas di Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai pihak karena dinilai mengganggu prinsip keadilan dalam kompetisi sepak bola internasional.

Balogun kini dipastikan tetap bisa memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar.

Padahal sebelumnya ia dijatuhi hukuman larangan bermain setelah menerima kartu merah langsung pada pertandingan sebelumnya.

Kontroversi semakin membesar setelah legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, melontarkan kritik keras terhadap keputusan FIFA.

Baca Juga: Ingin Bekerja di Jepang? Simak Langkah-Langkah Lengkap Mulai dari Persiapan Dokumen hingga Berangkat

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Belgia juga dikabarkan sedang mengkaji langkah hukum, sementara muncul laporan yang mengaitkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan proses peninjauan hukuman tersebut.

FIFA Gunakan Pasal Disiplin untuk Menangguhkan Hukuman

Folarin Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung ketika Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Insiden itu terjadi setelah Balogun dianggap melakukan pelanggaran serius ketika tanpa sengaja menginjak pergelangan kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovic.

Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah yang secara otomatis membuat sang striker harus menjalani larangan bermain satu pertandingan.

Namun situasi berubah setelah Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut.

Melalui penjelasan resminya, FIFA menyebut keputusan itu mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi tertentu dalam masa percobaan.

Artinya, Balogun tetap dapat tampil menghadapi Belgia. Akan tetapi, jika dalam kurun waktu satu tahun ia kembali melakukan pelanggaran dengan tingkat keseriusan yang sama, maka hukuman yang sempat ditangguhkan akan langsung diberlakukan, bahkan dapat disertai sanksi tambahan.

Keputusan inilah yang kemudian memunculkan perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan disiplin di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Dugaan Keterlibatan Donald Trump Tambah Panaskan Situasi

Kontroversi tidak berhenti pada keputusan FIFA semata.

Laporan dari The New York Times menyebut adanya dugaan campur tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam proses peninjauan hukuman Balogun.

Menurut laporan tersebut, Trump disebut melakukan komunikasi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar hukuman terhadap Balogun ditinjau kembali.

Tidak hanya itu, sejumlah pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat juga disebut ikut membantu proses yang dilakukan Federasi Sepak Bola Amerika Serikat.

Hal yang membuat laporan tersebut semakin menarik perhatian adalah disebutkannya bahwa federasi sepak bola Amerika sebelumnya tidak mengajukan banding resmi atas kartu merah yang diterima Balogun.

Usai FIFA mengumumkan keputusan tersebut, Donald Trump memberikan tanggapan melalui akun Truth Social miliknya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada FIFA karena menurutnya telah memperbaiki sebuah ketidakadilan.

Meski demikian, FIFA sendiri tidak memberikan penjelasan tambahan terkait dugaan campur tangan tersebut.

Badan sepak bola dunia itu tetap menegaskan bahwa keputusan diambil berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam Kode Disiplin FIFA.

Wayne Rooney: Ini Sangat Memalukan

Legenda Manchester United dan Timnas Inggris, Wayne Rooney, menjadi salah satu tokoh yang paling lantang mengkritik keputusan FIFA.

Rooney menilai kebijakan tersebut telah mencederai nilai sportivitas yang selama ini dijunjung tinggi dalam sepak bola.

Menurutnya, apabila sebuah kartu merah memang dianggap tidak layak diberikan, maka keputusan terbaik adalah mencabut kartu tersebut sepenuhnya, bukan hanya menangguhkan hukumannya.

Rooney kemudian membandingkan situasi Balogun dengan pengalaman pribadinya menjelang Euro 2012.

Saat itu ia sempat dijatuhi hukuman tiga pertandingan. Rooney mengaku diberi kesempatan untuk mengurangi hukuman dengan mengikuti kegiatan sosial bersama anak-anak di Swiss.

Meski menerima tawaran tersebut, Rooney mengaku hingga kini tetap menganggap mekanisme tersebut kurang tepat.

Karena itu, ia semakin heran melihat keputusan FIFA terhadap Balogun yang dinilai jauh lebih kontroversial.

Menurut Rooney, keputusan tersebut dapat menciptakan preseden buruk karena berpotensi menimbulkan anggapan bahwa hukuman kartu merah masih bisa dinegosiasikan dalam kondisi tertentu.

Ia juga mempertanyakan apakah perlakuan serupa akan diberikan kepada pemain dari negara lain apabila mengalami kasus yang sama.

Rooney bahkan menyebut Presiden FIFA Gianni Infantino seharusnya merasa malu atas keputusan yang diambil organisasi tersebut.

Belgia Siapkan Respons Resmi dan Pertimbangkan Jalur Hukum

Tidak hanya Rooney, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) juga menyampaikan keberatan terhadap keputusan FIFA.

Dalam pernyataannya, RBFA menilai keputusan tersebut bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA yang secara jelas menyebut bahwa pemain yang menerima kartu merah otomatis harus menjalani larangan tampil pada pertandingan berikutnya.

Baca Juga: Benarkah Menu Makanan Harus Disesuaikan dengan Golongan Darah? Ini Penjelasan dan Panduan Pola Makannya

Federasi Belgia juga menilai kebijakan tersebut tidak selaras dengan Regulasi Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026.

Karena itu, RBFA mengaku sedang mempelajari berbagai opsi yang tersedia, termasuk kemungkinan mengambil langkah hukum demi menjaga prinsip fair play serta kesetaraan bagi seluruh peserta turnamen.

Jika langkah tersebut benar-benar diambil, kontroversi mengenai Balogun diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik sepak bola dunia, bahkan setelah pertandingan babak 16 besar selesai dimainkan.

Sementara itu, FIFA hingga kini belum mengeluarkan pernyataan lanjutan selain menegaskan bahwa keputusan penangguhan hukuman tersebut telah sesuai dengan dasar hukum yang berlaku dalam Kode Disiplin FIFA.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Folarin Balogun #Wayne Rooney #donald trump #piala dunia 2026 #fifa