Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kartu Merah Folarin Balogun Picu Kontroversi di Piala Dunia 2026, Ternyata Aturan FIFA Membuat Timnas Amerika Serikat Tak Bisa Mengajukan Banding

Bihan Mokodompit • Jumat, 3 Juli 2026 | 07:19 WIB
Kontroversi kartu merah Folarin Balogun masih jadi perbincangan hangat. Banyak yang menganggap keputusan wasit terlalu keras, tetapi ternyata aturan FIFA membuat Amerika Serikat sama sekali tidak bisa mengajukan banding. (Sumber foto: Instagram/balogun)
Kontroversi kartu merah Folarin Balogun masih jadi perbincangan hangat. Banyak yang menganggap keputusan wasit terlalu keras, tetapi ternyata aturan FIFA membuat Amerika Serikat sama sekali tidak bisa mengajukan banding. (Sumber foto: Instagram/balogun)

RADARBONANG.ID – Kartu merah yang diterima Folarin Balogun pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 menjadi salah satu keputusan wasit yang paling ramai diperdebatkan sepanjang turnamen.

Banyak penggemar menilai hukuman tersebut terlalu berat, sementara sebagian lainnya menganggap keputusan wasit sudah sesuai dengan regulasi.

Perdebatan semakin memanas setelah muncul pertanyaan mengapa Timnas Amerika Serikat tidak mengajukan banding atas kartu merah tersebut.

Padahal, absennya Balogun jelas menjadi kerugian besar menjelang pertandingan babak 16 besar.

Faktanya, regulasi FIFA memang membuat hukuman tersebut tidak dapat diajukan banding karena termasuk keputusan pertandingan yang bersifat faktual.

Baca Juga: Sering Kehabisan Topik Saat Mengobrol? Simak Tips dan Ide Percakapan agar Interaksi Lebih Hangat dan Tidak Canggung

Amerika Serikat Lolos ke 16 Besar, tetapi Kehilangan Striker Andalan

Timnas Amerika Serikat berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dalam pertandingan yang berlangsung sengit.

Folarin Balogun menjadi pembuka keunggulan bagi tim tuan rumah melalui gol yang dicetak menjelang turun minum.

Gol tersebut memberi kepercayaan diri kepada Amerika Serikat untuk mengendalikan jalannya pertandingan.

Memasuki babak kedua, Malik Tillman memastikan kemenangan timnya lewat gol pada menit ke-82 sehingga Amerika Serikat menutup laga dengan hasil meyakinkan.

Namun kemenangan tersebut harus dibayar mahal.

Pada menit ke-64, Balogun melakukan tekel terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemović. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, semula hanya memberikan tendangan bebas tanpa mengeluarkan kartu.

Situasi berubah setelah Video Assistant Referee (VAR) meminta Claus meninjau ulang insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan.

Setelah melihat tayangan ulang dari berbagai sudut, wasit memutuskan bahwa tekel Balogun tergolong pelanggaran serius sehingga ia langsung mengeluarkan kartu merah.

Keputusan tersebut otomatis membuat Balogun harus meninggalkan lapangan lebih cepat dan dipastikan absen pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia.

Regulasi FIFA Menutup Peluang Banding

Tak lama setelah pertandingan berakhir, media sosial dipenuhi perdebatan mengenai keputusan wasit.

Banyak pendukung Amerika Serikat membandingkan insiden Balogun dengan sejumlah pelanggaran lain yang dinilai tidak mendapat hukuman serupa.

Meski menuai kontroversi, regulasi FIFA ternyata memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai situasi tersebut.

Dalam Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia FIFA 2026, disebutkan bahwa setiap pemain yang menerima kartu merah, baik secara langsung maupun akibat akumulasi dua kartu kuning dalam satu pertandingan, otomatis dikenai hukuman larangan bermain pada laga berikutnya.

Selain hukuman otomatis tersebut, FIFA juga memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi tambahan apabila dianggap perlu berdasarkan hasil pemeriksaan Komite Disiplin.

Sementara itu, Pasal 66.4 kembali menegaskan bahwa kartu merah langsung mengakibatkan skorsing otomatis satu pertandingan.

Apabila terdapat pelanggaran yang dianggap lebih serius, badan yudisial FIFA bahkan dapat memperpanjang masa hukuman sesuai hasil investigasi.

Yang paling menentukan adalah Pasal 9 Ayat 6, yang menyatakan bahwa keputusan wasit mengenai fakta yang terjadi di lapangan bersifat final.

Dengan kata lain, keputusan mengenai pelanggaran, kartu kuning, maupun kartu merah tidak dapat diajukan banding karena merupakan bagian dari penilaian faktual wasit selama pertandingan berlangsung.

Banding baru dimungkinkan apabila FIFA memberikan hukuman tambahan di luar skorsing otomatis satu pertandingan.

Karena Balogun hanya menerima hukuman standar berupa larangan tampil pada laga berikutnya, maka Amerika Serikat tidak memiliki dasar hukum untuk mengajukan keberatan.

Kehilangan Balogun Jadi Tantangan Besar Amerika Serikat

Absennya Balogun menjadi pukulan berat bagi skuad Amerika Serikat yang tengah berada dalam performa positif.

Sepanjang turnamen, penyerang berusia 24 tahun tersebut tampil sebagai salah satu motor serangan utama tim.

Kecepatan, pergerakan tanpa bola, serta penyelesaian akhirnya menjadi senjata penting bagi lini depan Amerika Serikat.

Kini pelatih harus memutar otak untuk mencari pengganti yang mampu mengisi peran Balogun saat menghadapi Belgia.

Tantangan tersebut tidaklah ringan.

Belgia datang ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Senegal melalui pertandingan dramatis yang berakhir 3-2 setelah babak perpanjangan waktu.

Dengan kualitas pemain yang dimiliki Belgia, kehilangan striker utama tentu dapat memengaruhi efektivitas serangan Amerika Serikat.

Mark Clattenburg Soroti Peran VAR

Kontroversi kartu merah Balogun juga mendapat perhatian dari mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg.

Menurutnya, keputusan VAR dalam insiden tersebut justru menimbulkan pertanyaan karena pelanggaran yang terjadi lebih menyerupai benturan atau kecelakaan saat kedua pemain sama-sama berusaha merebut bola.

Clattenburg menilai intervensi VAR seharusnya digunakan untuk memperbaiki kesalahan yang benar-benar jelas, bukan mengubah interpretasi wasit terhadap duel yang masih bisa diperdebatkan.

Ia juga berpendapat bahwa keputusan tersebut memberikan dampak besar terhadap jalannya pertandingan sekaligus merugikan Amerika Serikat menjelang fase gugur.

Meski demikian, kritik tersebut tidak mengubah hasil pertandingan maupun sanksi yang telah dijatuhkan.

Sesuai regulasi FIFA, keputusan wasit setelah melakukan peninjauan VAR tetap dianggap sebagai keputusan akhir dan memiliki kekuatan hukum yang sama seperti keputusan yang diambil secara langsung di lapangan.

Baca Juga: Jangan Asal Memindahkan Korban! Ini Fungsi Bidai dalam P3K yang Wajib Dipahami Saat Terjadi Cedera Tulang

Perdebatan Dipastikan Terus Berlanjut

Insiden yang melibatkan Folarin Balogun kembali membuka diskusi mengenai penggunaan VAR dalam pertandingan sepak bola level tertinggi.

Sebagian pihak menilai teknologi tersebut berhasil membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat.

Namun, tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa VAR masih menyisakan ruang interpretasi yang memicu kontroversi.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, satu hal yang sudah pasti adalah Amerika Serikat harus menjalani babak 16 besar tanpa salah satu pemain terbaiknya.

Balogun dipastikan menjalani skorsing otomatis sesuai regulasi FIFA, sementara Amerika Serikat kini dituntut menemukan solusi terbaik jika ingin menjaga asa melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kartu merah Folarin Balogun #aturan FIFA Piala Dunia 2026 #VAR FIFA #Timnas Amerika Serikat #Belgia vs Amerika Serikat